
OTO Mounture — Pasar sepeda motor Indonesia masih menunjukkan dinamika yang menarik sepanjang 2026. Berdasarkan data terbaru Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan domestik pada Mei 2026 tercatat sebanyak 479.388 unit, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 505.350 unit.
Meski pasar domestik mengalami koreksi, kinerja ekspor justru menunjukkan tren positif, terutama pada ekspor sepeda motor utuh (CBU) dan komponen (part by part) yang mencatat pertumbuhan signifikan.
Pada Mei 2026, distribusi sepeda motor ke pasar domestik mencapai 479.388 unit, sedangkan pada Mei 2025 sebanyak 505.350 unit. Artinya, terjadi penurunan sebanyak 25.962 unit atau sekitar 5,14 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih menunjukkan bahwa pasar sepeda motor nasional tetap berada di level yang tinggi dengan rata-rata penjualan mendekati setengah juta unit per bulan.
BACA JUGA: IDRS Resmi Dideklarasikan, Jadi Standar Baru Keselamatan Sepeda Motor di Indonesia
Berbeda dengan pasar domestik, ekspor motor dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) justru mencatat pertumbuhan. Terjadi kenaikan sebanyak 10,36 persen, dari 49.618 unit di Mei 2025, menjadi 54.759 unit pada Mei 2026.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa produk sepeda motor buatan Indonesia masih memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional.
Sementara untuk ekspor Completely Knocked Down (CKD), kinerjanya sedikit melemah. Terjadi penurunan sebanyak 19.637 unit atau sekitar 2,74 persen dari 717.251 unit pada Mei 2025 menjadi 697.614 unit pada Mei 2026.
Meski demikian, volume ekspor CKD masih tergolong besar dan tetap menjadi salah satu kontributor utama ekspor industri roda dua nasional.
Kinerja paling impresif datang dari ekspor komponen atau part by part. Terjadi kenaikan sebanyak 3.751.688 unit atau sekitar 29,25 persen. Pada Mei 2025 mencatat 12.825.984 unit, sedangkan Mei 2026 mencetak 16.577.672 unit.
Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan komponen sepeda motor produksi Indonesia di berbagai negara tujuan ekspor.
BACA JUGA: Motul Indonesia Perkuat Jaringan Aftermarket Lewat Dunlop Shop Gathering 2026
Jika melihat akumulasi lima bulan pertama tahun ini, pasar domestik relatif stabil. Namun sektor ekspor menunjukkan pergerakan yang lebih beragam.
Penjualan domestik naik 0,74 persen, dari 2.595.303 unit pada periode Januari – Mei 2025 menjadi 2.614.451 unit di Januari-Mei 2026. Kenaikan mencapai 19.148 unit atau sekitar 0,74 persen.
Meskipun pertumbuhannya tipis, hasil ini menunjukkan permintaan pasar domestik masih mampu bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Sementara Ekspor CBU melonjak 23,13 persen, di mana pada Januari – Mei 2025 hanya mencatatkan penjualan 216.647 unit, di periode Januari – Mei 2026 sukses mencetak 266.752 unit.
Terjadi peningkatan sebanyak 50.105 unit atau sekitar 23,13 persen. Ini menjadi pertumbuhan tertinggi di segmen ekspor kendaraan utuh dalam lima bulan pertama tahun 2026.
Sedangkan ekspor CKD justru mengalami penurunan sebesar 6,46 persen, di mana pada periode Januari – Mei 2026 hanya mencatatkan penjualan sebanyak 3.219.392 unit, sementara periode sama tahun lalu mencatat 3.441.847 unit.
Penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan kebutuhan pasar ekspor yang mulai bergeser ke model distribusi lain, termasuk kendaraan utuh maupun komponen.
Kemudian pada ekspor part by part terjadi peningkatan sebanyak 15.444.204 unit atau sekitar 29,93 persen. Pada Januari – Mei 2025 mencatat 51.590.665 unit, sedangkan periode Januari – Mei 2026 meraup 67.034.869 unit.
Kenaikan hampir 30 persen ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi komponen sepeda motor penting di kawasan Asia.
Data AISI menunjukkan bahwa sepanjang Januari-Mei 2026, pasar domestik cenderung stabil dengan pertumbuhan tipis. Di sisi lain, ekspor motor utuh (CBU) dan komponen mengalami pertumbuhan yang cukup kuat.
Khusus ekspor komponen yang melonjak hampir 30 persen, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa industri sepeda motor Indonesia semakin dipercaya sebagai basis manufaktur global.
Sementara itu, pertumbuhan ekspor CBU di atas 23 persen menunjukkan daya saing produk sepeda motor Indonesia masih sangat kompetitif di pasar internasional.
(om/ril)








