BYD Atto 3 Superior Mati Suri di Indonesia, Cuma Terjual 1 Unit hingga Mei 2026

OTO Mounture — Tidak semua mobil listrik yang diluncurkan di Indonesia mampu meraih kesuksesan besar. Di tengah meningkatnya popularitas kendaraan listrik BYD, salah satu modelnya justru mengalami nasib berbeda. Adalah BYD Atto 3 Superior Extended Range, varian tertinggi dari Atto 3 yang tercatat hanya terjual satu unit sepanjang 2026 hingga Mei.

Data penjualan wholesales (distribusi pabrik ke diler) yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan performa yang kurang menggembirakan untuk model tersebut.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, BYD Atto 3 Superior Extended Range hanya membukukan penjualan satu unit, tepatnya pada Maret 2026. Angka ini sangat kontras dibandingkan varian standar yang masih mencatat penjualan ratusan unit.

Masih berdasarkan data Gaikindo, BYD Atto 3 Advanced Standard Range berhasil mencatat penjualan wholesales sebanyak 546 unit selama periode Januari hingga Mei 2026.

Tidak hanya itu, BYD juga tercatat mengimpor sebanyak 358 unit Atto 3 Advanced Standard Range ke Indonesia selama lima bulan pertama tahun ini.

Sebaliknya, tidak ada satu pun unit Atto 3 Superior Extended Range yang dikirim dari China ke Indonesia sepanjang periode yang sama. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa permintaan terhadap varian tertinggi crossover listrik ini sangat minim.

BACA JUGA: BYD M6 DM Meluncur di Indonesia, Klaim Lebih Hemat 30 Persen dari Mobil Konvensional

Indikasi lain bahwa BYD mulai menghentikan fokus penjualan Atto 3 Superior Extended Range terlihat dari situs resmi perusahaan.

Saat ini, laman resmi BYD Indonesia hanya menampilkan satu harga untuk lini Atto 3, yakni Atto 3 Advanced Standard Range dengan banderol Rp415 juta on the road Jakarta.

Nama varian Superior Extended Range yang sebelumnya menjadi pilihan tertinggi sudah tidak lagi tercantum dalam daftar produk yang dipasarkan secara resmi. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa BYD tidak lagi menjual atau mendatangkan varian tersebut ke Indonesia.

Saat pertama kali diluncurkan di Indonesia, BYD Atto 3 hadir dalam dua pilihan varian, yakni Atto 3 Advanced Standard Range, dan Atto 3 Superior Extended Range. Perbedaan utama keduanya terletak pada performa dan jarak tempuh.

Varian Advanced Standard Range mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 7,9 detik dan memiliki jarak tempuh hingga 410 km.

Sementara itu, Atto 3 Superior Extended Range menawarkan performa lebih baik dengan akselerasi 0-100 km/jam hanya 7,3 detik serta jarak tempuh mencapai 480 km dalam sekali pengisian daya.

Meski menawarkan spesifikasi lebih unggul, kelebihan tersebut rupanya belum cukup menarik minat konsumen Indonesia.

BACA JUGA: Chery Makin Tertekan di Indonesia, Penjualan Anjlok Lebih dari 50 Persen pada Mei 2026

Sejak ajang IIMS 2026, BYD Indonesia diketahui hanya memasarkan BYD Atto 3 Advanced Plus untuk pasar nasional.

Model ini diklaim mampu memenuhi kebutuhan mobilitas harian sekaligus perjalanan jarak menengah dengan kombinasi efisiensi, fitur modern, dan harga yang lebih kompetitif.

Keputusan BYD menghapus varian Superior Extended Range dari daftar produk yang dipasarkan menunjukkan bahwa strategi penyederhanaan lini produk menjadi langkah yang dipilih untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen Indonesia.

Dengan penjualan yang hanya mencapai satu unit hingga Mei 2026, BYD Atto 3 Superior Extended Range menjadi salah satu contoh bahwa spesifikasi lebih tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat permintaan pasar.

(om/ls)

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *