
OTO Mounture — Seorang pengguna BYD Sealion 7 membagikan pengalaman kurang menyenangkan setelah mobil listrik miliknya mengalami kerusakan pada bagian shockbreaker meski usia kendaraan baru sekitar satu tahun.
Cerita tersebut viral usai diunggah akun Instagram @louisedaniellaa dan memicu perhatian warganet, terutama para pengguna mobil listrik di Indonesia.
Dalam unggahannya, pemilik kendaraan mengaku membeli BYD Sealion 7 secara tunai dengan total sekitar Rp650 juta. Mobil digunakan untuk aktivitas harian yang cukup padat, terutama perjalanan kerja dari Bekasi, Jakarta hingga Tangerang sebagai makeup artist (MUA).
Menurut pengakuannya, kejadian bermula saat dirinya sedang menuju lokasi shooting dan berhenti untuk membeli bubur. Saat hendak memarkirkan kendaraan, tiba-tiba muncul bunyi keras seperti “kretek-kretek” dari bagian mobil hingga membuatnya panik.
Bahkan ketika mobil digerakkan perlahan untuk meluruskan posisi parkir, suara tersebut disebut masih terdengar cukup keras. Karena khawatir terjadi masalah serius, ia langsung menghentikan penggunaan kendaraan dan memilih melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi online demi mengejar jadwal kerja.
BACA JUGA: BYD Sealion 7 Baru 10 Hari Sudah 3 Kali Masuk Bengkel, Konsumen Keluhkan AC dan Software Bermasalah

Setelah menghubungi layanan servis BYD setempat, mobil akhirnya diderek untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang diterimanya, disebutkan bahwa bagian shockbreaker mengalami kerusakan hingga patah.
Namun pemilik kendaraan mengaku belum diperlihatkan foto detail kerusakan komponen tersebut.
“Jujur aku cukup kaget dan kecewa, karena usia mobil baru sekitar 1 tahun dan selama pemakaian selalu digunakan dengan hati-hati,” tulisnya.
Pemilik kendaraan juga mengaku sebelumnya beberapa kali mendengar bunyi pada bagian dashboard seperti ada komponen yang renggang.
Keluhan tersebut disebut sudah pernah disampaikan saat melakukan servis rutin di showroom, namun saat itu ia tidak menyangka akan mengalami masalah yang lebih serius.
Meski pihak dealer memberikan solusi penggantian shockbreaker sesuai ketentuan garansi, ia mengaku masih merasa trauma dan belum sepenuhnya nyaman menggunakan kendaraan tersebut.
BACA JUGA: Jangan Abaikan Seatbelt Belakang, Penumpang Baris Kedua Bisa Jadi Ancaman Fatal Saat Kecelakaan
Hal yang paling membuatnya khawatir adalah kemungkinan kejadian serupa terjadi ketika mobil melaju di jalan tol atau perjalanan jarak jauh.
Menurutnya, faktor keamanan menjadi hal utama dalam memilih kendaraan, terlebih mobil digunakan setiap hari untuk aktivitas pekerjaan dengan mobilitas tinggi.
Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet dan memicu diskusi soal durability serta kenyamanan mobil listrik, khususnya kendaraan yang masih tergolong baru di pasar Indonesia.
Nama BYD sendiri saat ini tengah naik daun di pasar otomotif Indonesia berkat lini kendaraan listriknya yang agresif.
Model seperti BYD Seal, BYD Atto 3, hingga BYD Dolphin cukup mendapat respons positif dari konsumen.
Namun viralnya pengalaman pengguna BYD Sealion 7 ini membuat sebagian calon konsumen mulai menyoroti aspek aftersales, kualitas komponen, hingga layanan penanganan keluhan pelanggan.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak BYD Indonesia terkait unggahan viral tersebut.
(om/ls)








