
OTO Mounture — Jaecoo J5 menjadi salah satu mobil listrik yang menarik perhatian konsumen di Indonesia. Namun, di balik harga dan fitur yang ditawarkan, sejumlah pemilik membagikan pengalaman mereka setelah menggunakan Jaecoo J5 dalam jarak ribuan kilometer.
Pengalaman tersebut muncul setelah artis Berlliana Lovell melalui akun Threads @berlliana.lovell membuka diskusi kepada pemilik Jaecoo J5. Ia meminta pengguna membagikan kekurangan mobil tersebut secara langsung dan meminta sales untuk tidak ikut memberikan komentar.
Utas itu kemudian mendapat sejumlah tanggapan dari pengguna yang mengaku telah menggunakan Jaecoo J5 selama beberapa bulan hingga menempuh jarak belasan ribu kilometer.
Kekurangan Jaecoo J5 Menurut Pemilik
Salah satu pengguna dengan akun @alongwaiting15 mengungkap pengalaman setelah menggunakan Jaecoo J5 sejauh sekitar 7.000 kilometer.
Menurutnya, salah satu kekurangan yang terasa adalah karakter suspensi yang cukup keras. Selain itu, performa AC dinilai belum sedingin mobil Toyota atau Hyundai yang pernah digunakan.
Ia juga mengeluhkan bau dari luar, seperti bau sampah atau knalpot, yang terkadang masih masuk melalui ventilasi meskipun fitur recirculation telah diaktifkan.
Keluhan lainnya berkaitan dengan karakter setir. Menurut pengguna tersebut, terdapat efek torque steering yang terasa kurang nyaman ketika melakukan akselerasi secara spontan. Namun, ketika akselerasi dilakukan secara bertahap, kondisi tersebut dinilai masih aman.
Untuk pengguna dengan tinggi lebih dari 178 cm dan memiliki paha yang relatif panjang, posisi duduk juga disebut membutuhkan penyesuaian agar mendapatkan posisi ergonomis.
Sementara itu, bangku baris kedua yang dianggap terlalu tegak disebut belum tentu menjadi masalah bagi semua pengguna. Menurutnya, kenyamanan jok belakang sebaiknya dirasakan langsung melalui test drive.

BACA JUGA: CATL Investasi Rp7 Triliun di Qiyuan, Perkuat Tukar Baterai Truk Listrik
AC dan Kaca Film Jadi Keluhan Pengguna
Pengguna lain dengan akun @yandipratama1688 mengaku telah menggunakan Jaecoo J5 selama sekitar empat bulan dengan jarak tempuh 6.000 kilometer.
Ia menilai kaca film bawaan mobil terasa cukup panas ketika digunakan pada siang hari. Solusi yang dilakukan adalah mengganti kaca film.
Setelah penggantian kaca film, performa AC menurutnya menjadi jauh lebih nyaman. Saat kondisi terik, penggunaan fan pada tingkat 2-3 dinilai sudah cukup, sedangkan pada malam hari fan tingkat 1 dianggap nyaman.
Meski demikian, pengguna tersebut menilai secara keseluruhan dirinya tetap puas dengan Jaecoo J5, terutama jika mempertimbangkan harga mobil tersebut.
Ada Pemilik yang Menyoroti Aftersales
Tidak semua komentar berisi persoalan teknis. Salah satu pengguna justru membandingkan Jaecoo J5 dengan merek lain dari sisi layanan purnajual dan ekosistem.
Akun @teguh.toyota91 menyebut dirinya tetap merekomendasikan BYD karena menilai jaringan aftersales dan ekosistemnya lebih lengkap serta siap.
Sementara itu, @fazasabira membagikan pengalaman setelah sebelumnya menggunakan Honda HR-V Prestige.
Ia mengaku Jaecoo J5 terasa berbeda ketika digunakan pada kecepatan tinggi dibandingkan mobil sebelumnya. Selain itu, panas di Jakarta juga cukup terasa, yang menurutnya berkaitan dengan bagian kaca atas yang hanya mendapatkan lapisan tipis.
Pengguna tersebut juga mengungkap head unit Jaecoo J5 terkadang melakukan restart sendiri. Kondisi itu bahkan sempat membuatnya khawatir sistem kendaraan ikut mengalami masalah.
Selain persoalan tersebut, ia memberikan catatan negatif terhadap layanan aftersales.
BACA JUGA: Rp62 Juta Buat Benerin EPS MG ZS? Warganet Sampai Bandingkan dengan BMW
Masalah Auto Lock hingga Kaki-kaki
Pengguna lain dengan akun @anthony.candra mengungkap pengalamannya setelah menempuh sekitar 14.000 kilometer menggunakan Jaecoo J5.
Ia menilai karakter setir terlalu enteng. Selain itu, terdapat bunyi pada bagian kaki-kaki ketika mobil digunakan melewati turunan menuju Lembang.
Menurut informasi yang diterimanya dari bengkel, bunyi tersebut disebut merupakan karakter atau kondisi yang memang terjadi pada kendaraan.
Ia juga mengeluhkan fitur auto lock yang beberapa kali tidak berfungsi sehingga pintu kendaraan tidak terkunci secara otomatis.
Persoalan panas di siang hari kembali muncul. Pengguna tersebut menilai kondisi itu dipengaruhi kaca film standar dan panoramic roof yang cukup meneruskan panas.
Meski memiliki sejumlah catatan, secara keseluruhan ia tetap menilai Jaecoo J5 sebagai mobil yang menawarkan value for money.
Sensor dan ADAS Juga Jadi Sorotan
Pengguna dengan akun @timothy_js memberikan sejumlah catatan berdasarkan pengalaman pribadinya.
Ia menilai suspensi Jaecoo J5 cenderung kaku, terutama ketika melewati permukaan jalan tol yang tidak rata. Kondisi tersebut disebut lebih terasa bagi pengguna yang sebelumnya terbiasa menggunakan mobil non-LCGC.
Ia juga menyebut konsumsi baterai cenderung lebih cepat berkurang ketika mobil digunakan di jalan tol dengan kecepatan di atas 100 km/jam.
Dari sisi kenyamanan, jok dinilai membuat tubuh lebih cepat pegal. Selain itu, jok baris kedua secara standar disebut belum memiliki fitur reclining.
Catatan lainnya berkaitan dengan sensor dan sistem ADAS (Advanced Driver Assistance System). Menurutnya, sensor terkadang memberikan respons yang dianggap kurang sesuai.
Karena itu, ia memilih mematikan sejumlah fitur driving assist yang dapat melakukan intervensi seperti pengereman atau koreksi setir, sementara fitur peringatan tetap diaktifkan.
Pengalaman Pemilik Bisa Berbeda
Beragam komentar tersebut menunjukkan bahwa pengalaman menggunakan Jaecoo J5 dapat berbeda antara satu pemilik dan lainnya.
Beberapa keluhan yang muncul antara lain suspensi keras, AC kurang dingin, panas dari kaca dan panoramic roof, posisi jok, setir terlalu ringan, auto lock, head unit restart, sensor ADAS, hingga layanan aftersales.
Di sisi lain, sejumlah pemilik tetap menyatakan puas dengan Jaecoo J5 dan menilai mobil tersebut menawarkan value for money yang menarik.
Karena itu, bagi calon konsumen, pengalaman pengguna dapat menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli. Namun, kondisi kendaraan, gaya berkendara, kebutuhan penggunaan, serta preferensi kenyamanan setiap orang berbeda.
Test drive dan menggali informasi mengenai layanan purnajual menjadi langkah penting agar calon pembeli dapat menilai apakah Jaecoo J5 sesuai dengan kebutuhan mereka.
(om/ls)








