Penjualan Danza pada September 2026 Anjlok, Wholesales Terjun 96,5 Persen

Danza

OTO Mounture — Penjualan mobil listrik premium asal Tiongkok, Danza (sebelumnya Denza), di Indonesia mengalami penurunan tajam pada September 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan merek yang sebelumnya dikenal sebagai Denza ini melemah, baik dari sisi distribusi pabrik ke diler maupun penjualan dari diler ke konsumen.

Penurunan paling tajam terjadi pada penjualan wholesales. Sepanjang September 2026, distribusi Denza hanya mencapai delapan unit atau merosot 96,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penjualan retail Danza juga mengalami tekanan. Meski jumlah unit yang terjual kepada konsumen masih lebih tinggi dibandingkan angka wholesales, kinerjanya tetap menurun dibandingkan September 2025.

Pelemahan tersebut turut memengaruhi pangsa pasar atau market share Danza di pasar otomotif Indonesia, baik pada jalur distribusi wholesales maupun retail sales.

Berdasarkan data Gaikindo, wholesales Danza pada September 2026 hanya mencapai delapan unit. Angka tersebut turun 57,9 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencatatkan distribusi sebanyak 19 unit.

Jika dibandingkan dengan September 2025, penurunan penjualan Danza jauh lebih tajam. Pada periode tersebut, merek ini masih mampu mencatatkan distribusi sebanyak 227 unit. Dengan demikian, wholesales Danza pada September 2026 merosot 96,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Secara kumulatif, kinerja wholesales Danza sepanjang Januari hingga September 2026 juga belum menunjukkan hasil positif. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, Danza mencatatkan distribusi sebanyak 3.009 unit.

Jumlah tersebut turun 55,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika wholesales Danza mencapai 6.775 unit.

Sejalan dengan penurunan volume distribusi, pangsa pasar wholesales Danza juga menyusut. Jika pada periode yang sama tahun lalu market share Danza mencapai 1,2 persen, pada Januari–September 2026 angkanya turun menjadi 0,4 persen.

BACA JUGA: Baru 4 Bulan Dipakai, Jaecoo J5 EV Dibatasi 20 Km/Jam akibat Turtle Mode

Penurunan penjualan Danza juga terlihat pada jalur retail sales atau distribusi dari diler ke konsumen. Pada September 2026, retail sales Danza tercatat sebanyak 230 unit. Angka tersebut turun 55,7 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 519 unit.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan September 2025, penjualan retail Danza turun 37,7 persen. Pada bulan yang sama tahun lalu, Danza mampu membukukan penjualan sebanyak 369 unit.

Untuk periode Januari–September 2026, Danza mencatatkan retail sales sebanyak 3.135 unit. Capaian tersebut turun 51,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 6.458 unit.

Pangsa pasar retail Danza pun mengalami penurunan. Dari sebelumnya sebesar 1,1 persen pada Januari–September 2025, market share merek ini menyusut menjadi 0,5 persen pada periode yang sama tahun 2026.

Data Gaikindo memperlihatkan bahwa penjualan Danza menghadapi tekanan pada kedua jalur distribusi sepanjang Januari–September 2026. Wholesales turun 55,6 persen, sedangkan retail sales terkoreksi 51,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, penurunan paling tajam terjadi pada wholesales September 2026 yang hanya mencapai delapan unit, dibandingkan 227 unit pada September 2025. Sementara itu, retail sales pada bulan yang sama tercatat sebanyak 230 unit, turun dari 369 unit setahun sebelumnya.

Pelemahan penjualan tersebut juga diikuti penyusutan pangsa pasar. Pada periode Januari–September 2026, market share Danza tercatat sebesar 0,4 persen untuk wholesales dan 0,5 persen untuk retail sales.

(om/ls)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *