Secure Parking Andalkan Teknologi LPR untuk Kurangi Antrean Kendaraan Saat Jam Sibuk

Secure Parking Indonesia

OTO Mounture — Hujan deras yang turun bersamaan dengan jam pulang kantor sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola kawasan perkotaan. Kendaraan yang keluar secara bersamaan dari pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, maupun kawasan komersial dapat memicu antrean panjang dalam waktu singkat.

Dalam kondisi seperti ini, sistem parkir menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kelancaran arus kendaraan. Bagi Secure Parking Indonesia (SPI), kualitas operasional justru diuji saat volume kendaraan meningkat, bukan ketika situasi berjalan normal.

“Sistem parkir tidak diuji saat kondisi normal. Sistem diuji ketika volume kendaraan meningkat, situasi berubah, tapi layanan tetap harus berjalan dengan cepat, akurat, dan tertib,” ujar General Manager Operation Secure Parking Indonesia, Andiyanto.

Bagi banyak orang, proses parkir mungkin terlihat sederhana. Pengguna hanya perlu masuk area parkir, menemukan ruang kosong, melakukan pembayaran, lalu keluar. Namun di balik proses tersebut terdapat sistem operasional yang harus mengelola ritme kendaraan, akurasi transaksi, hingga koordinasi petugas secara bersamaan.

Dalam mobilitas perkotaan yang semakin tinggi, gangguan kecil di area parkir dapat berdampak pada arus lalu lintas di kawasan sekitar. Karena itu, pengelolaan parkir kini menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas urban yang lebih tertib dan efisien.

Menurut Andiyanto, menjaga kelancaran arus kendaraan tidak bisa dipisahkan dari integritas operasional. Saat kondisi padat, antrean harus tetap terurai tanpa mengorbankan akurasi maupun akuntabilitas transaksi.

“Menjaga layanan parkir agar semakin seamless dengan arus kendaraan tetap terkendali tidak bisa dipisahkan dari integritas operasional. Kepadatan antrean harus terurai tanpa mengorbankan akurasi maupun akuntabilitas transaksi,” tambahnya.

BACA JUGA: Chery Super Hybrid Diklaim Cocok untuk Liburan, Hemat Biaya dan Nyaman untuk Perjalanan Jauh

Untuk mendukung operasional di lapangan, Secure Parking Indonesia mengembangkan Epsilon Parking System (EPS) yang mengintegrasikan berbagai teknologi digital dalam satu ekosistem.

Sistem ini mencakup teknologi License Plate Recognition (LPR), sistem parkir tanpa tiket eNOS, pembayaran non-tunai, monitoring real-time, hingga digital audit trail.

Salah satu komponen utama EPS adalah teknologi LPR yang tidak hanya membaca nomor polisi kendaraan, tetapi juga melakukan proses verifikasi dan validasi otomatis (2V) sebelum transaksi diproses.

Kemampuan tersebut membantu meningkatkan akurasi identifikasi kendaraan sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan tanpa mengurangi aspek keamanan.

“Pengguna mungkin hanya melihat kendaraan masuk dan keluar dengan lancar. Padahal di belakangnya, sistem harus terus melakukan verifikasi dan validasi secara real time untuk memastikan kendaraan yang tepat, transaksi yang tepat, dan arus kendaraan yang tetap lancar tanpa mengorbankan keamanan,” ujar Deputy GM Business Development Regional Secure Parking Indonesia, Hendri.

BACA JUGA: 7 Destinasi Liburan Long Weekend yang Cocok Dijelajahi dengan Mobil

Selain mengandalkan teknologi otomatisasi, Secure Parking Indonesia juga menerapkan sistem digital audit trail untuk meningkatkan transparansi dan kontrol operasional.

Melalui sistem ini, seluruh aktivitas operasional tercatat secara otomatis, mulai dari pembukaan barrier gate, perubahan tarif, hingga aktivitas login petugas.

Pencatatan digital tersebut memudahkan proses penelusuran apabila terjadi kendala teknis maupun investigasi operasional.

Menurut Andiyanto, keberhasilan sistem parkir tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kedisiplinan sumber daya manusia dalam menjalankan standar operasional setiap hari.

“Parkir yang bagus bukan soal punya teknologi canggih atau lahan luas, tapi soal disiplin manusia yang konsisten menggunakan teknologi itu setiap hari,” katanya.

Tantangan operasional semakin terasa saat memasuki periode libur panjang dan akhir pekan. Pada beberapa lokasi, volume kendaraan dapat meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.

Berdasarkan data internal Secure Parking Indonesia, pada periode libur panjang Mei 2026, volume kendaraan di sejumlah lokasi meningkat sekitar 40 hingga 60 persen.

Dalam kondisi tersebut, kualitas layanan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga koordinasi lapangan dan kemampuan menjaga standar operasional tetap konsisten.

General Manager Business Development Secure Parking Indonesia, Sofian Chandra, menjelaskan bahwa pengelolaan parkir kini memiliki peran yang lebih strategis dalam mendukung mobilitas kawasan.

“Dalam kawasan dengan trafik tinggi, parkir bukan lagi sekadar fasilitas pendukung. Cara arus kendaraan dikelola ikut menentukan pengalaman pengunjung hingga kelancaran kawasan secara keseluruhan,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan yang cepat dan seamless, sistem parkir yang berjalan lancar memang sering kali tidak terlihat. Namun di balik kelancaran tersebut terdapat teknologi, koordinasi, dan pengambilan keputusan yang berlangsung secara real-time untuk memastikan mobilitas kendaraan tetap terkendali dalam berbagai kondisi.

(om/ns)

 

 

, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *