Waspada! Hyundai dan Kia Recall Mobil Listrik karena Potensi Kebakaran Baterai

 

Hyundai Ioniq 5
Foto: Hyundai USA

OTO Mounture — Hyundai dan Kia mengumumkan penarikan kembali (recall) sejumlah mobil listrik di Amerika Serikat setelah ditemukan potensi risiko kebakaran yang berkaitan dengan baterai tegangan tinggi.

Meski jumlah kendaraan yang terdampak sangat terbatas, kedua produsen memilih mengambil langkah preventif demi menjaga keselamatan konsumen.

Kabar ini pun menarik perhatian pengguna kendaraan listrik di berbagai negara, termasuk Indonesia, mengingat Hyundai dan Kia memiliki basis pengguna yang terus bertambah.

Berdasarkan dokumen dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), recall mencakup Hyundai Ioniq 5 model tahun 2025 dan 2026 sebanyak 6 unit, dan Kia EV9 model tahun 2026 sebanyak 8 unit.

Secara total, hanya 14 kendaraan yang masuk dalam program recall di pasar Amerika Serikat.

Meski jumlahnya kecil, Hyundai dan Kia tetap memutuskan melakukan penarikan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah potensi masalah yang lebih besar.

BACA JUGA: Mitsubishi New Xforce HEV Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Hybrid dengan Jarak Tempuh 1.000 Km

Investigasi menemukan bahwa sumber persoalan berasal dari sel baterai produksi SK On.

Masalah tersebut disebabkan oleh posisi elektroda di dalam beberapa sel baterai yang tidak sejajar. Kondisi itu berpotensi memicu korsleting internal yang dalam situasi tertentu dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Kasus ini mulai terungkap setelah adanya laporan insiden kebakaran baterai di Korea Selatan. Hasil penyelidikan kemudian mengarah pada proses produksi baterai sebagai penyebab utama.

Sebagai langkah pencegahan sementara, Hyundai dan Kia meminta pemilik kendaraan yang terdampak untuk memarkir kendaraan di area terbuka, tidak memarkir mobil di dalam garasi atau dekat bangunan, dan menghindari parkir di dekat struktur yang mudah terbakar hingga proses perbaikan selesai dilakukan.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko apabila terjadi gangguan pada sistem baterai.

Hyundai dan Kia memastikan seluruh kendaraan yang terdampak akan mendapatkan penggantian paket baterai secara gratis melalui jaringan dealer resmi.

Kedua produsen juga menyatakan terus bekerja sama dengan pemasok baterai, SK On, guna meningkatkan kualitas proses produksi dan memastikan standar keamanan tetap terjaga pada kendaraan berikutnya.

(om/ril)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *