
OTO Mounture — Penggantian oli mesin merupakan salah satu perawatan rutin yang perlu dilakukan pemilik kendaraan bermotor. Setelah oli mesin diganti, biasanya oli lama akan dibuang karena sudah tidak lagi digunakan untuk melumasi mesin.
Namun, oli mesin bekas ternyata masih dapat dimanfaatkan untuk sejumlah keperluan lain. Dengan penggunaan yang tepat, oli bekas motor tidak harus langsung dibuang setelah proses penggantian oli.
Dikutip dari laman Evalube, terdapat beberapa cara memanfaatkan oli mesin bekas yang bisa dilakukan. Berikut ulasannya:
1. Menghilangkan karat pada besi
Salah satu pemanfaatan oli mesin bekas adalah membantu menghilangkan karat pada permukaan besi. Cara ini cukup sederhana dan dapat dilakukan menggunakan peralatan yang mudah ditemukan.
Caranya, oleskan oli mesin bekas pada bagian besi yang berkarat. Diamkan selama beberapa saat agar oli bekerja pada permukaan tersebut, kemudian bersihkan menggunakan lap kasar.
Setelah itu, permukaan besi dapat disiram menggunakan air. Jika karat masih menempel, proses tersebut dapat diulangi hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.
2. Mengawetkan kayu
Selain untuk membantu mengatasi karat, oli mesin bekas juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan untuk mengawetkan kayu.
Penggunaannya dapat dilakukan dengan mencampurkan oli mesin bekas dengan solar menggunakan perbandingan 1:1. Campuran tersebut kemudian dioleskan pada permukaan kayu menggunakan kuas.
Metode ini disebut dapat membantu melindungi kayu dari kerusakan. Meski demikian, penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati dan di area dengan ventilasi yang baik karena campuran tersebut mudah terbakar dan dapat menghasilkan bau serta residu.
BACA JUGA: IPCC Catat 607.196 Unit CBU hingga Agustus 2026, Trafik Truck/Bus Tumbuh 44%
3. Pelumas rantai
Oli bekas motor juga dapat dimanfaatkan untuk melumasi rantai, terutama apabila kondisi oli masih relatif bersih dan tidak terlalu banyak mengandung kotoran.
Caranya, oleskan oli secara merata pada permukaan rantai. Pelumasan dapat membantu mengurangi gesekan sehingga rantai tidak cepat mengalami keausan.
Namun, perlu diperhatikan kondisi oli sebelum digunakan. Jika oli mesin bekas sudah tercampur banyak kotoran atau partikel, sebaiknya jangan digunakan untuk melumasi rantai karena kotoran tersebut justru dapat meningkatkan gesekan dan berpotensi mempercepat keausan komponen.
4. Bahan bakar dalam kondisi tertentu
Oli mesin bekas juga memiliki sifat mudah terbakar sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk keperluan tertentu dalam kondisi darurat, misalnya untuk membantu menyalakan api.
Meski demikian, penggunaan oli bekas sebagai bahan bakar perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Oli bekas mengandung berbagai kontaminan hasil pemakaian di dalam mesin. Membakarnya secara terbuka dapat menghasilkan asap dan emisi yang berbahaya bagi kesehatan serta lingkungan.
Karena itu, oli mesin bekas sebaiknya tidak digunakan sembarangan sebagai bahan bakar, terutama untuk aktivitas pembakaran di ruang terbuka.
BACA JUGA: Pemilik Jaecoo Keluhkan Layanan Servis di Sunter, Soroti Sikap CS
Berbagai pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa oli mesin bekas masih dapat digunakan untuk keperluan tertentu. Namun, bukan berarti oli bekas dapat digunakan tanpa memperhatikan kondisi, keamanan, dan dampaknya terhadap lingkungan.
Oli mesin bekas termasuk limbah yang berpotensi mencemari tanah dan air apabila dibuang sembarangan. Karena itu, jika tidak ingin memanfaatkannya kembali, sebaiknya oli bekas dikumpulkan dan diserahkan kepada bengkel, pengepul, atau fasilitas pengelolaan limbah yang menerima oli bekas.
Dengan begitu, oli mesin bekas dari kendaraan tidak berakhir mencemari lingkungan dan dapat dikelola dengan cara yang lebih tepat.
(om/ns)








