Tips Aman Road Trip Saat Libur Sekolah: Cek Ban hingga Antisipasi Microsleep Sebelum Berangkat

OTO Mounture — Musim libur sekolah menjadi salah satu periode dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi. Banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk berlibur ke berbagai destinasi wisata menggunakan kendaraan pribadi. Namun, sebelum memulai perjalanan jauh, kondisi kendaraan perlu dipastikan dalam keadaan prima agar perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

Melihat tren peningkatan perjalanan selama musim liburan, PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan kendaraan, terutama kondisi ban yang menjadi satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, mengatakan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama ketika masyarakat melakukan perjalanan bersama keluarga.

Menurutnya, momentum liburan sekolah yang diiringi peningkatan mobilitas masyarakat menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan kendaraan sebelum melakukan perjalanan.

“Melalui tips ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan, khususnya ban, serta menerapkan kebiasaan berkendara yang aman. Persiapan yang baik dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko di jalan,” ujar Mukiat.

BACA JUGA: Daftar 10 Merek Mobil Terlaris Indonesia Mei 2026, Geely dan Jaecoo Bersinar

1. Lakukan Pengecekan Ban Sebelum Memulai Perjalanan

Salah satu langkah terpenting sebelum road trip adalah memastikan kondisi ban dalam keadaan baik. Ban yang kurang tekanan angin atau mengalami kerusakan dapat meningkatkan risiko kecelakaan sekaligus membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:

– Tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.
– Kondisi ban cadangan agar siap digunakan jika terjadi keadaan darurat.
– Kedalaman alur ban minimal 1,6 mm untuk menjaga daya cengkeram di jalan.
– Tidak terdapat sobekan, benjolan, atau benda tajam yang menempel pada permukaan ban.

Khusus kendaraan listrik (EV), pemeriksaan tekanan ban menjadi semakin penting karena bobot kendaraan yang lebih berat dibanding mobil konvensional. Tekanan ban yang tepat dapat membantu menjaga performa sekaligus memperpanjang usia pakai ban.

Selain itu, pengemudi juga disarankan memahami penggunaan tire repair kit apabila kendaraan tidak dilengkapi ban cadangan.

2. Persiapkan Kendaraan Sesuai Jenis Penggeraknya

Bagi pengguna kendaraan listrik atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), perencanaan perjalanan perlu mencakup lokasi pengisian daya baterai.

Sebelum berangkat, pastikan:

– Baterai kendaraan terisi penuh.
– Lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sudah direncanakan.
– Jalur perjalanan memiliki akses pengisian daya yang memadai.

Selain itu, simpan nomor layanan darurat seperti derek resmi jalan tol dan layanan bantuan dari agen pemegang merek (APM) kendaraan untuk mengantisipasi situasi tidak terduga.

BACA JUGA: Kawasaki Luncurkan 3 Model Terbaru di Jakarta Fair 2026, Ini Harga dan Spesifikasinya

3. Terapkan Gaya Berkendara yang Aman dan Efisien

Keselamatan selama perjalanan tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga perilaku pengemudi.

Beberapa kebiasaan yang disarankan selama perjalanan antara lain:

– Hindari Akselerasi Agresif: Menginjak pedal gas secara berlebihan dapat meningkatkan konsumsi energi maupun bahan bakar serta mengurangi kenyamanan penumpang.

-Antisipasi Sistem Regenerative Braking: Pada kendaraan listrik dan hybrid, sistem regenerative braking dapat memberikan sensasi perlambatan yang berbeda dibanding kendaraan konvensional. Pengemudi perlu beradaptasi agar proses pengereman tetap halus dan aman.

– Tingkatkan Kewaspadaan: Saat memasuki kawasan wisata atau area perkotaan yang ramai, pengemudi perlu lebih waspada terhadap pejalan kaki, pesepeda, maupun kendaraan lain yang bergerak secara tiba-tiba.

4. Cegah Microsleep Saat Perjalanan Jauh

Microsleep menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi pada perjalanan jarak jauh. Kondisi ini membuat pengemudi tertidur dalam waktu sangat singkat tanpa disadari.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Bridgestone Indonesia menyarankan penerapan aturan 2 jam atau 200 kilometer. Artinya, pengemudi dianjurkan untuk beristirahat setiap dua jam atau setelah menempuh jarak sekitar 200 kilometer.

Jika mulai merasa mengantuk, solusi paling efektif adalah berhenti di tempat aman dan tidur singkat selama sekitar 15 menit. Cara ini terbukti lebih efektif dibanding memaksakan diri mengemudi dalam kondisi lelah.

5. Ketahui Prosedur Darurat Saat Terjadi Kendala di Jalan

Kondisi darurat seperti ban bocor atau kendaraan mogok dapat terjadi kapan saja selama perjalanan.

Apabila mengalami kondisi tersebut, langkah yang perlu dilakukan adalah:

– Kurangi kecepatan secara bertahap.
– Menepi di lokasi yang aman.
– Nyalakan lampu hazard.
– Pasang segitiga pengaman pada jarak yang sesuai.

Untuk kendaraan listrik, proses evakuasi juga perlu diperhatikan. Bridgestone mengingatkan agar kendaraan listrik menggunakan derek gendong atau towing ketika mengalami gangguan. Penggunaan derek konvensional berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem penggerak kendaraan.

(om/ns)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *