
OTO Mounture — Penawaran harga murah kerap menjadi daya tarik bagi calon pembeli mobil bekas (mobkas). Namun, calon pembeli perlu berhati-hati apabila menemukan kendaraan yang ditawarkan jauh di bawah harga pasaran.
Pasalnya, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan modus penipuan segitiga mobil bekas.
Modus ini biasanya memanfaatkan transaksi jual beli mobil secara online dengan melibatkan tiga pihak, yakni penjual asli, calon pembeli, dan pelaku penipuan yang berpura-pura menjadi pihak pembeli sekaligus penjual.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, mengatakan calon pembeli perlu lebih teliti ketika menemukan penawaran mobil bekas dengan harga yang terlalu menarik.
“Modus pelaku penipuan segitiga memanfaatkan celah untuk mengelabui calon pembeli dan penjual. Modus ini melibatkan tiga belah pihak, yaitu penjual asli, calon pembeli, dan pelaku penipuan yang seolah-olah bertindak sebagai pembeli sekaligus penjual palsu,” ujar Nur Imansyah Tara.
Menurutnya, Auto2000 juga menyediakan layanan THS Inspector untuk membantu proses jual-beli mobil bekas.
BACA JUGA: Garansi Baterai Leapmotor B10-C10 Seumur Hidup, Berlaku dengan Syarat
Modus penipuan segitiga mobil bekas umumnya diawali dengan pelaku mencari iklan kendaraan milik penjual asli di internet. Pelaku kemudian menggunakan kembali foto dan informasi kendaraan tersebut untuk membuat iklan baru menggunakan identitas atau kontak miliknya.
Agar calon pembeli tertarik, mobil biasanya ditawarkan dengan harga di bawah pasaran. Penawaran tersebut kemudian menjadi umpan agar calon pembeli segera menghubungi pelaku.
Setelah mendapatkan calon korban, pelaku dapat meminta pembayaran uang muka atau down payment (DP) dengan berbagai alasan. Salah satunya dengan mengatakan bahwa sudah ada calon pembeli lain yang berminat sehingga korban perlu segera mengirimkan uang.
Karena sudah tergiur dengan harga murah, calon pembeli bisa saja mengikuti permintaan tersebut dan mengirimkan DP kepada pelaku.
Pada saat yang sama, pelaku juga menghubungi penjual asli. Pelaku dapat berpura-pura sebagai calon pembeli atau mengaku sebagai saudara dari pihak tertentu untuk meyakinkan penjual.
Dalam skenario tersebut, pelaku berusaha membuat penjual asli dan calon pembeli tidak berkomunikasi secara langsung mengenai detail transaksi maupun pembayaran.
Apabila calon pembeli kemudian membayar sebagian atau bahkan seluruh harga kendaraan kepada pelaku, masalah baru dapat diketahui ketika kendaraan hendak diambil.
Calon pembeli bisa mendapati bahwa mobil tersebut sebenarnya merupakan milik penjual lain yang tidak pernah menerima pembayaran dari dirinya.
Kondisi tersebut membuat calon pembeli berpotensi mengalami kerugian finansial, sementara penjual asli juga dapat terseret dalam persoalan transaksi yang tidak pernah dilakukannya dengan korban.
BACA JUGA: Wholesales vs Retail Agustus 2026: Penjualan Mobil Indonesia Tunjukkan Sinyal Menarik
Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membeli mobil bekas secara online adalah kewajaran harga.
Harga yang lebih murah dari pasaran memang tidak selalu berarti penipuan. Namun, calon pembeli sebaiknya menjadikannya sebagai alasan untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut.
Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain memastikan identitas penjual, memeriksa keberadaan dan kepemilikan kendaraan, serta memastikan rekening pembayaran benar-benar milik pihak yang melakukan transaksi.
Calon pembeli juga sebaiknya tidak terburu-buru mengirimkan DP hanya karena mendapat informasi bahwa ada calon pembeli lain yang juga mengincar kendaraan tersebut.
Selain aspek transaksi, kondisi kendaraan juga perlu diperiksa secara menyeluruh sebelum pembayaran dilakukan.
Untuk membantu proses pemeriksaan kendaraan, Auto2000 menyediakan THS Inspector, yang merupakan bagian dari layanan THS – Auto2000 Home Service.
Layanan tersebut menyediakan jasa inspeksi mobil bekas yang dilakukan oleh teknisi Auto2000 berpengalaman.
THS Inspector melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 177 item pada kendaraan. Pemeriksaan mencakup bagian eksterior, interior, mesin dan transmisi, hingga pengecekan keaslian dokumen penting kendaraan.
Proses pemeriksaan tersebut dapat diselesaikan sekitar 90 menit sejak kendaraan ditangani oleh teknisi THS.
Dengan adanya pemeriksaan dari pihak teknisi, calon pembeli dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi kendaraan sebelum mengambil keputusan transaksi.
Kehadiran petugas inspeksi juga dapat membantu mempertemukan kepentingan penjual dan calon pembeli secara lebih transparan, terutama dalam memastikan kondisi kendaraan yang ditawarkan sesuai dengan informasi yang diberikan.
Auto2000 membagi layanan THS Inspector berdasarkan ukuran dan jenis kendaraan Toyota, mulai dari LCGC, hatchback, SUV, MPV, hingga model lainnya.
Tersedia pula layanan Old Models yang ditujukan untuk sejumlah model Toyota yang sudah tidak lagi diproduksi di Indonesia.
Layanan tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan calon pembeli. Showroom maupun pengusaha jual-beli mobil bekas juga dapat menggunakan THS Inspector untuk membantu memastikan kondisi kendaraan yang akan dijual.
Hasil pemeriksaan kendaraan dapat menjadi salah satu informasi pendukung bagi calon konsumen sebelum melakukan transaksi.
Selain membantu mengetahui kondisi kendaraan, pemeriksaan secara menyeluruh juga dapat mengurangi celah terjadinya modus penipuan yang memanfaatkan ketidaksesuaian informasi antara kendaraan, penjual, dan calon pembeli.
BACA JUGA: Penjualan Suzuki di Jawa Barat Naik 25%, New Carry Jadi Model Terlaris
Agar terhindar dari penipuan jual beli mobil bekas, calon pembeli dapat menerapkan beberapa langkah sederhana:
1. Jangan mudah tergiur harga terlalu murah dibandingkan harga pasaran.
2. Verifikasi identitas penjual dan pastikan pihak yang menerima pembayaran merupakan pihak yang benar dalam transaksi.
3. Jangan terburu-buru membayar DP hanya karena mendapat tekanan atau alasan kendaraan akan dibeli orang lain.
4. Pastikan mobil dan dokumennya dapat diperiksa langsung sebelum melakukan pembayaran.
5. Lakukan inspeksi kendaraan untuk mengetahui kondisi eksterior, interior, mesin, transmisi, serta dokumen kendaraan.
6. Pastikan alur komunikasi antara penjual dan pembeli jelas agar tidak ada pihak ketiga yang mengambil alih transaksi tanpa alasan yang dapat diverifikasi.
Dengan melakukan verifikasi terhadap identitas pihak yang terlibat dan kondisi kendaraan, risiko kerugian dalam transaksi mobil bekas dapat diminimalkan.
(om/pd)








