GAC Aion Tersandung di Mei 2026, Penjualannya Turun Lebih dari Setengah

Pabrik GAC Aion di Cikarang
Foto: GAC Aion

OTO Mounture — Kinerja penjualan mobil listrik asal Tiongkok, GAC Aion, mengalami tekanan pada Mei 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi wholesales atau pengiriman dari pabrik ke dealer tercatat turun tajam dibanding bulan sebelumnya.

Pada Mei 2026, GAC Aion hanya membukukan wholesales sebanyak 367 unit. Angka tersebut merosot 58,5 persen dibanding April 2026 yang mencapai 884 unit.

Meski mengalami penurunan bulanan yang cukup dalam, performa GAC Aion secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jika dibandingkan Mei 2025, penjualan wholesales GAC Aion justru meningkat 30,1 persen. Pada Mei tahun lalu, merek mobil listrik tersebut mencatat distribusi sebanyak 282 unit. Sementara pada Mei 2026 berhasil mencapai 367 unit.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pasar mengalami perlambatan secara bulanan, posisi GAC Aion di Indonesia masih lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Daftar 10 Merek Mobil Terlaris Indonesia Mei 2026, Geely dan Jaecoo Bersinar

Secara kumulatif, performa GAC Aion sepanjang lima bulan pertama 2026 masih sangat positif. Data Gaikindo menunjukkan bahwa penjualan wholesales Januari-Mei 2026 mencapai 3.399 unit.

Jumlah tersebut meningkat 84,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan 1.845 unit.

Peningkatan tersebut menjadikan GAC Aion sebagai salah satu merek mobil listrik Negeri Tirai Bambu dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia sepanjang 2026.

Menariknya, di tengah penurunan penjualan bulanan, pangsa pasar atau market share GAC Aion justru mengalami peningkatan.

Pada periode Januari-Mei 2026, market share wholesales GAC Aion mencapai 0,9 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih berada di level 0,6 persen.

Peningkatan market share ini menunjukkan bahwa posisi GAC Aion di pasar otomotif nasional semakin kuat meskipun persaingan di segmen kendaraan listrik semakin ketat.

BACA JUGA: iCAR V23 Hadir dalam 3 Varian Baru, Harga Mulai Rp389 Jutaan

Tidak hanya wholesales, penjualan retail sales atau distribusi dari dealer ke konsumen juga mengalami penurunan pada Mei 2026.

GAC Aion mencatat penjualan ritel sebanyak 454 unit pada Mei 2026. Angka tersebut turun 28,3 persen dibanding April 2026 yang mencapai 633 unit. Namun, jika dibandingkan Mei 2025, penurunan yang terjadi relatif tipis.

Pada Mei tahun lalu, GAC Aion membukukan penjualan retail sebanyak 466 unit, sehingga penjualan Mei 2026 hanya turun sekitar 2,6 persen secara tahunan.

Meskipun penjualan ritel Mei mengalami pelemahan, performa kumulatif sepanjang tahun masih menunjukkan tren positif.

Sepanjang Januari-Mei 2026, GAC Aion berhasil menjual 3.027 unit kepada konsumen. Angka tersebut meningkat 53,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 1.969 unit.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa permintaan kendaraan listrik GAC Aion masih terus berkembang di pasar Indonesia.

Selain pertumbuhan penjualan, market share retail sales GAC Aion juga mengalami kenaikan. Pada Januari-Mei 2026, market share ritel GAC Aion mencapai 0,8 persen.

Sementara pada periode yang sama tahun lalu masih berada di level 0,6 persen. Kenaikan ini menunjukkan bahwa kontribusi GAC Aion terhadap pasar kendaraan nasional semakin besar meskipun menghadapi persaingan dari berbagai merek mobil listrik China lainnya.

(om/pd)

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *