Jangan Asal Gas, Ini 6 Tips Aman Naik Motor Saat Ada Abu Vulkanik

Tips Aman Naik Motor
Foto: Wahana Honda

OTO Mounture — Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, termasuk ketika harus tetap melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor. Abu vulkanik yang terbawa angin dapat mengganggu jarak pandang, membuat permukaan jalan menjadi licin, hingga berpotensi mengganggu kesehatan pengendara.

Partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil sehingga mudah terbawa udara dan terhirup. Paparannya dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, serta tenggorokan. Sementara itu, abu yang menempel di jalan juga berpotensi mengurangi daya cengkeram ban dan membuat kondisi berkendara menjadi lebih berisiko.

Karena itu, pengendara sepeda motor perlu menyesuaikan cara berkendara ketika melintasi wilayah yang terdampak abu vulkanik.

Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), melalui tim Safety Riding Promotion (SRP), mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan prinsip #Cari_Aman saat berkendara, termasuk ketika menghadapi kondisi lingkungan yang tidak normal.

“Keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga bagaimana pengendara memitigasi dan membaca risiko kecelakaan yang diakibatkan kondisi lingkungan. Saat menghadapi jalan yang terdampak abu vulkanik, pengendara perlu lebih tenang, tidak terburu-buru, dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan ketika harus berkendara di tengah paparan abu vulkanik?

BACA JUGA: Gran Max dan LCGC Dongkrak Penjualan Daihatsu pada Agustus 2026

1. Gunakan Helm dengan Visor Tertutup

Helm menjadi perlengkapan utama yang wajib digunakan ketika mengendarai sepeda motor. Saat abu vulkanik beterbangan, gunakan helm dengan visor dalam kondisi tertutup untuk membantu melindungi mata dan wajah dari paparan partikel abu.

Abu yang masuk ke mata dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu konsentrasi. Karena itu, pastikan visor dalam kondisi bersih, tidak rusak, dan tetap memberikan pandangan yang jelas.

2. Gunakan Masker, Utamakan yang Memiliki Filtrasi Baik

Abu vulkanik mengandung partikel halus yang dapat terhirup ketika berada di luar ruangan. Untuk membantu mengurangi paparan, pengendara disarankan menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang baik, seperti N95.

Pastikan masker terpasang dengan benar dan menutup hidung serta mulut. Penggunaan masker juga menjadi semakin penting ketika konsentrasi abu di udara cukup tinggi.

3. Kurangi Kecepatan Sepeda Motor

Jangan mempertahankan kecepatan seperti ketika kondisi jalan normal. Jalan yang tertutup abu vulkanik dapat memiliki daya cengkeram yang berbeda dan berpotensi menjadi lebih licin.

Dengan mengurangi kecepatan, pengendara memiliki waktu lebih banyak untuk membaca kondisi jalan, mengantisipasi kendaraan lain, serta mengendalikan sepeda motor apabila terjadi perubahan situasi secara tiba-tiba.

4. Perbesar Jarak Aman dengan Kendaraan di Depan

Menjaga jarak aman merupakan hal penting ketika berkendara di jalan yang terdampak abu vulkanik. Permukaan jalan yang licin dapat membuat proses pengereman membutuhkan jarak lebih panjang.

Dengan memberikan ruang lebih besar dari kendaraan di depan, pengendara memiliki waktu yang cukup untuk melakukan perlambatan apabila kendaraan di depannya berhenti atau terjadi situasi darurat.

5. Hindari Pengereman dan Manuver Mendadak

Jangan melakukan pengereman secara mendadak atau mengubah arah sepeda motor secara agresif ketika melintasi jalan yang tertutup abu. Lakukan pengereman secara bertahap dan kendalikan sepeda motor dengan gerakan yang halus.

Cara tersebut membantu menjaga keseimbangan, terutama ketika daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan berkurang. Pengendara juga perlu menghindari akselerasi berlebihan agar roda tidak kehilangan traksi.

6. Jangan Memaksakan Perjalanan Jika Jarak Pandang Terganggu

Ini menjadi salah satu hal terpenting ketika berkendara di tengah paparan abu vulkanik. Jika abu semakin tebal hingga mengganggu jarak pandang, jangan memaksakan diri untuk terus melaju. Kurangi kecepatan secara bertahap dan segera cari lokasi yang aman untuk berhenti.

Apabila memungkinkan, berlindunglah di area tertutup hingga kondisi lingkungan membaik dan perjalanan kembali aman untuk dilakukan.

“Pada kondisi seperti baru-baru ini pengendara harus mampu mengambil keputusan yang tepat. Apalagi paparan abu vulkanik yang terbawa angin begitu pekat, jangan terburu-buru serta jangan memaksakan perjalanan jika tidak memungkinkan. Mari jaga diri, jaga sesama, karena keselamatan di jalan juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan lain,” lanjut Agus Sani.

BACA JUGA: Chery J6T CSH Punya Tenaga 428 PS dan Jarak Tempuh 1.000 Km Lebih

Kondisi lingkungan saat terjadi aktivitas vulkanik dapat berubah dengan cepat. Karena itu, pengendara sepeda motor perlu memahami bahwa keselamatan bukan hanya soal kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga kemampuan membaca situasi dan mengambil keputusan.

Menggunakan perlengkapan berkendara yang tepat, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan perjalanan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.

Jika kondisi jalan atau jarak pandang sudah tidak memungkinkan, pilihan paling aman adalah berhenti dan menunggu kondisi kembali memungkinkan. Apa pun kondisinya, tetap #Cari_Aman, jaga diri, jaga sesama, dan utamakan keselamatan di setiap perjalanan.

(om/mg)

 

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *