Scarlet Racing Hadirkan Komponen untuk Motor Trail

OTO Mounture — Motor trail saat ini menjadi salah satu kendaraan yang kini digandrungi oleh para pecinta petualang untuk menjelajahi berbagai trek ekstrim di pegunungan dengan jalur bebatuan, tanah, maupun lumpur.

Tingginya minat akan motor trail itu, bahkan membuat sejumlah pabrikan roda dua di Tanah Air konsisten menghadirkan produk-produk terbarunya. Menanggapi hal itu, brand aftermarket lokal bernama, Scarlet Racing ikut meramaikan pasar aksesoris untuk motor trail.

Ragam produk pun dihadirkan oleh Scarlet diantaranya pelek berbagai ukuran, tromol, jari-jari, gear set, swing arm, upside down, sokbreker belakang, setang, footstep, grip, operan kopling, pedal rem, stabilisher rantai, cakram, kaliper dan masih banyak lainnya.

Pemilik Scarlet Racing, Suwandi, mengatakan bahwa hadirnya beragam komponen penunjang performa motor jenis trail di medan off-road ini untuk menjawab kebutuhan para penyuka petualangan.

“Kami ingin membuktikan bahwa merek lokal seperti Scarlet Racing bisa merancang komponen tersebut dengan kualitas terbaik, dan tidak kalah dengan brand impor,” tuturnya dalam keterangan tertulis, belum lama ini.

Terkait harga, Suwandi, menjelaskan sangat terjangkau. Dalam satu paket tersebut, kata dia, Scarlet membanderol dengan harga Rp15 jutaan. “Namun jika konsumen ingin membeli secara terpisah, hal itu bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhannya,” ucapnya.

Dia pun merinci, beberapa diantaranya seperti wheel set berikut tromolnya dijual seharga Rp4 juta lebih, sementara untuk sokbreker belakang dipasarkan Rp1,5 juta, swing-arm dibanderol Rp1,5 juta, dan gear set Rp300 ribu.

Demi membuktikan ketangguhan komponennya, Scarlet juga telah melakukan rangkaian kegiatan riset dan pengembangan yang diiringi dengan pegujian lapangan.

Tim Riset dan Pengembangan Scarlet Racing, Adrian, mengatakan bahwa pengujian lapangan sendiri dilakukan di berbagai medan di kawasan Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, kawasan Gunung Merapi, Yogyakarta serta di Pegunungan Bromo dan juga Batu, Malang, Jawa Timur.

“Hasilnya, semua komponen tidak mengalami masalah. Padahal total jarak tempuh adalah sekitar 300 kilometer dengan medan yang berat tapi produk kami tidak mengalami masalah, semua komponen aman, tidak ada yang patah atau rusak,” kata Adrian. (OM/RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *