Ada Apa dengan Geely? Penjualan Konsumen Tiba-Tiba Turun

Kantor Geely

OTO Mounture — Penjualan mobil Geely di Indonesia mendadak menunjukkan pelemahan pada Maret 2026, khususnya dari sisi retail sales atau penjualan ke konsumen.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Geely mencatat penjualan retail sebanyak 1.007 unit pada Maret 2026.

Angka tersebut turun sekitar 8,5 persen dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 1.101 unit. Penurunan ini cukup mengejutkan, mengingat tren sebelumnya relatif stabil.

Menariknya, penurunan retail justru terjadi saat distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) masih mengalami kenaikan.

Pada Maret 2026, wholesales Geely tercatat sebesar 1.195 unit, naik sekitar 6,4 persen dibanding Februari 2026 yang mencapai 1.123 unit.

Perbedaan tren ini mengindikasikan adanya gap antara suplai kendaraan ke diler dengan daya serap pasar di tingkat konsumen.

BACA JUGA: Jaecoo Land 2026 Hadir di Jakarta, Gabungkan Lifestyle, Adventure, dan Teknologi Mobilitas Modern

Meski mengalami penurunan bulanan, performa Geely secara tahunan masih sangat kuat.

Retail sales Maret 2026 melonjak dari hanya 103 unit pada Maret 2025, atau tumbuh sekitar 878 persen. Sementara wholesales naik dari 176 unit menjadi 1.195 unit, atau meningkat sekitar 579 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa ekspansi Geely di Indonesia masih berada dalam fase pertumbuhan, meskipun mulai menghadapi tantangan baru.

Penurunan retail sales ini memunculkan pertanyaan besar: ada apa dengan Geely?

Beberapa faktor yang kemungkinan memengaruhi antara lain konsumen mulai menahan pembelian kendaraan baru, persaingan mobil asal Tiongkok yang semakin ketat hingga penyesuaian stok di tingkat diler.

Kondisi ini membuat penjualan ke konsumen tidak sejalan dengan distribusi unit dari pabrik.

Di tengah maraknya merek mobil asal Tiongkok di Indonesia, Geely kini menghadapi tantangan untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Strategi seperti penyesuaian harga, peningkatan fitur, hingga layanan purna jual akan menjadi faktor penting untuk kembali mendorong penjualan di bulan-bulan berikutnya.

(om/ls)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *