
OTO Mounture — Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi momentum bagi sejumlah merek otomotif untuk mencatatkan respons positif dari konsumen. Selama pameran yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang, sejumlah brand melaporkan capaian Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang cukup signifikan.
Dari sejumlah merek yang telah mengumumkan hasilnya, Chery Indonesia mencatat 3.500 SPK, disusul Wuling Motors sebanyak 3.290 SPK, Mitsubishi Motors 3.212 SPK, dan Geely Group dengan 3.033 SPK.
Sementara itu, Isuzu membukukan 1.180 unit pemesanan, Jetour 1.038 SPK, iCAR lebih dari 1.000 SPK, dan Daihatsu mencatat 591 SPK.
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan beragamnya model yang mendapat perhatian konsumen selama GIIAS 2026, mulai dari mobil listrik, hybrid, kendaraan penumpang, hingga kendaraan komersial.
Kendati belum semua brand melaporkan secara resmi capaian SPK selama pameran GIIAS 2026 berlangsung.
BACA JUGA: 3.212 SPK Dicatat Mitsubishi di GIIAS 2026, New Xforce HEV Bukukan 1.000 Unit
Adapun Chery Indonesia mencatatkan 3.500 SPK selama GIIAS 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 62,56 persen dibandingkan pencapaian pada GIIAS 2025 yang mencapai 2.153 SPK.
Chery Q menjadi model dengan kontribusi terbesar, yakni sekitar 50 persen atau sekitar 1.750 SPK.
Compact EV yang diperkenalkan pada 31 Juli 2026 tersebut juga menjadi salah satu model yang paling banyak dicoba pengunjung. Dari sekitar 2.000 sesi test drive Chery selama pameran, Chery Q menyumbang sekitar 67,7 persen atau sekitar 1.355 sesi.
Selanjutnya, Wuling Motors yang mengakhiri GIIAS 2026 dengan perolehan 3.290 SPK. Selain pemesanan kendaraan, Wuling mencatat 2.203 aktivitas test drive selama pameran.
Aira ev menjadi model yang paling banyak mendapat perhatian sekaligus kontributor terbesar terhadap SPK. Mobil listrik tersebut menyumbang 2.238 SPK atau sekitar 68 persen dari total pemesanan Wuling.
Dari jumlah tersebut, 165 unit merupakan Aira ev Standard Range dan 2.073 unit lainnya berasal dari Aira ev Long Range. Sementara itu, Darion EV mencatat 517 SPK dan Eksion EV sebanyak 179 SPK.
Sementara PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mencatat 3.212 SPK selama penyelenggaraan GIIAS 2026. Capaian tersebut melampaui target penjualan yang ditetapkan Mitsubishi untuk pameran tahun ini.
Selain angka SPK, perhatian juga tertuju pada Mitsubishi New Xforce. Sejak diperkenalkan di Indonesia pada 16 Juli 2026 hingga penutupan GIIAS, New Xforce telah mencatat lebih dari 1.000 unit penjualan secara nasional.
New Xforce menjadi model penting bagi Mitsubishi karena tersedia dalam varian Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang menjadi kendaraan elektrifikasi pertama Mitsubishi Motors di Indonesia.
BACA JUGA: Penjualan Motor pada Juli 2026 Melonjak 23,5 Persen, Tembus 636 Ribu Unit
Sedangkan Geely Group, yang menghadirkan merek Geely dan ZEEKR, membukukan 3.033 SPK serta lebih dari 2.000 sesi test drive selama GIIAS 2026. Hasil tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan capaian Geely Group pada GIIAS 2025.
Geely EX2 menjadi model dengan kontribusi terbesar, menyumbang sekitar 70 persen dari total SPK Geely Group. Capaian tersebut memperlihatkan tingginya perhatian konsumen terhadap pilihan kendaraan yang ditawarkan Geely Group, mulai dari EV dan PHEV hingga kendaraan bermesin pembakaran internal.
Di segmen kendaraan komersial, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencatat 1.180 unit pemesanan selama GIIAS 2026. Angka tersebut tumbuh 21,8 persen dibandingkan GIIAS 2025 yang mencapai 969 unit.
Isuzu ELF menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang lebih dari 50 persen dari total pemesanan. Kontribusi lainnya berasal dari Isuzu GIGA, TRAGA, D-Max, dan mu-X.
Hasil tersebut menunjukkan kendaraan komersial masih memiliki pasar yang kuat di tengah meningkatnya perhatian terhadap kendaraan elektrifikasi.
Lalu, Jetour melaporkan sukses membukukan 1.038 SPK dari seluruh model yang ditawarkan. Dua model, yakni Jetour T2 i-DM dan Jetour T1 i-DM, menjadi kontributor utama dengan kontribusi gabungan mencapai 72 persen dari total SPK.
Kemudian iCAR Indonesia juga mencatat lebih dari 1.000 SPK selama GIIAS 2026. Selain mencatat pemesanan, booth iCAR dikunjungi lebih dari 50.000 orang sepanjang pameran.
Dari total SPK tersebut, iCAR V23 menjadi kontributor terbesar dengan sekitar 60 persen, sedangkan iCAR V27 menyumbang sekitar 40 persen. V27 menjadi salah satu produk yang menarik perhatian karena mengusung teknologi Golden Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Sedangkan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatat 591 SPK selama GIIAS 2026. Daihatsu Sigra menjadi model dengan kontribusi terbesar melalui 122 SPK atau sekitar 21 persen dari total pemesanan.
Selanjutnya, Gran Max Van mencatat 102 SPK atau sekitar 17 persen, sedangkan Gran Max Pick Up memperoleh 84 SPK atau sekitar 14 persen.
Jika digabungkan, ketiga model tersebut menyumbang 308 SPK atau sekitar 52 persen dari total pemesanan Daihatsu. Adapun pemesanan lainnya berasal dari Terios, Ayla, Xenia, Rocky, Luxio, dan Sirion.
BACA JUGA: Insentif Mobil Listrik 2026 Tak Berlaku untuk Hybrid? Ini Penjelasan Pemerintah
Catatan SPK GIIAS 2026 dari sejumlah brand menunjukkan bahwa perhatian konsumen tidak hanya tertuju pada satu jenis kendaraan.
Produk elektrifikasi menjadi salah satu sorotan utama. Chery Q, Wuling Aira ev, Geely EX2, Mitsubishi New Xforce HEV, serta berbagai model elektrifikasi dari Jetour dan iCAR mendapat respons positif selama pameran.
Di sisi lain, kendaraan penumpang konvensional dan kendaraan komersial juga tetap memiliki peran penting. Hal tersebut terlihat dari kontribusi Sigra dan Gran Max terhadap SPK Daihatsu serta dominasi Isuzu ELF dalam pemesanan Isuzu.
Dengan demikian, capaian SPK sejumlah brand di GIIAS 2026 menunjukkan pasar otomotif Indonesia masih memiliki permintaan yang beragam, baik untuk kebutuhan mobilitas pribadi, keluarga, bisnis, maupun kendaraan dengan teknologi elektrifikasi.
Sebagai catatan, angka di atas merupakan SPK atau pemesanan yang diumumkan oleh masing-masing merek selama GIIAS 2026. Angka tersebut bukan merupakan data penjualan retail nasional dan metode pelaporan setiap merek dapat berbeda.
(om/pd)








