
OTO Mounture — Jenama otomotif asal Vietnam, VinFast menghadirkan Kalkulator Total Cost of Ownership (TCO) untuk membantu konsumen menghitung dan membandingkan biaya kepemilikan kendaraan listrik dengan mobil berbahan bakar bensin.
Perangkat berbasis web ini memungkinkan calon pembeli melihat gambaran biaya kendaraan secara lebih menyeluruh, bukan hanya berdasarkan harga pembelian.
Selama ini, konsumen relatif mudah menemukan informasi mengenai tenaga mesin, kapasitas bagasi hingga fitur keselamatan. Namun, menghitung biaya kepemilikan mobil dalam jangka panjang membutuhkan lebih banyak pertimbangan, mulai dari cicilan, konsumsi energi, biaya perawatan hingga lama penggunaan kendaraan.
Melalui kalkulator TCO, VinFast mencoba membuat perhitungan tersebut lebih sederhana dan personal. Pengguna dapat memasukkan model kendaraan, jarak tempuh bulanan, skema kepemilikan baterai serta periode kepemilikan.
Sistem kemudian memberikan estimasi pembayaran bulanan, biaya energi dan total biaya kepemilikan selama periode yang dipilih.
BACA JUGA: VinFast Perkuat Layanan Purnajual, Jaringan Servis Capai 100 Outlet
Kalkulator ini juga memungkinkan konsumen membandingkan biaya kendaraan listrik dengan mobil bensin sekelas, bahkan kendaraan listrik dari merek lain. Dengan begitu, calon pembeli dapat mengetahui potensi penghematan berdasarkan pola penggunaan masing-masing.
Sebagai contoh, konsumen di Indonesia yang memilih MPV 7 penumpang dengan skema battery subscription, menempuh jarak 2.000 km per bulan dan memiliki kendaraan selama lima tahun, mendapatkan estimasi TCO sebesar Rp369.093.900.
Sementara itu, kendaraan berbahan bakar bensin yang digunakan dengan asumsi sama diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp467 juta selama lima tahun. Artinya, terdapat potensi penghematan sekitar Rp97,9 juta atau 21 persen dengan menggunakan kendaraan listrik.
Perhitungan TCO menjadi semakin relevan ketika harga pembelian awal kendaraan listrik masih menjadi salah satu pertimbangan konsumen. Meski harga awal dapat lebih tinggi pada model tertentu, biaya energi dan perawatan yang lebih rendah berpotensi memberikan penghematan dalam jangka panjang.
BACA JUGA: Catatan Penjualan di GIIAS 2026: Ribuan SPK Dibukukan Sejumlah Brand
Temuan dalam Deloitte 2026 Global Automotive Consumer Study juga menunjukkan pentingnya aspek ekonomi bagi calon pengguna kendaraan listrik.
Sebanyak 52 persen konsumen Amerika Serikat yang mempertimbangkan mobil listrik menyebut biaya bahan bakar lebih rendah sebagai salah satu motivasi utama, sementara 40 persen masih melihat total biaya kendaraan sebagai kekhawatiran.
Dengan kalkulator TCO, VinFast tidak sekadar menyampaikan klaim mengenai efisiensi kendaraan listrik. Konsumen dapat mencoba berbagai skenario sendiri dan melihat bagaimana jarak tempuh, lama kepemilikan serta pilihan pembiayaan memengaruhi total biaya mobil listrik.
Bagi calon pembeli, pendekatan ini dapat menjadi alat bantu untuk membuat keputusan pembelian yang lebih terukur sekaligus merencanakan anggaran transportasi dalam jangka panjang.
(om/ns)








