Airbag Mobil Tidak Selalu Mengembang saat Kecelakaan, Ini Penjelasannya

Kabin Mitsubishi
Foto: Mitsubishi Motors

OTO Mounture — Airbag mobil merupakan salah satu fitur keselamatan penting yang dirancang untuk membantu mengurangi risiko cedera serius pada pengemudi dan penumpang saat terjadi kecelakaan. Fitur yang dikenal sebagai kantung udara ini bekerja dalam waktu sangat singkat ketika sensor mendeteksi benturan dengan tingkat tertentu.

Meski sudah menjadi fitur standar pada banyak mobil modern, keberadaan airbag kerap luput dari perhatian karena letaknya tersembunyi di balik dasbor, setir, jok, maupun bagian interior lainnya. Padahal, memahami fungsi dan cara kerja airbag mobil penting agar pengendara dapat menjaga fitur keselamatan tersebut tetap berfungsi optimal.

Apa Itu Airbag Mobil?

Airbag merupakan bagian dari Supplemental Restraint System (SRS), yaitu sistem keselamatan tambahan pasif yang dirancang untuk bekerja bersama sabuk pengaman ketika terjadi kecelakaan.

Konsep awal airbag dicetuskan oleh insinyur Amerika Serikat, John W. Hetrick. Sementara itu, Allen Breed mengembangkan sistem airbag dengan sensor pada era 1960-an, yang menjadi salah satu tonggak perkembangan teknologi kantung udara modern.

Dalam perkembangannya, airbag tidak hanya ditempatkan di bagian depan mobil. Sejumlah kendaraan kini dilengkapi airbag di berbagai lokasi untuk memberikan perlindungan tambahan bagi pengemudi dan penumpang, termasuk saat terjadi benturan dari samping.

BACA JUGA: Mobil Listrik Bekas Tiongkok Makin Laris di Eropa, Penjualan Melonjak 280 Persen

Cara Kerja Airbag Mobil

Airbag bekerja melalui sistem sensor yang mendeteksi benturan atau perlambatan kendaraan secara mendadak. Ketika kondisi benturan memenuhi ambang batas yang telah ditentukan, sistem akan memicu pengembangan kantung udara untuk membantu melindungi tubuh penumpang dari benturan dengan bagian interior kendaraan.

Proses pengembangan airbag berlangsung sangat cepat, umumnya dalam hitungan milidetik. Setelah mengembang dan menjalankan fungsinya, kantung udara akan mengempis agar tidak menghalangi pergerakan penumpang.

Pada umumnya, sistem airbag aktif ketika kendaraan berada dalam kondisi kontak atau sistem kelistrikan menyala. Namun, cara kerja dan kondisi pemicunya dapat berbeda sesuai desain kendaraan.

Penting untuk dipahami bahwa airbag tidak selalu mengembang setiap kali mobil mengalami kecelakaan. Sistem ini dirancang untuk merespons jenis, arah, dan tingkat benturan tertentu, bukan semata-mata berdasarkan kecepatan kendaraan.

Jenis Airbag dan Fungsinya

Berikut beberapa jenis airbag yang dapat ditemukan pada mobil modern.

1. Airbag depan

Airbag depan umumnya berada di bagian setir dan dasbor di depan penumpang. Fungsinya membantu mengurangi risiko cedera pada kepala dan dada ketika terjadi benturan dari arah depan.

2. Airbag samping

Airbag samping dirancang untuk membantu melindungi tubuh penumpang, terutama bagian dada dan area tubuh lainnya, saat terjadi benturan dari samping. Lokasinya dapat berada di sisi jok atau bagian interior lain, bergantung pada desain kendaraan.

3. Airbag tirai

Airbag tirai atau curtain airbag biasanya tersimpan di area atap dan pilar kendaraan. Saat mengembang, kantung udara ini membentang di sisi jendela untuk membantu melindungi kepala penumpang ketika terjadi benturan samping. Pada kendaraan tertentu, sistem ini juga dirancang untuk memberikan perlindungan dalam kondisi terguling.

Jumlah, posisi, dan cakupan perlindungan airbag berbeda-beda pada setiap model mobil. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya memeriksa buku manual untuk mengetahui fitur yang tersedia.

BACA JUGA: Bukan Cuma Gagah, Ini 7 Keunggulan Mitsubishi Pajero Sport untuk Keluarga

Kapan Airbag Mobil Mengembang?

Airbag depan umumnya mengembang ketika sensor mendeteksi benturan frontal yang memenuhi ambang batas tertentu. Sebagai gambaran, pada sejumlah sistem, ambang pemicunya dapat setara dengan tabrakan pada kecepatan sekitar 25 km/jam terhadap benda kaku yang tidak mudah berubah bentuk atau bergeser.

Namun, angka tersebut bukan patokan universal untuk semua mobil. Keputusan pengembangan airbag juga dipengaruhi oleh arah benturan, karakteristik objek yang ditabrak, perlambatan kendaraan, dan rancangan sistem keselamatan.

Benturan dengan objek yang dapat menyerap energi atau bergeser, seperti kendaraan lain dan pembatas jalan tertentu, bisa menghasilkan respons yang berbeda dibandingkan benturan dengan tembok.

Airbag depan juga mungkin tidak mengembang dalam beberapa kondisi, misalnya tabrakan dengan objek yang relatif ramping, benturan frontal dari sudut tertentu, benturan samping, atau tabrakan dari belakang. Kendaraan yang masuk ke bawah bodi truk juga dapat mengalami pola benturan yang berbeda dari tabrakan frontal biasa.

Sementara itu, airbag samping dirancang untuk merespons benturan samping yang memenuhi kriteria aktivasi sistem. Tidak semua tabrakan samping akan memicu airbag, terutama jika titik benturan jauh dari area yang dipantau sensor atau tingkat benturannya tidak memenuhi ambang batas.

Dengan demikian, airbag yang tidak mengembang bukan berarti sistem tersebut pasti mengalami kerusakan. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk mengetahui apakah sistem bekerja sesuai rancangan.

Tips Menjaga Airbag Mobil Tetap Berfungsi Optimal

Agar sistem airbag dapat bekerja sebagaimana mestinya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pemilik mobil.

1. Jangan menutupi area airbag

Hindari menempatkan benda yang dapat menghalangi pengembangan airbag di dasbor, seperti aksesori, parfum tempel, atau pelapis tambahan. Untuk airbag samping, jangan memasang sarung jok atau aksesori yang tidak sesuai dengan ketentuan pabrikan karena dapat menghambat pengembangannya.

2. Gunakan sabuk pengaman

Airbag merupakan sistem keselamatan tambahan, bukan pengganti sabuk pengaman. Sabuk pengaman membantu menahan tubuh agar tidak terlempar ke depan dan menjaga posisi penumpang tetap sesuai dengan rancangan perlindungan kendaraan.

3. Pasang kursi anak sesuai petunjuk

Penggunaan kursi keselamatan anak harus mengikuti buku manual kendaraan dan petunjuk produsen kursi anak. Kursi anak yang menghadap ke belakang tidak boleh ditempatkan di depan airbag penumpang yang aktif, karena pengembangan airbag dapat menimbulkan risiko cedera serius.

4. Perhatikan lampu indikator SRS

Jika lampu peringatan airbag menyala terus, berkedip tidak normal, atau muncul ketika kendaraan digunakan, segera periksakan mobil ke bengkel yang kompeten. Jangan mengabaikan indikator tersebut karena dapat menandakan adanya gangguan pada sistem keselamatan.

5. Hindari modifikasi sembarangan

Jangan memodifikasi setir, bumper depan, retraktor sabuk pengaman, kabel sistem keselamatan, maupun struktur bodi tanpa memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi kendaraan. Perubahan tersebut dapat memengaruhi kinerja sensor dan sistem airbag.

6. Periksa buku manual kendaraan

Setiap mobil memiliki rancangan dan ketentuan sistem keselamatan yang berbeda. Buku manual dapat menjadi acuan untuk mengetahui lokasi airbag, peringatan keselamatan, serta prosedur pemeriksaan dan perawatan yang dianjurkan.

Airbag merupakan salah satu fitur keselamatan penting yang dapat membantu mengurangi risiko cedera saat kecelakaan. Namun, perlindungan terbaik tetap bergantung pada kombinasi berbagai faktor, termasuk penggunaan sabuk pengaman, posisi duduk yang benar, kondisi kendaraan, dan perilaku berkendara yang aman.

(om/pd)

 

 

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *