
OTO Mounture — Honda resmi memaparkan arah strategis global terbaru untuk memperkuat bisnis otomotif yang lebih kompetitif dan berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam mempercepat elektrifikasi melalui pengembangan teknologi hybrid generasi baru, platform kendaraan modern, hingga sistem operasi pintar untuk mobilitas masa depan.
Pemaparan tersebut disampaikan langsung oleh Toshihiro Mibe selaku Director, President and Representative Executive Officer Honda Motor Co., Ltd.
Dalam kesempatan yang sama, Honda juga melakukan world premiere dua mobil konsep terbaru, yakni Honda Hybrid Sedan Prototype dan Acura Hybrid SUV Prototype.
Kedua model tersebut dijadwalkan mulai masuk pasar global dalam dua tahun ke depan sebagai representasi arah baru strategi elektrifikasi Honda.
BACA JUGA: Penjualan Honda Ambruk di Indonesia, Pangsa Pasar Turun hingga Tinggal 5 Persen
Dua prototipe terbaru Honda tersebut dibangun menggunakan sistem hybrid generasi baru yang dikembangkan sepenuhnya dari awal. Teknologi ini mencakup platform kendaraan anyar, sistem penggerak terbaru, hingga unit elektrik AWD yang dirancang lebih efisien dan responsif.
Arsitektur elektrifikasi terbaru ini nantinya akan menjadi fondasi utama portofolio kendaraan Honda secara global dalam beberapa tahun ke depan.
Mulai tahun 2027, Honda akan meluncurkan model-model berbasis teknologi generasi baru ini secara bertahap di berbagai pasar prioritas dunia. Pabrikan asal Jepang tersebut menargetkan kehadiran hingga 15 model baru sampai akhir tahun fiskal 2030.
Honda mengklaim generasi terbaru sistem hybrid ini mampu menghadirkan efisiensi energi 10 persen lebih baik dibanding generasi sebelumnya, tanpa mengorbankan karakter berkendara yang responsif dan menyenangkan yang selama ini menjadi identitas Honda.
Untuk mempercepat pengembangan kendaraan elektrifikasi, Honda memperkenalkan pendekatan baru bernama Triple Half. Strategi ini merupakan transformasi besar dalam proses pengembangan kendaraan dengan target memangkas biaya, waktu, dan beban pengembangan hingga 50 persen dibanding posisi tahun 2025.
Dengan strategi tersebut, Honda ingin memastikan teknologi baru dapat hadir lebih cepat dan menjangkau konsumen dalam skala lebih luas.
Selain itu, Honda juga akan mulai menerapkan sistem operasi pintar ASIMO OS pada model-model generasi baru. Sistem ini sebelumnya dikembangkan sebagai inti pengalaman kendaraan listrik Honda dan akan membawa pengalaman mobilitas cerdas ke lebih banyak segmen kendaraan.
BACA JUGA: 9 Tips Eco Driving Truk Diesel agar BBM Lebih Irit, Jangan Biarkan Mesin Idle Terlalu Lama
Dalam roadmap globalnya, Honda menempatkan kawasan Asia, termasuk India dan ASEAN, sebagai pasar strategis untuk pertumbuhan jangka panjang.
Menariknya, teknologi elektrifikasi generasi terbaru ini akan dikembangkan dengan pendekatan khusus sesuai karakter dan kebutuhan konsumen di masing-masing negara, bukan sekadar adaptasi dari model global.
Selain mengembangkan teknologi hybrid baru, Honda juga terus memperkuat fondasi mobilitas masa depan melalui pengembangan platform kendaraan listrik generasi berikutnya, teknologi baterai solid-state, serta sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) terbaru yang direncanakan mulai hadir pada 2028.
Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Honda menuju target carbon neutrality pada tahun 2050.
Untuk mendukung roadmap tersebut, Honda mengalokasikan investasi global sebesar 6,2 triliun yen dalam tiga tahun ke depan. Investasi itu mencakup pengembangan kendaraan, investasi perangkat lunak senilai 1 triliun yen, hingga percepatan elektrifikasi secara menyeluruh.
“Honda akan terus menghadirkan produk yang tidak hanya efisien dan relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini, tetapi juga tetap mempertahankan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan menjadi ciri khas Honda,” ujar Toshihiro Mibe.
(om/pd)








