Rp62 Juta Buat Benerin EPS MG ZS? Warganet Sampai Bandingkan dengan BMW

MG ZS
Foto: MG Motors Indonesia

OTO Mounture — Pemilik MG ZS 2020 dibuat kaget setelah mengalami masalah pada sistem electric power steering (EPS). Mobil yang baru menempuh jarak 25.219 kilometer itu tiba-tiba mengalami setir sangat berat dan indikator EPS menyala di panel instrumen.

Kisah tersebut dibagikan melalui akun Threads @_dindiel dan kemudian menjadi perhatian warganet. Sebab, setelah mobil diperiksa di dealer resmi MG, pemilik mendapat estimasi biaya perbaikan mencapai sekitar Rp62 juta.

Dalam unggahannya, pemilik MG ZS tersebut mengaku bingung dengan kondisi mobilnya karena usia dan jarak tempuh kendaraan dinilai masih relatif rendah.

Pemilik menceritakan, masalah bermula ketika setir mobil tiba-tiba terasa sangat berat. Bersamaan dengan itu, muncul logo EPS di speedometer.

Mobil kemudian dibawa ke authorized MG dealer untuk dilakukan pemeriksaan dan pemindaian menggunakan perangkat diagnostik.

Hasil scan menunjukkan adanya kode kerusakan EPS C1640-71 dengan keterangan “Motor Drive Circuit Diagnostic Failed When ECU is Initializing”.

Kode tersebut berstatus Confirmed, yang menunjukkan adanya gangguan yang terdeteksi pada sistem EPS.

Selain kode tersebut, terdapat pula DTC lain, termasuk U0100-87 Lost Communication with Engine Control Module (ECM) yang berstatus intermittent atau terjadi secara tidak terus-menerus.

Keluhan Konsumen MG
Tangkapan Layar

BACA JUGA: BYD Atto 1 Mogok di Jalan, Pemilik Keluhkan Emergency Call Tak Bisa Dihubungi

Hal yang paling mengejutkan pemilik bukan hanya munculnya masalah EPS, tetapi estimasi biaya perbaikannya. Dealer resmi MG disebut memberikan estimasi sekitar Rp62.072.310.

Angka tersebut sontak membuat pemilik mempertanyakan kerusakan yang sebenarnya terjadi pada mobilnya.

Pasalnya, MG ZS yang bermasalah baru memiliki jarak tempuh 25.219 km. Biaya perbaikan yang mencapai puluhan juta rupiah pun dinilai sangat besar untuk sebuah komponen kendaraan dengan usia dan kilometer yang relatif rendah.

Pemilik kemudian meminta pengalaman dari pengguna MG lainnya untuk mengetahui apakah kerusakan serupa pernah terjadi dan apakah memang harus mengeluarkan biaya sebesar itu.

Postingan tersebut kemudian mendapat sejumlah komentar dari warganet.

Salah satunya menduga masalah dapat berkaitan dengan motor EPS. Menurutnya, apabila motor EPS bermasalah dan komponen harus diganti satu set bersama rack steering, biayanya memang bisa menjadi mahal.

Namun, ia menilai estimasi Rp62 juta tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan beberapa merek lain.

Komentar lain datang dari pengguna BMW yang mengaku pernah mengalami masalah EPS setelah mobilnya menerjang banjir hingga setengah roda.

Dalam kasus tersebut, komponen EPS disebut masih dapat diperbaiki dengan biaya sekitar Rp4 juta. Sementara apabila menggunakan komponen copotan orisinal, biayanya diperkirakan sekitar Rp15 juta.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi pembanding bagi warganet karena BMW sendiri dikenal memiliki biaya suku cadang yang relatif mahal.

BACA JUGA: Geely Perkuat Lokalisasi Eropa, Mobilnya Bakal Dibuat di Pabrik Volvo

Dari informasi yang dibagikan pemilik, belum bisa disimpulkan bahwa seluruh kerusakan pasti membutuhkan biaya Rp62 juta.

Kode C1640-71 menunjukkan adanya kegagalan diagnostik pada rangkaian penggerak motor ketika ECU melakukan proses inisialisasi. Namun, menentukan komponen mana yang benar-benar harus diganti tetap membutuhkan pemeriksaan teknis lebih lanjut.

Sementara kode U0100-87 berstatus intermittent juga menunjukkan adanya gangguan komunikasi antara modul kendaraan yang perlu ditelusuri lebih jauh.

Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya meminta rincian estimasi biaya dari dealer, termasuk komponen yang akan diganti, harga suku cadang, biaya jasa, serta alasan teknis mengapa penggantian komponen tersebut diperlukan.

Pemilik juga dapat mempertimbangkan second opinion dari bengkel spesialis EPS atau bengkel yang memiliki pengalaman menangani MG sebelum menyetujui penggantian komponen dengan biaya puluhan juta rupiah.

Kasus MG ZS 2020 ini menjadi pengingat bahwa munculnya indikator EPS tidak selalu berarti seluruh sistem kemudi harus diganti.

Diagnosis berdasarkan kode DTC perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan fisik, kelistrikan, motor EPS, ECU, konektor, kabel, hingga kemungkinan gangguan komunikasi antar-modul.

Apalagi, biaya perbaikan yang diberikan dealer merupakan estimasi untuk tindakan perbaikan yang direkomendasikan, bukan berarti setiap MG ZS dengan kode DTC yang sama pasti membutuhkan biaya Rp62 juta.

Sebelum mengeluarkan biaya besar, pemilik kendaraan sebaiknya meminta penjelasan detail mengenai sumber kerusakan dan opsi perbaikannya.

(om/ls)

 

 

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *