3 Penyakit ini Bisa Buat Bahaya saat Berkendara

OTO Mounture — Mengendarai kendaraan bermotor merupakan aktivitas yang menuntut konsentrasi tinggi dan refleks yang baik. Konsentrasi dan refleks yang baik itu bisa didapat ketika kondisi tubuh dalam keadaan yang sehat dan fit.

Namun, terkadang pengemudi pun menganggap beberapa penyakit ringan tak bermasalah untuk tetap berkendara. Di mana pada akhirnya memaksakan diri untuk berkendara kendati kondisi tubuhnya tengah menurun kesehatannya.

Dilansir dari laman Hyundai Indonesia, baru-baru ini dijelaskan bahwa ketika tubuh lelah, imunitas jadi menurun, penyakit pun lebih gampang menjangkiti. Tetapi mesti ringan, jangan disepelekan loh. Apalagi buat pengemudi. Karena penyakit ringan ini kadang berpotensi merusak konsentrasi dan refleks tubuh selama mengemudi.

Berikut ini 3 penyakit ringan yang mesti diwaspadai saat harus mengemudi.

1. Flu

Penyakit flu terkadang sering diremehkan karena dianggap sebagai penyakit ringan. Tetapi penyakit ini bisa membuat badan merasakan nyeri, pusing dan bahkan lemas dan fisik menurun. Kondisi ini bisa membuat tingkat konsentrasi menurun, bahkan sampai level terendah.

Perlu diingat, bila mengemudi pada kecepatan 40 kilometer per jam, itu artinya dalam 1 detik Anda menempuh jarak 13 meter. Bila Anda bersin pada kecepatan itu, berarti Anda mengemudi dalam keadaan buta sejauh 13 meter dan menyebabkan kehilangan kendali atas kendaraan.

2. Sakit mata

Mata sangat penting, buat pengemudi. Apapun jenisnya, sebaiknya cuti dulu mengemudi kalau penyakit di bagian ini menjangkiti Anda. Ketika visibilitasnya terganggu, konsentrasi dan keselamatan berkendara sudah pasti akan terganggu.

3. Migrain

Sakit kepala sebelah ini disebabkan karena pembengkakan atau penyempitan pembuluh darah di otak. Penyakit kambuhan seperti ini juga sensitif terhadap beberapa hal seperti suara dan cahaya yang umumnya terjadi saat berkendara. Sehingga akan mempengaruhi dan memperlambat reaksi.

Apabila penyakit-penyakit tersebut menyerang, jangan sembarang minum obat. Pasalnya ada beberapa obat yang menimbulkan kantuk.

Sebelum meminum obat, ada baiknya untuk membaca efek samping dari obat. Jangan sampai saat nyetir, selain merasakan sakit juga mengalami kantuk yang berat akibat mengkonsumsi obat. Bahaya jadi berlipat, pikirkan 2 kali sebelum memutuskan untuk mengemudi. Istirahat hingga sehat merupakan hal terbaik yang bisa dilakukan agar bisa kembali mengemudi kembali dengan sehat dan aman. (OM/MC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.