Baru 4 Bulan Dipakai, Jaecoo J5 EV Dibatasi 20 Km/Jam akibat Turtle Mode

Jaecoo J5 EV

OTO Mounture — Permasalahan pada mobil listrik Jaecoo J5 EV kembali menjadi perhatian setelah seorang pengguna membagikan pengalamannya di komunitas Jaecoo J5 EV Indonesia di Facebook.

Mobil yang baru digunakan selama empat bulan tersebut tiba-tiba mengalami turtle mode dan menampilkan indikator traksi, sehingga kecepatannya dibatasi hanya sekitar 15–20 km/jam.

Pengalaman itu dibagikan oleh akun Facebook Cielbert Gunawan. Dalam unggahannya, ia menceritakan bahwa gangguan muncul pada pagi hari ketika hendak menggunakan mobilnya.

Padahal, pada malam sebelumnya, ia telah mengisi daya baterai dari kondisi 20 persen dengan batas pengisian maksimum yang diatur sebesar 80 persen melalui head unit. Namun, setelah kabel pengisian daya dicabut, indikator baterai justru menunjukkan angka 65 persen.

Selain pengisian daya yang tidak mencapai batas pengaturan, mobil juga mengalami pembatasan kecepatan secara drastis. Kondisi tersebut membuat pemiliknya membawa Jaecoo J5 EV ke bengkel resmi Jaecoo di Pluit, Jakarta.

Komplain Jaecoo J5 Turle Mode
Tangkapan Layar

BACA JUGA: Chery Indonesia Buka Suara soal Recall OMODA 5 di Malaysia, Ini Penjelasannya

Dalam unggahan awalnya, Cielbert menyebut pihak bengkel menyatakan bahwa kasus tersebut masih tergolong baru bagi mereka dan belum pernah ditangani sebelumnya.

Pada 14 Oktober 2026, ia menyampaikan bahwa bengkel menginformasikan adanya kerusakan pada sensor Battery Management System (BMS) baterai. Saat itu, estimasi penyelesaian perbaikan ditargetkan pada 17 Oktober 2026, meskipun jadwal tersebut masih berpotensi mundur.

BMS merupakan sistem yang berfungsi memantau dan mengelola kondisi baterai kendaraan listrik. Sistem ini berperan dalam memantau parameter baterai, termasuk tegangan, suhu, dan kondisi pengisian, sesuai rancangan sistem kendaraan.

Gangguan pada sistem pemantauan baterai berpotensi memengaruhi informasi yang diterima kendaraan dan pengelolaan operasional baterai. Namun, berdasarkan informasi yang dibagikan pemilik, belum ada penjelasan teknis lebih lanjut mengenai penyebab pasti munculnya turtle mode pada mobil tersebut.

Kabar terbaru disampaikan Cielbert setelah mobilnya menjalani pemeriksaan di bengkel Jaecoo Pluit.

Dalam pembaruan terakhir, ia mengungkapkan bahwa perbaikan ternyata hanya membutuhkan kalibrasi dan pembaruan sistem. Setelah mobil menginap selama dua malam di bengkel, masalah tersebut dinyatakan selesai.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Jaecoo Pluit atas penanganan kendala yang dialami kendaraannya.

Dengan demikian, berdasarkan pengalaman pemilik tersebut, penanganan masalah tidak berakhir dengan penggantian sensor BMS seperti dugaan awal yang disampaikan bengkel, melainkan melalui proses kalibrasi dan pembaruan.

Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan apakah gangguan serupa berpotensi terjadi pada unit Jaecoo J5 EV lainnya atau apakah perbaikan tersebut berkaitan dengan pembaruan perangkat lunak tertentu.

BACA JUGA: Penjualan Mobil Astra Tembus 334.987 Unit hingga September 2026, Kuasai 49 Persen Pasar

Untuk diketahui, Turtle mode merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika kendaraan membatasi tenaga atau kecepatannya. Mode ini biasanya ditandai dengan simbol kura-kura pada panel instrumen dan dapat muncul ketika sistem kendaraan mendeteksi kondisi yang mengharuskan performa dibatasi.

Pemicu turtle mode dapat berbeda-beda, bergantung pada desain dan sistem proteksi kendaraan. Karena itu, kemunculan indikator tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa baterai mengalami kerusakan fisik.

Dalam kasus Jaecoo J5 EV milik Cielbert, kemunculan indikator turtle mode disertai indikator traksi dan pembatasan kecepatan hingga 15–20 km/jam menjadi alasan mobil dibawa ke bengkel resmi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jika mengalami kondisi serupa, pemilik kendaraan sebaiknya tidak memaksakan mobil untuk terus digunakan. Perhatikan pesan peringatan pada panel instrumen, dokumentasikan indikator yang muncul, dan hubungi layanan bantuan atau bengkel resmi untuk mendapatkan pemeriksaan sesuai prosedur pabrikan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ketika kendaraan listrik menunjukkan peringatan sistem dan mengalami pembatasan tenaga secara drastis, pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Pengalaman satu pengguna juga belum cukup untuk menyimpulkan bahwa gangguan tersebut merupakan masalah umum pada seluruh unit Jaecoo J5 EV.

(om/mg)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *