
OTO Mounture — Jenama otomotif asal Jerman, Opel mengumumkan penundaan peluncuran Corsa generasi terbaru dari rencana awal 2027 menjadi 2028.
Menariknya, generasi anyar mobil kompak tersebut akan hadir sebagai mobil listrik murni dengan harga yang ditargetkan mulai sekitar 25.000 euro atau Rp473 jutaan.
CEO Opel, Florian Huettl, mengonfirmasi jadwal tersebut dalam wawancara dengan Welt am Sonntag.
“Model ini akan hadir pada 2028, sepenuhnya listrik, dan harganya sekitar 25.000 euro,” ujarnya dikutip dari Welt, Rabu, 26 Agustus 2026.
Opel telah lama diketahui menyiapkan penerus Corsa berbasis STLA Small, platform kendaraan Stellantis yang dikembangkan untuk mendukung elektrifikasi mobil-mobil berukuran kompak.
Berbeda dari Corsa saat ini yang tersedia dengan pilihan mesin bensin, hybrid, dan listrik, Corsa generasi terbaru akan ditawarkan khusus sebagai mobil listrik berbasis baterai.
Florian, mengatakan model tersebut diharapkan dapat membantu memperluas penggunaan kendaraan listrik pada segmen entry-level.
STLA Small secara teknis dapat mengakomodasi berbagai jenis sistem penggerak, tetapi Stellantis mengembangkan platform tersebut dengan fokus kuat terhadap elektrifikasi jajaran produknya.
BACA JUGA: Suzuki e Sky Resmi Diperkenalkan, Siap Lawan BYD Racco
Corsa merupakan salah satu model paling penting bagi Opel. Mobil ini tidak hanya menjadi model terlaris Opel, tetapi juga termasuk salah satu mobil kompak populer di pasar Jerman.
Karena itu, perubahan generasi Corsa menjadi langkah penting bagi strategi elektrifikasi Opel.
Meski peluncurannya mundur satu tahun, Huettl menilai kondisi pasar kendaraan listrik akan semakin mendukung ketika Corsa generasi terbaru meluncur pada 2028.
Menurutnya, pilihan mobil listrik semakin beragam, infrastruktur pengisian daya terus berkembang, dan kebijakan pemerintah memberikan dukungan terhadap elektrifikasi.
Selain itu, kenaikan harga bahan bakar juga dapat membuat mobil listrik lebih ekonomis bagi konsumen.
Salah satu informasi paling menarik dari Corsa generasi terbaru adalah target harganya. Opel menargetkan harga awal sekitar 25.000 euro atau Rp472,5 juta dengan asumsi kurs Rp18.900 per euro.
Harga tersebut cukup agresif untuk mobil listrik generasi baru di pasar Eropa. Namun, angka tersebut masih merupakan target yang disampaikan CEO Opel dan bukan harga final untuk seluruh varian.
Sebagai pembanding, Opel Corsa Electric saat ini memiliki pilihan baterai NMC dengan kapasitas bersih 46 kWh dan 49 kWh. Model tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 429 kilometer.
Harga daftar Corsa Electric saat ini dimulai dari sekitar 30.440 euro atau Rp575,3 juta dengan asumsi kurs yang sama. Artinya, target harga Corsa listrik generasi berikutnya berpotensi sekitar Rp103 juta lebih murah dibandingkan harga awal Corsa Electric saat ini di pasar Eropa.
BACA JUGA: VinFast Cetak Rekor Baru, Penjualan Mobil Listrik Capai 137.697 Unit hingga Juli 2026
Selain harga, Opel juga mengisyaratkan peningkatan pada sektor baterai dan jarak tempuh. Corsa generasi terbaru disebut akan menggunakan baterai berkapasitas lebih besar dan menawarkan jarak tempuh yang jauh lebih panjang dibandingkan model saat ini.
Namun, Opel belum mengungkap kapasitas baterai, tenaga motor listrik, maupun angka jarak tempuh resmi untuk Corsa 2028.
Informasi lebih lengkap mengenai teknologi yang akan digunakan kemungkinan mulai terungkap ketika Peugeot memperkenalkan e-208 generasi kedua, yang juga akan menjadi salah satu model pertama Stellantis berbasis STLA Small.
Sebelum Corsa generasi baru hadir pada 2028, Opel akan memperkenalkan Corsa GSE listrik pada tahun ini.
Versi performa tersebut masih menggunakan platform e-CMP seperti Corsa generasi saat ini. Namun, performanya akan menjadi salah satu daya tarik utama.
Corsa GSE diperkirakan mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 5,5 detik. Jika angka tersebut terealisasi, Corsa GSE akan menjadi model produksi Opel dengan akselerasi tercepat.
Kehadiran Corsa GSE juga menunjukkan bahwa Opel tidak hanya mengembangkan mobil listrik untuk mengejar efisiensi, tetapi mulai menggabungkan elektrifikasi dengan karakter performa.
(om/ril)








