
OTO Mounture — Banyak pemilik mobil hanya fokus merawat empat ban utama, padahal ban serep juga memiliki peran penting saat terjadi keadaan darurat di perjalanan. Ban serep yang jarang diperiksa berisiko kempis atau tidak layak pakai ketika benar-benar dibutuhkan.
Mitsubishi Motors mengingatkan bahwa ban serep juga memerlukan perawatan rutin, mulai dari pengecekan tekanan angin hingga rotasi ban untuk tipe tertentu. Berikut beberapa hal penting yang wajib diketahui pemilik mobil Mitsubishi.
1. Posisi Ban Serep Berbeda di Setiap Model
Letak ban serep pada mobil Mitsubishi tidak sama di setiap model. Pada Mitsubishi Pajero Sport, ban serep berada di bawah dek bagasi bagian belakang (di luar kabin), sementara tool kit tersimpan di panel interior sisi kiri bagasi.
Posisi serupa juga digunakan pada keluarga Mitsubishi Xpander, hanya saja tool kit berada di panel sisi kanan bagasi.
Sedangkan pada Mitsubishi Xforce, ban serep disimpan di dalam kabin, tepat di bawah lantai bagasi. Tool kit juga berada di panel sebelah kanan bagasi.
2. Mitsubishi Menggunakan Dua Jenis Ban Serep
Secara umum terdapat dua tipe ban serep yang digunakan pada mobil Mitsubishi, yaitu:
– Space Saver, berukuran lebih tipis dan menggunakan velg baja (velg kaleng).
– Full Size, memiliki ukuran dan spesifikasi yang sama dengan ban utama, termasuk penggunaan velg yang identik.
Perbedaan ini memengaruhi cara penggunaan maupun perawatannya.
BACA JUGA: Geely Gelar Refining Tomorrow di Mandalika, Tampilkan Coolray hingga ZEEKR 009
3. Tekanan Angin Ban Serep Harus Rutin Dicek
Karena jarang digunakan, tekanan angin ban serep sering kali luput dari perhatian. Padahal, ban serep yang kempis tidak akan membantu ketika terjadi ban bocor di tengah perjalanan.
Mitsubishi menyarankan tekanan angin sebagai berikut:
– Ban serep Space Saver: 60 PSI.
– Ban serep Full Size: mengikuti tekanan angin ban utama sesuai rekomendasi pabrikan.
Pemeriksaan tekanan angin sebaiknya dilakukan secara berkala bersamaan dengan pengecekan ban utama.
4. Space Saver Memiliki Batas Kecepatan
Ban serep tipe Space Saver hanya digunakan sebagai solusi sementara. Saat menggunakan ban jenis ini, pengemudi disarankan tidak melaju lebih dari 60–80 km/jam hingga ban utama diperbaiki atau diganti.
Berbeda dengan itu, ban serep Full Size tidak memiliki batasan kecepatan khusus karena spesifikasinya sama dengan ban utama.
5. Ban Serep Full Size Sebaiknya Ikut Rotasi
Jika mobil menggunakan ban serep Full Size, Mitsubishi menyarankan agar ban tersebut ikut dimasukkan dalam jadwal rotasi ban. Rotasi sebaiknya dilakukan setiap 10.000 kilometer agar tingkat keausan seluruh ban tetap merata dan usia pakainya lebih panjang.
BACA JUGA: 5 Langkah Pertolongan Pertama Saat Kaki Kena Knalpot Motor
6. Beri Penanda Setelah Ban Serep Digunakan
Setelah ban serep Full Size digunakan menggantikan ban utama, sebaiknya beri tanda agar pemilik kendaraan segera memperbaiki ban yang rusak.
Cara sederhana yang disarankan adalah dengan merenggangkan atau membalik cover penutup bagasi sebagai pengingat bahwa ban utama masih perlu diperbaiki.
7. Periksa Kembali Kekencangan Mur Roda
Setelah mengganti ban menggunakan ban serep, jangan lupa memeriksa kembali kekencangan mur roda. Idealnya pemeriksaan dilakukan setelah kendaraan menempuh jarak sekitar 100 hingga 200 kilometer untuk memastikan roda tetap terpasang dengan aman.
8. Ban Serep Sama Pentingnya dengan Ban Utama
Meski jarang digunakan, kondisi ban serep dapat menentukan keselamatan dan kenyamanan saat menghadapi kondisi darurat di jalan.
Melakukan pengecekan tekanan angin secara berkala, memastikan kondisi tapak ban masih baik, serta memahami batas penggunaan ban serep akan membantu menghindari masalah ketika ban utama mengalami kerusakan.
Dengan perawatan yang tepat, ban serep selalu siap digunakan kapan pun dibutuhkan sehingga perjalanan tetap aman dan nyaman.
(om/pd)








