
OTO Mounture — Kondisi geografis dan karakteristik jalur transportasi di Sulawesi Tengah membuat kebutuhan kendaraan bus memiliki tantangan tersendiri. Selain membutuhkan kendaraan yang tangguh, pelaku usaha transportasi juga membutuhkan armada yang nyaman dan mampu menunjang operasional perjalanan jarak jauh.
Kebutuhan tersebut menjadi perhatian PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) bersama dealer resminya di Sulawesi Tengah, PT Patrako Motor Abadi. Keduanya menggelar Mini Gathering Hino Customer Bus di Palu untuk memperkuat hubungan dengan para pengusaha otobus dan pelaku usaha transportasi di wilayah tersebut.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi Hino untuk bertemu langsung dengan pelanggan sekaligus menggali kebutuhan operasional yang mereka hadapi di lapangan.
Sejumlah perusahaan otobus dan pelaku usaha transportasi turut hadir, di antaranya PT Carissa Pesona Mandiri, PT Chrisa Jabeka Berjaya, PT Family Transport Jaya, PT Golden Harvest Trans, PO Kesayangan Anda, PT Raja Trans Palu, PT Togean Indah Travel, PT Touna Indah Travel, serta pengusaha perorangan H. Bowo Wijaksono.
Para pelanggan tersebut memiliki cakupan bisnis yang beragam, mulai dari Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), hingga angkutan pariwisata.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran para mitra strategis dari Perusahaan Otobus di Palu. Mini gathering ini kami hadirkan sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan pelanggan dan mendengarkan secara langsung kebutuhan mereka di lapangan,” ujar Guntur Nugraha Budiana, Bus Department Head HMSI.
Menurutnya, karakteristik operasional di setiap wilayah berbeda sehingga kebutuhan kendaraan dan dukungan purna jual juga perlu disesuaikan.
BACA JUGA: Kawasaki dan MNC Bank Rilis Kartu Kredit Khusus, Ada Towing Gratis
Dalam kegiatan tersebut, Hino memperkenalkan sejumlah lini produk bus yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional. Pilihannya mencakup kendaraan untuk sektor travel, pariwisata, pertambangan, hingga layanan AKAP dan AKDP.
Untuk segmen microbus, Hino memiliki Bus 115 SDBL dan Primecab L. Sementara itu, segmen medium bus diisi oleh Hino Bus MDBL dan GB 150. Adapun untuk kategori big bus, tersedia Hino AK, RK, dan RM.
Hino juga membawa sejumlah produk dengan karakteristik yang lebih spesifik, yakni Hino Bus SDBL 4×4, MDBL 4×4, serta RM 280 ABS Retarder.
Kehadiran varian 4×4 memberikan pilihan bagi pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan dengan kemampuan lebih sesuai untuk medan operasional tertentu, termasuk sektor pertambangan dan perkebunan.
Sementara itu, Hino RM 280 ABS Retarder menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut.
Bus ini dibekali sasis Space Frame, bagasi berkapasitas luas, Air Suspension bawaan pabrik, serta sistem retarder. Kombinasi tersebut ditujukan untuk menunjang kenyamanan penumpang sekaligus membantu pengendalian kendaraan, terutama ketika digunakan dalam perjalanan jarak jauh.
BACA JUGA: Suzuki BIT Pulo Gadung Hadir dengan Konsep Baru, Ada Service Campaign untuk 100 Mobil
Bagi pengusaha otobus, pemilihan kendaraan bukan hanya berkaitan dengan spesifikasi dan kemampuan angkut. Faktor lain seperti perawatan, ketersediaan suku cadang, serta dukungan mekanik juga berpengaruh terhadap kelangsungan operasional armada.
Karena itu, Hino turut menekankan dukungan Total Support melalui jaringan dealernya.
Di Palu, dukungan tersebut diberikan melalui PT Patrako Motor Abadi yang memiliki fasilitas 3S (Sales, Service, Spare Parts). Fasilitas tersebut mencakup kebutuhan penjualan, layanan perawatan kendaraan, dukungan mekanik hingga penyediaan suku cadang.
Bagi perusahaan yang mengoperasikan armada untuk perjalanan jarak jauh, akses terhadap layanan purna jual menjadi salah satu faktor penting. Pasalnya, semakin lama kendaraan tidak beroperasi akibat perawatan atau kendala teknis, semakin besar pula potensi gangguan terhadap jadwal perjalanan.
Dengan jaringan layanan yang lebih mudah dijangkau, pengusaha bus dapat menjaga kondisi armada sekaligus mendukung kelancaran kegiatan operasional.
“Dalam bisnis transportasi, keandalan kendaraan dan dukungan purna jual menjadi faktor penting bagi kelancaran operasional. Kami membutuhkan kendaraan yang didukung layanan servis dan ketersediaan suku cadang agar armada dapat terus beroperasi dengan optimal,” ujar Rudi, Direktur PT Raja Trans Palu.
Kehadiran berbagai pilihan bus tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan kendaraan komersial tidak dapat disamaratakan.
Armada untuk angkutan antarkota tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan kendaraan yang digunakan untuk pariwisata. Begitu pula dengan bus yang beroperasi di kawasan perkebunan atau pertambangan dengan karakter medan yang lebih menantang.
Karena itu, pilihan mulai dari microbus, medium bus hingga big bus memungkinkan pengusaha menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan bisnisnya.
Di sisi lain, kehadiran produk seperti SDBL 4×4, MDBL 4×4 dan RM 280 ABS Retarder memperlihatkan upaya Hino menghadirkan pilihan kendaraan dengan karakter operasional yang lebih spesifik.
Bagi pasar Sulawesi Tengah, pendekatan tersebut menjadi relevan karena kebutuhan transportasi tidak hanya berasal dari mobilitas penumpang antarkota, tetapi juga sektor pariwisata, perkebunan dan pertambangan.
Melalui kombinasi pilihan produk dan dukungan purna jual, Hino berupaya memperkuat keberadaan bisnis busnya di Palu dan wilayah Sulawesi Tengah, sekaligus menjaga kedekatan dengan pengusaha transportasi yang menjadi pengguna armadanya.
(om/pd)








