
OTO Mounture — Seorang pemilik Jaecoo J5 mengaku mengalami masalah serius pada mobilnya hingga harus masuk bengkel resmi selama hampir dua pekan. Keluhan tersebut mencuat setelah pemilik akun Facebook bernama Rois Suhandra membagikan pengalamannya di Grup Facebook Jaecoo J5 Indonesia.
Dalam kolom komentar grup tersebut, Rois mengungkapkan bahwa mobilnya mengalami masalah pada sistem Battery Management System (BMS) dan hingga kini belum mendapatkan penyelesaian.
“Saya ada masalah sama BMS muncul, sudah 12 hari di beres belum selesai. Pernah saya posting di sini tapi disuruh take down postingan saya,” tulis Rois dalam komentarnya.
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian anggota grup lainnya yang mempertanyakan kondisi kendaraan selama proses perbaikan berlangsung.
Salah satu anggota grup, Kristian Hermawan, menanyakan apakah mobil tersebut tidak bisa digunakan selama berada di bengkel.
“Ngerinya terus itu mobil udah gak dipake dong?” tulisnya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Rois menjelaskan bahwa pihak bengkel menyampaikan harus menunggu penggantian baterai yang masih dalam proses pemesanan.
“Katanya nunggu orderan batere om. Sejak 25 Mei sampai sekarang belum diinfo lagi,” jawab Rois.

BACA JUGA: Produsen Mobil Tiongkok Ubah Strategi Ekspansi Global, Leasing Lintas Negara Jadi Senjata Baru
Keluhan lain yang menjadi sorotan adalah pengakuan Rois yang menyebut dirinya pernah diminta untuk menghapus unggahan terkait masalah yang dialaminya.
Anggota grup lain dengan akun PeacefulFox7167 kemudian bertanya siapa yang meminta unggahan tersebut diturunkan. “Disuruh siapa om untuk take down? Kok sampai segitunya,” tulisnya.
Rois menjawab singkat bahwa permintaan tersebut datang dari pihak showroom. “Showroom-nya om,” tulis Rois disertai emotikon tertawa.
Meski demikian, belum ada klarifikasi resmi dari pihak showroom maupun Jaecoo Indonesia terkait pernyataan tersebut.
Topik lain yang menjadi perbincangan adalah mengenai fasilitas mobil pengganti selama kendaraan menjalani perbaikan.
Anggota grup bernama Philip Soetojo menyarankan agar konsumen tidak terburu-buru menghapus unggahan selama permasalahan belum mendapatkan solusi.
Ia juga menilai bahwa konsumen seharusnya memperoleh kendaraan pengganti apabila mobil tidak dapat digunakan dalam waktu yang lama. “Selama masih gak ada solusi, sebaiknya jangan mau takedown pak. Dan mereka kewajiban menyediakan mobil pengganti,” tulis Philip.
Rois kemudian mengaku bahwa dirinya tidak mendapatkan fasilitas kendaraan pengganti selama proses perbaikan berlangsung. “Ini saya gak dikasih mobil pengganti, kata Jaecoo emang gak ada. Nyesel banget,” balasnya.
Kasus yang ramai dibahas di komunitas pengguna ini kembali menyoroti pentingnya layanan purna jual atau aftersales dalam industri otomotif, terutama bagi merek-merek baru yang tengah membangun kepercayaan konsumen di Indonesia.
Selain kualitas produk, kecepatan penanganan masalah, ketersediaan suku cadang, transparansi informasi, serta dukungan kendaraan pengganti menjadi faktor yang sering menjadi pertimbangan calon pembeli.
Hingga artikel ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari Jaecoo Indonesia terkait keluhan yang disampaikan oleh pemilik kendaraan tersebut di media sosial.
(om/ls)








