Suzuki e Sky Resmi Diperkenalkan, Siap Lawan BYD Racco

Suzuki e Sky

OTO Mounture — Suzuki resmi mengungkap gambar dan detail pertama Suzuki e Sky, mobil listrik produksi yang dikembangkan dari konsep Vision e-Sky.

Mobil listrik mungil ini dijadwalkan meluncur di Jepang pada musim gugur 2026, sebelum menyusul ke pasar Eropa dan Inggris pada 2027.

Kehadiran Suzuki e Sky sekaligus menambah jajaran mobil listrik produksi Suzuki. Model ini menyusul e Vitara dan e Every yang lebih dulu diperkenalkan.

Berbeda dengan kedua model tersebut, Suzuki e Sky menjadi mobil listrik pertama Suzuki yang masuk ke segmen light passenger EV yang tengah berkembang di Jepang.

Suzuki menyebut e Sky dirancang untuk membantu pengemudi beralih dari kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) menuju mobil listrik.

Karena itu, mobil ini dikembangkan sebagai kendaraan ringan untuk penggunaan sehari-hari dengan mengutamakan kenyamanan, akselerasi yang halus, serta kabin yang lebih senyap.

Secara tampilan, Suzuki e Sky masih mempertahankan karakter utama dari konsep Vision e-Sky yang diperkenalkan pada 2025. Meski demikian, sejumlah elemen futuristis pada versi konsep dibuat lebih sederhana untuk kebutuhan produksi massal.

Bagian depan kini menggunakan lampu LED berukuran lebih besar dengan latar belakang berwarna gelap. Gril iluminasi pada mobil konsep juga digantikan trim hitam.

Logo Suzuki terbaru ditempatkan pada bagian hidung yang dibuat lebih berlekuk, sementara bumper memiliki satu saluran masuk udara untuk kebutuhan pendinginan.

Pada bagian samping, desainnya tetap mempertahankan siluet khas mobil konsep. Namun, Suzuki menggunakan pelek yang lebih kecil, spion berukuran lebih besar, serta gagang pintu konvensional yang mengingatkan pada Suzuki Alto.

Desain atap mengambang dan trim pilar C dengan warna senada bodi tetap dipertahankan.

Sementara itu, bagian belakang mendapatkan lampu LED yang dibuat lebih besar dan tebal. Suzuki juga memasang gagang pintu bagasi yang terlihat jelas serta cladding sewarna bodi pada bumper belakang.

BACA JUGA: Kalah dari Merek Lokal, Chevrolet Setop Jual Mobil di Tiongkok

Sebagai mobil yang ditujukan untuk pasar kei car Jepang, Suzuki e Sky memiliki dimensi yang mengikuti regulasi kendaraan mungil di negara tersebut.

Mobil listrik ini memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.625 mm. Sementara jarak sumbu rodanya mencapai 2.460 mm.

Dengan ukuran tersebut, e Sky dirancang agar tetap praktis digunakan di lingkungan perkotaan Jepang yang memiliki jalan dan area parkir relatif terbatas.

Masuk ke dalam kabin, Suzuki e Sky mengusung desain dashboard yang masih memiliki kemiripan dengan versi konsep. Namun, material dan detail interior dibuat lebih sederhana untuk menyesuaikan kebutuhan produksi.

Bagian tengah dashboard dihuni layar infotainment berukuran 10,1 inci yang dipadukan dengan panel instrumen digital.

Berbeda dari sejumlah mobil listrik modern yang menggunakan pengoperasian serba digital, Suzuki e Sky masih memiliki tuas transmisi otomatis konvensional serta panel khusus untuk pengaturan sistem pendingin kabin.

Fitur lainnya mencakup kompartemen praktis di sisi penumpang dashboard, kursi dan setir berpemanas, serta rem parkir elektrik.

Untuk menghadapi musim dingin di Jepang, Suzuki juga membekali e Sky dengan heat pump yang dipadukan dengan pemanas udara elektrik. Sistem tersebut dirancang membantu meningkatkan efisiensi penggunaan energi ketika suhu lingkungan rendah.

Seperti kebanyakan kei car, kabin Suzuki e Sky memiliki konfigurasi empat penumpang dengan ruang bagasi yang relatif kecil.

BACA JUGA: Chery Investasi Besar di Inggris, Pusat R&D Baru Segera Beroperasi

Suzuki e Sky menggunakan Heartect e architecture, sebuah platform yang dikembangkan untuk kendaraan listrik perkotaan. Sistem penggeraknya disebut menggunakan e-Axle di bagian depan yang mengintegrasikan motor listrik, inverter, dan rangkaian roda gigi.

Suzuki belum mengumumkan secara resmi output motor listriknya. Namun, regulasi kei car Jepang menetapkan batas maksimum tenaga kendaraan listrik pada sekitar 63 hp (47 kW/64 PS).

Untuk sumber energinya, e Sky dilaporkan menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh yang ditempatkan di bawah lantai. Dengan baterai tersebut, Suzuki menargetkan jarak tempuh hingga 310 km.

Angka tersebut cukup tinggi untuk ukuran mobil listrik kei di Jepang. Suzuki mengklaim pencapaian jarak tempuh tersebut didukung oleh desain aerodinamika yang lebih baik, efisiensi motor listrik, serta pengurangan bobot kendaraan. Suzuki e Sky sendiri memiliki bobot sekitar 1.030 kg.

Suzuki e Sky mendukung sejumlah metode pengisian daya. Menggunakan soket rumah standar, pengisian penuh baterai diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 8 jam. Sementara dengan wallbox 6 kW, waktu pengisian dapat dipangkas menjadi sekitar 4,5 jam.

Mobil listrik ini juga mendukung DC fast charging 50 kW. Dengan sistem tersebut, baterai dapat diisi dari kondisi tertentu hingga 80 persen dalam sekitar 25 menit.

Menariknya, Suzuki e Sky juga memiliki dukungan Vehicle-to-Home (V2H). Mobil ini dapat menyediakan daya untuk kebutuhan eksternal melalui soket AC 100V/1.500W.

Fitur tersebut memungkinkan energi yang tersimpan di baterai kendaraan dimanfaatkan untuk menyalakan perangkat eksternal.

Suzuki e Sky dijadwalkan mulai dijual di Jepang pada musim gugur 2026. Di pasar domestiknya, mobil listrik ini akan berhadapan dengan sejumlah kei EV seperti Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, Honda N-One e, serta BYD Racco.

Suzuki kemudian berencana memperluas pemasaran e Sky ke Eropa dan Inggris mulai 2027.

Di kawasan tersebut, Suzuki e Sky akan memasuki persaingan dengan sejumlah mobil listrik mungil seperti Renault Twingo E-Tech, Dacia Spring generasi berikutnya, serta versi produksi dari konsep Volkswagen ID.Every1.

Dengan dimensi kompak, baterai 26 kWh, dan target jarak tempuh 310 km, Suzuki e Sky berpotensi menjadi salah satu mobil listrik mungil yang menarik untuk penggunaan perkotaan.

Kehadirannya juga menunjukkan bahwa Suzuki tidak hanya mengembangkan SUV listrik, tetapi mulai memperluas pilihan EV ke kendaraan berukuran kecil yang lebih ringan dan praktis untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

(om/ls)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *