
OTO Mounture — Pemilik BYD Atto 3 mengungkap pengalaman terkait masalah sistem pendingin udara (AC) kendaraannya yang disebut tidak dingin ketika mobil terparkir di bawah terik matahari.
Keluhan tersebut disampaikan melalui akun Threads @daviidliie. Dalam unggahannya, pemilik menceritakan rangkaian masalah yang dialami kendaraannya, mulai dari AC yang tidak dingin, aki 12 volt yang drop, hingga temuan freon yang berkurang drastis.
Namun, hingga saat ini penyebab pasti masalah tersebut masih dalam proses investigasi. Pemilik juga menyebut bengkel BYD masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber kebocoran freon.
Dalam unggahannya, pemilik menjelaskan masalah tersebut bermula setelah mobil menjalani servis berkala 40.000 kilometer pada Januari 2026.
Saat itu, pemilik mengaku mendapat rekomendasi untuk mengambil layanan AC Care dengan pekerjaan berupa pembersihan sistem AC, pengurasan freon, serta proses vacuum. Layanan tersebut dikenakan biaya Rp350.000.
Beberapa waktu kemudian, tepatnya pada Maret 2026 ketika melakukan perjalanan Jakarta-Bali, sejumlah masalah mulai dirasakan.
Salah satunya berkaitan dengan proses pengisian daya baterai. Pemilik mengklaim daya yang masuk hanya berada di kisaran 30-40 kW. Tidak lama setelah itu, masalah pada sistem AC juga mulai muncul.

BACA JUGA: BYD Atto 1 Mogok di Jalan, Pemilik Keluhkan Emergency Call Tak Bisa Dihubungi
Pemilik BYD Atto 3 tersebut mengatakan AC tidak langsung terasa dingin ketika kendaraan dinyalakan dan berada di bawah terik matahari. Menurut pengalamannya, udara dari AC baru mulai terasa dingin setelah mobil digunakan atau AC menyala selama sekitar 10 menit.
Pada periode yang sama, masalah lain juga muncul ketika aki 12 volt kendaraan mengalami drop. Pemilik kemudian menghubungi layanan darurat BYD. Teknisi dari BYD Denpasar datang dan melakukan pemeriksaan.
Namun, berdasarkan cerita pemilik, aki pengganti saat itu tidak tersedia di BYD Denpasar sehingga teknisi melakukan jumper menggunakan kendaraan BYD M6.
Setelah itu, mobil dapat kembali digunakan untuk perjalanan menuju Jakarta. Penggantian aki 12 volt kemudian dilakukan, tetapi masalah AC yang tidak dingin ketika mobil terpapar panas masih dirasakan.
Pemilik kemudian kembali membawa kendaraan ke bengkel resmi untuk melaporkan masalah AC tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan masalah yang dianggap mengkhawatirkan saat itu.
Karena BYD Atto 3 merupakan kendaraan satu-satunya yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari, pemilik mengaku tetap menggunakan mobil tersebut. Ia juga sempat menduga kondisi AC berkaitan dengan Battery Management System (BMS), khususnya proses pengelolaan temperatur baterai kendaraan listrik.
Namun, seiring waktu, pemilik mulai merasakan perubahan lain pada konsumsi energi baterai.
BACA JUGA: Changan Deepal S07 Dipertanyakan Netizen, Aftersales Jadi Kekhawatiran Sebelum SPK
Dalam unggahannya, pemilik mengklaim konsumsi energi BYD Atto 3 miliknya mengalami perubahan. Jika sebelumnya satu persen baterai dapat digunakan untuk menempuh sekitar 4 kilometer, belakangan jaraknya disebut turun menjadi sekitar 2,8-3,2 kilometer per satu persen baterai.
Pemilik kemudian menunggu hingga jadwal servis berkala 60.000 kilometer untuk kembali melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan kondisi freon yang disebut mengalami penurunan cukup signifikan.
Freon yang sebelumnya disebut berada pada angka 1.100 kemudian hanya tersisa sekitar 500. Pihak BYD kemudian menyarankan agar dilakukan kembali pemeriksaan melalui layanan AC Care.
Temuan tersebut membuat pemilik mengingat kembali layanan AC Care yang dilakukan ketika servis 40.000 kilometer.
Menurut pengakuannya, sebelum layanan tersebut dilakukan, AC kendaraan masih berfungsi normal. Setelahnya, ia mulai merasakan masalah pada sistem pendingin udara. Meski demikian, pemilik tidak langsung menyimpulkan bahwa layanan AC Care menjadi penyebab kerusakan.
Saat ini, menurut unggahannya, masih dilakukan investigasi untuk mengetahui apakah terdapat kebocoran pada sistem AC atau terdapat prosedur pengerjaan yang perlu dievaluasi.
Masalah semakin mengarah pada dugaan kebocoran setelah freon kembali diisi hingga angka 1.100. Pemilik menyebut level freon tersebut kembali turun dengan cepat.
Berdasarkan pemeriksaan awal, teknisi kemudian mengindikasikan adanya kemungkinan kebocoran pada sistem AC. Mobil pun akhirnya harus diinapkan di bengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna menemukan lokasi kebocoran.
Kasus yang dialami pemilik BYD Atto 3 tersebut masih berupa pengalaman dan keluhan individu yang disampaikan melalui media sosial.
Belum ada kesimpulan bahwa masalah tersebut merupakan kelemahan atau cacat bawaan pada BYD Atto 3. Begitu pula hubungan antara layanan AC Care dengan dugaan kebocoran freon masih belum dapat dipastikan.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui sumber masalah sebenarnya, termasuk memastikan apakah kebocoran berasal dari komponen sistem AC, sambungan, atau bagian lainnya.
Karena itu, pemilik BYD Atto 3 yang mengalami gejala serupa sebaiknya melakukan pemeriksaan di bengkel resmi, terutama jika AC tidak dingin, performanya membutuhkan waktu lama untuk dingin, atau terdapat indikasi freon berkurang.
Dalam kasus ini, hasil investigasi bengkel akan menjadi informasi penting untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari masalah AC yang dialami pemilik BYD Atto 3 tersebut.
(om/ls)








