
OTO Mounture — Ketegangan geopolitik global yang memicu fluktuasi pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai berdampak pada sektor logistik di Indonesia. Kondisi ini mendorong sejumlah perusahaan mencari solusi distribusi yang lebih efisien sekaligus berkelanjutan.
Salah satu langkah tersebut dilakukan oleh PT Primarajuli Sukses (PRS), anak perusahaan dari PT Ever Shine Tex Tbk. Perusahaan ini mulai mengimplementasikan penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk operasional distribusi logistiknya.
Implementasi tersebut difasilitasi oleh penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial, KALISTA, yang menyediakan layanan armada berbasis EV secara terintegrasi.
Langkah penggunaan kendaraan listrik ini merupakan bagian dari strategi Ever Shine Group untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung target nasional menuju net zero emission pada 2060.
Dalam implementasinya, PRS menggunakan skema fleet-as-a-service dari KALISTA dengan model operating lease. Skema ini memungkinkan perusahaan menggunakan armada kendaraan listrik tanpa harus melakukan investasi awal untuk membeli kendaraan.
Kepemilikan unit kendaraan tetap berada di pihak KALISTA, sehingga seluruh aspek operasional seperti pemeliharaan, layanan purna jual, integrasi fitur, hingga sistem Internet of Things (IoT) dikelola oleh penyedia layanan.
Dengan model ini, PRS dapat fokus pada kegiatan utama distribusi logistik kepada pelanggan.
BACA JUGA: Isuzu Siap Tampilkan Varian Baru Kendaraan Niaga di GIICOMVEC 2026
Direktur Ever Shine Group, Michael Sung, mengatakan bahwa penggunaan kendaraan listrik merupakan langkah strategis untuk menghadapi ketidakpastian pasokan BBM.
“Penggunaan enam truk listrik akan digunakan untuk distribusi produk di area Jakarta dan Bandung kepada pelanggan seperti Uniqlo, Atalon, Shopee, Gojek, Grab, Torch, dan Eiger,” ujarnya.
Sebelumnya, perusahaan telah melakukan uji coba terhadap dua tipe truk listrik bersama KALISTA. Hasilnya menunjukkan efisiensi yang cukup signifikan. “Kami mencatat penghematan biaya bahan bakar hingga 40 persen,” kata Michael.
Selain truk listrik, perusahaan juga menghadirkan satu unit minibus listrik yang digunakan sebagai shuttle karyawan dan dapat dimanfaatkan untuk pengiriman barang ketika tidak digunakan.
Dalam operasionalnya, armada logistik PRS menggunakan dua tipe truk listrik dari Foton, yaitu Foton E-Miller (4 unit), dan Foton E-Aumark (2 unit). Berdasarkan hasil uji coba, kedua kendaraan tersebut mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Untuk rute distribusi Tangerang–Bandung, proses pengisian baterai dilakukan saat waktu istirahat sehingga tidak mengganggu operasional. Waktu pengisian daya dari 20 persen hingga 80 persen memerlukan waktu sekitar 40 menit.
Seluruh armada juga melakukan pengisian awal di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang berada di fasilitas manufaktur PRS di Tigaraksa.
Selain efisiensi energi, sistem operasional armada juga didukung teknologi manajemen armada digital.
KALISTA mengintegrasikan kendaraan dengan Fleet Management System (FMS) melalui dashboard K-Move, yang memungkinkan perusahaan memantau operasional kendaraan secara real-time.
Direktur Pengembangan Bisnis KALISTA, Yoga Adiwinarto, mengatakan bahwa kendaraan listrik mampu memberikan efisiensi signifikan bagi sektor logistik.
“Hasil uji coba menunjukkan efisiensi biaya operasional hingga 27 persen per bulan, selain juga menekan emisi kendaraan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, implementasi kendaraan listrik ini menghasilkan penghematan biaya energi hingga 40 persen, pengurangan emisi sekitar 30 persen, serta efisiensi biaya operasional hingga 27 persen per bulan.
Penggunaan kendaraan listrik dalam distribusi logistik sektor tekstil ini dinilai dapat menjadi contoh awal bagi industri lain yang memiliki kebutuhan distribusi serupa.
Dengan meningkatnya tekanan biaya energi dan tuntutan keberlanjutan, pendekatan seperti ini diperkirakan akan semakin banyak diadopsi oleh pelaku industri logistik di Indonesia.
Jika implementasi awal ini terus menunjukkan hasil positif, kendaraan listrik berpotensi menjadi solusi utama dalam transformasi logistik rendah emisi di masa depan.
(om/ril)








