Kiat Agar Kendaraan Tetap Optimal

OTO Mounture — Dalam beraktivitas sehari-hari di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, mobil pribadi masih tetap menjadi pilihan utama dan menjadi salah satu moda transportasi paling aman. Dari fenomena ini, tentunya para pemilik kendaraan sangat menginginkan mobilnya terus dalam kondisi optimal.

Adapun agar kendaraan tetap optimal, maka pemilik kendaraan harus memperhatikan beberapa aspek saat berkendara. Melansir dari siaran pers Daihatsu Indonesia, akhir pekan lalu, berikut ini beberapa cara agar kendaraan tetap optimal saat digunakan.

1. Menggunakan bahan bakar berkualitas

Penggunaan bahan bakar tanpa timbal dengan pemilihan RON yang telah direkomendasikan. Seperti halnya mobil Daihatsu yang telah memenuhi standar emisi EURO-4, sehingga Daihatsu merekomendasikan penggunaan bahan bakar standar EURO 4.

Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan performa yang terbaik, selain itu juga menggunakan bahan bakar dengan RON yang tepat dapat menjaga kebersihan ruang bakar mesin dan dan turut menjaga kebersihan lingkungan dari polusi.

2. Menerapkan teknik mengemudi Eco-driving

Penerapan teknik mengemudi Eco-driving dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sebelum berkendara tidak memerlukan pemanasan mesin yang lama, hanya tunggu beberapa saat sampai semua lampu indikator di meter kombinasi padam, RPM stabil baru hidupkan AC.

Kemudian jangan lupa atur suhu AC ideal di ruang kabin, lalu hindari akselerasi dan pengereman mendadak, berkendara sehalus mungkin, jaga perpindahan gigi sesuai dengan torsi diperlukan, dengan range RPM di putaran 2.000-3.000 (beberapa tipe kendaraan sudah dilengkapi lampu Eco-Indikator untuk membantu pengemudi supaya lebih efisien).

Selanjutnya jaga jarak dengan kendaraan lain, gunakan engine brake untuk deselerasi di jalan menurun atau sebelum tikungan, gunakan momentum akselerasi saat di di jalan menanjak, matikan mesin dan buka jendela secukupnya untuk sirkulasi udara ketika sedang menunggu dalam jangka waktu lama di dalam mobil.

3. Hindari penggunaan zat aditif pada bahan bakar yang dijual di pasaran

Pada umumnya zat aditif ini ditawarkan dengan tujuan meningkatkan nilai oktan untuk meningkatkan perfoma mesin dan mengurangi knocking, tetapi zat aditif ini dapat mengandung bahan kimia yang tidak sesuai dengan kondisi mobil.

Dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada tangki bensin, fuel pump dan mesin, juga dapat mengacaukan sistem kontrol emisi, sehingga emisi gas buang yang dihasilkan mobil tidak memenuhi regulasi standar. (OM/RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *