Pabrik Hyundai Raih Sertifikasi AEO dari Ditjen Bea dan Cukai

OTO Mounture — PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) berhasil meraih sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Direktur Hyundai Motor manufacturing Indonesia, Bong Kyu Lee, mengucapkan terima kasih kepada Ditjen Bea dan Cukai atas kepercayaan yang diberikan untuk Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.

“Semoga sertifikasi ini bisa membuat produktivitas pabrik kami lebih baik lagi sehingga pelayanan pada konsumen bisa lebih optimal,” tuturnya melalui keterangan resmi, baru-baru ini.

AEO adalah konsep kepabeanan yang dikembangkan oleh Organisasi Bea Cukai Dunia (WCO) dan dijalankan oleh Pemerintah Indonesia lewat Ditjen Bea dan Cukai.

Program ini dirancang untuk menyelaraskan keamanan perdagangan dan memfasilitasi perdagangan global dalam menanggapi peningkatan langkah-langkah keselamatan perdagangan pasca-9/11.

Ini termasuk importir, eksportir, forwarder, operator gudang, dan Perusahaan Penyedia Jasa Kepabeanan (PPJK) yang telah diakui oleh otoritas bea cukai karena keandalan dan keamanan mereka dalam menangani barang.

BACA JUGA:

Kiat Mudah Tentukan Sepeda Motor sesuai Kebutuhan

70mai Luncurkan Kamera Dasbor Terbaru A510

Untuk menerima penunjukan AEO, perusahaan harus menunjukkan kepatuhan yang luar biasa terhadap peraturan bea cukai, solvabilitas keuangan, dan kemampuan untuk mempertahankan standar keamanan tinggi dalam operasi mereka.

Dengan memperoleh sertifikasi AEO, Hyundai Motor Manufacturing Indonesia mendapatkan keuntungan dari pemrosesan bea cukai yang dipercepat, pengecualian dari pemeriksaan bea cukai tertentu, dan berbagai keuntungan lain yang diakui.

Sertifikasi ini tidak hanya memperlancar prosedur bea cukai, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra andal di panggung global. Manfaatnya, Hyundai Motor Manufacturing Indonesia bisa membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan dan kesuksesan berkelanjutan di lingkungan perdagangan internasional yang berkembang di sektor ekspor maupun impor.

“Saat ini pabrik Hyundai beroperasi di Indonesia untuk memproduksi kendaraan dan memenuhi pasokan ke berbagai negara bukan hanya di region Asia Pasifik, namun hingga ke Kawasan Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Selatan, Tengah dan Utara. Sertifikasi AEO ini akan menjamin distribusi ekspor kami ke negara-negara destinasi,” tutup Lee Bong Kyu.

HMMI kini mengekspor kendaraan dalam kondisi terakit utuh (Completely Built Up – CBU), terurai utuh (Disassemble Knocked Down-DKD), serta komponen belum dirakit (Completely Knocked Down) sesuai kebutuhan masing-masing pasar. Sertifikasi AEO akan menjaga efektivitas distribusi sehingga menjamin kepuasan pelanggan.

(om/ril)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *