
OTO Mounture — Bagi operator taksi, layanan antar-jemput hingga pengelola armada perusahaan, biaya bahan bakar menjadi salah satu komponen yang sangat memengaruhi operasional. Perubahan harga energi juga membuat biaya per kilometer lebih sulit diproyeksikan.
Kondisi tersebut membuat kendaraan listrik mulai dipertimbangkan sebagai alternatif untuk armada dengan intensitas penggunaan tinggi. Salah satunya VinFast Limo Green, MPV listrik tujuh penumpang yang dirancang untuk kebutuhan operasional komersial.
Limo Green memiliki dimensi 4.740 x 1.872 x 1.729 mm dengan wheelbase 2.840 mm. Mobil ini menawarkan tiga baris kursi untuk tujuh penumpang, sedangkan kapasitas bagasi mencapai 1.240 liter ketika baris kedua dilipat.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi 280 Nm. Baterai lithium-ion berkapasitas 60,2 kWh diklaim mampu menempuh hingga 450 km berdasarkan standar NEDC.
Saat pengisian diperlukan, baterai dapat diisi dari 10-70 persen dalam sekitar 30 menit. VinFast juga menyebut tersedia lebih dari 4.300 titik pengisian daya di Indonesia, dengan fasilitas pengisian gratis di stasiun V-Green hingga Maret 2029.
BACA JUGA: Geely Rayakan 12.000 Konsumen di Indonesia, Perkuat Komunitas dan Layanan Aftersales
Salah satu aspek yang menarik bagi pengelola armada adalah pilihan skema kepemilikan. VinFast Limo Green tersedia dengan skema berlangganan baterai maupun beli putus.
Untuk berlangganan baterai, harga Limo Green mulai Rp319 juta OTR Jakarta tanpa baterai. Biaya langganannya Rp880 ribu per bulan untuk penggunaan hingga 2.000 km, atau Rp1,35 juta jika penggunaan melebihi batas tersebut.
Sementara itu, skema beli putus dibanderol mulai Rp389 juta OTR Jakarta dan sudah termasuk baterai tanpa biaya langganan bulanan.
Berdasarkan kalkulator TCO resmi VinFast dengan asumsi penggunaan 2.000 km per bulan, total biaya kepemilikan selama lima tahun mencapai Rp339,03 juta untuk skema berlangganan baterai.
Sebagai pembanding, kendaraan bensin sekelas tercatat memiliki TCO Rp418,1 juta. Artinya terdapat selisih sekitar Rp79,07 juta. Untuk skema beli putus, TCO Limo Green tercatat Rp407,91 juta atau lebih rendah sekitar Rp10,19 juta dibanding kendaraan bensin yang menjadi pembanding.
BACA JUGA: Green SM Mulai Uji Coba Layanan di Amsterdam, Bidik Ekosistem Mobilitas Listrik
Selain biaya energi, faktor keandalan dan nilai sisa turut menjadi pertimbangan dalam pengadaan armada. VinFast memberikan garansi kendaraan selama tujuh tahun atau 160.000 km, sedangkan baterai mendapatkan garansi 10 tahun atau 200.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.
VinFast juga menawarkan Residual Value Guarantee hingga 80 persen, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Bagi perusahaan, kombinasi efisiensi energi, pilihan skema kepemilikan, garansi panjang dan jaminan nilai sisa dapat menjadi pertimbangan ketika menghitung total biaya kepemilikan kendaraan selama siklus operasional.
Di sisi lain, penggunaan kendaraan listrik juga berkaitan dengan upaya perusahaan mengurangi emisi langsung dari kendaraan operasional. Dengan demikian, VinFast Limo Green tidak hanya menawarkan alternatif mobilitas, tetapi juga pendekatan baru dalam mengelola biaya dan kebutuhan armada komersial.
(om/ns)








