BlueCharge Perluas Jaringan EV Charging Station di GIIAS 2026, Bidik Mal, Hotel, hingga Apartemen

BlueCharge GIIAS 2026

OTO Mounture — Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus membuka peluang baru bagi pengembangan infrastruktur pendukung. Melihat tren tersebut, BlueCharge memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk memperluas jaringan EV Charging Station dengan menyasar sektor properti komersial, mulai dari pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, hingga kawasan perkantoran.

Dalam pameran yang berlangsung pada 30 Juli–9 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang, BlueCharge hadir di area Tri Energi Berkarya (TEB), Hall 11 Booth F10 (Factory Outlet). Pengunjung dapat melihat secara langsung unit EV Charging Station sekaligus mengenal solusi pengisian daya yang ditawarkan perusahaan.

Partisipasi di GIIAS 2026 menjadi langkah strategis BlueCharge untuk memperkenalkan teknologi pengisian daya kendaraan listrik sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pemilik maupun pengelola berbagai jenis properti komersial.

Tidak hanya menyasar pengguna kendaraan listrik, BlueCharge juga mengajak pengelola mal, hotel, apartemen, gedung perkantoran, kawasan komersial, hingga fasilitas publik untuk menghadirkan infrastruktur pengisian daya di lokasi mereka.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas charging yang semakin mudah dijangkau seiring bertambahnya populasi kendaraan listrik di Indonesia.

BACA JUGA: Ini yang Bisa Dinikmati di Booth Wuling GIIAS 2026, dari Aira EV hingga Lucky Dip

VP Business Development BlueCharge, Max Adam Kamil, mengatakan keberadaan EV charger kini mulai menjadi salah satu fasilitas yang dipertimbangkan dalam pengembangan sebuah properti.

“Kami melihat EV charger semakin berkembang menjadi bagian dari kebutuhan fasilitas sebuah properti. Perkantoran, mal, apartemen, hotel hingga kawasan komersial mulai mempertimbangkan kesiapan infrastruktur charging sebagai bagian dari layanan kepada pengguna mereka,” ujar Max.

Menurutnya, GIIAS menjadi momentum yang tepat untuk bertemu dengan calon mitra sekaligus memperkenalkan berbagai peluang kerja sama dalam pengembangan jaringan EV Charging Station.

“Kami ingin membuka lebih banyak percakapan dengan pemilik dan pengelola properti mengenai bagaimana EV charging dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan masing-masing lokasi. Potensi kolaborasinya masih sangat luas,” tambahnya.

BACA JUGA: GIIAS 2026: Hino Luncurkan Bus RM 280 ABS Retarder dengan Bagasi Lebih Luas

Ekspansi BlueCharge didorong oleh pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional yang terus meningkat.

Berdasarkan data pemerintah, jumlah kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai sekitar 413 ribu unit hingga Maret 2026. Sementara itu, jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah mencapai 4.769 unit pada awal 2026.

Pemerintah juga terus mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik melalui penguatan industri nasional dan pembangunan infrastruktur pengisian daya yang lebih luas.

Pengembangan jaringan charging dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam beralih ke kendaraan listrik, terutama bagi pengguna yang membutuhkan akses pengisian daya di tempat kerja maupun lokasi publik.

Selain memperkenalkan produknya, BlueCharge juga memanfaatkan GIIAS 2026 sebagai ajang memperkuat posisi merek di industri EV charging Indonesia.

Head of Marketing Communication Centrepark Group, Prima Diani, mengatakan perusahaan ingin BlueCharge menjadi salah satu nama yang pertama diingat ketika masyarakat membutuhkan layanan pengisian daya kendaraan listrik maupun saat pengelola properti ingin memasang EV charger.

“Kami ingin ketika masyarakat membutuhkan tempat charging atau ketika pemilik properti mulai mempertimbangkan pemasangan EV charger, BlueCharge menjadi salah satu nama pertama yang mereka ingat,” jelas Prima.

Menurutnya, pameran otomotif juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung bentuk dan cara penggunaan EV Charging Station sehingga teknologi tersebut terasa semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari.

“EV charging seharusnya terasa semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari. Karena itu, kami ingin memperkenalkan BlueCharge bukan hanya sebagai teknologi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem mobilitas yang semakin mudah diakses,” tutupnya.

(om/pd)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *