Chery Omoda E5 Ngendap 2 Minggu di Bengkel, Pemilik Mengaku Tak Dapat Update

OTO Mounture — Keluhan seorang pemilik Chery Omoda E5 menjadi perbincangan di media sosial setelah mengaku tidak mendapat pembaruan informasi terkait perbaikan kendaraannya yang sudah hampir dua minggu berada di bengkel.

Unggahan tersebut muncul di Grup Facebook Omoda E5 Indonesia (OE5I) melalui akun Didi Siswanto. Dalam postingannya, ia menyebut kondisi battery health mobilnya menunjukkan angka 0 persen dan kendaraan tengah dalam proses perbaikan di diler Chery Balikpapan.

“Mobil saya battery healthnya 0%, sudah hampir 2 minggu perbaikan di Chery Balikpapan sampai sekarang tidak ada update-nya,” tulisnya dikutip Minggu, 1 Maret 2026.

Keluhan Omoda E5
Tangkapan Layar

BACA JUGA: Kapan Waktu Terbaik Gunakan Fast Charging? Simak Tips Agar Baterai Tetap Awet

Unggahan tersebut langsung mendapat perhatian dari anggota grup yang sebagian besar merupakan pengguna maupun calon konsumen Omoda E5. Sejumlah komentar mempertanyakan penyebab kerusakan serta kejelasan proses perbaikan kendaraan listrik tersebut.

Namun belakangan, postingan itu dilaporkan sudah tidak lagi terlihat di dalam grup. Salah satu anggota bahkan membagikan tangkapan layar (screenshot) dan mempertanyakan hilangnya unggahan tersebut.

Tangkapan Layar

Situasi ini semakin memicu diskusi di kalangan komunitas kendaraan listrik, khususnya terkait transparansi informasi servis dan komunikasi dengan pelanggan.

Sebagai SUV listrik yang cukup populer di Indonesia, Omoda E5 menjadi salah satu model andalan dari pabrikan asal Tiongkok, Chery.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya layanan purna jual, terutama untuk kendaraan listrik yang memiliki sistem baterai sebagai komponen utama dan berteknologi tinggi.

BACA JUGA: Jika Permintaan Besar, Mitsubishi Siap Produksi Pikap 4×4 di Indonesia

Bagi konsumen, kejelasan informasi terkait diagnosis, estimasi waktu perbaikan, hingga pembaruan progres servis menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan terhadap merek.

Hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Chery Indonesia terkait keluhan yang beredar di media sosial tersebut.

Di era digital, komunitas otomotif di media sosial memiliki peran besar dalam membentuk persepsi publik. Satu unggahan keluhan dapat dengan cepat menyebar dan menjadi viral, apalagi jika menyangkut komponen vital seperti baterai kendaraan listrik.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa komunikasi yang responsif dan transparan sangat dibutuhkan, khususnya di tengah pertumbuhan pasar mobil listrik di Indonesia yang semakin kompetitif.

Terkait hal ini, belum ada informasi resmi dari Chery Indonesia mengenai informasi yang beredar tersebut.

(om/ls)

 

 

, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *