Kasus Jetour X70 Plus Berlanjut, Konsumen Sebut Permintaan Refund Kembali Ditolak

Jetour X70 Plus
Foto: Jetour Indonesia

OTO Mounture — Kasus keluhan konsumen terhadap mobil Jetour X70 Plus kembali berlanjut. Pemilik kendaraan melalui akun Threads @korban.mobil.baru mengungkapkan bahwa permintaan pengembalian dana atau refund yang diajukannya masih ditolak oleh pihak Jetour dalam pertemuan daring pada 23 Oktober 2026.

Dalam pembaruan yang diunggah di Threads, konsumen tersebut menyebut pihak Jetour tetap pada pendiriannya dan menyatakan penolakan refund sebagai keputusan final. Pertemuan tersebut turut melibatkan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

“Pihak Jetour tetap menolak permintaan refund saya dan menyatakan keputusan tersebut final,” tulis pemilik akun tersebut dalam unggahannya.

Ia juga menyampaikan bahwa perjuangannya untuk memperoleh penyelesaian atas persoalan mobil Jetour X70 Plus yang dimilikinya belum berakhir.

Dalam penjelasan mengenai hasil pertemuan 23 Oktober 2026, konsumen menyebut Jetour kembali menawarkan kompensasi berupa perpanjangan layanan servis gratis, voucher, dan filter AC gratis.

Penawaran tersebut mencakup gratis servis selama enam tahun, voucher senilai Rp1 juta, serta dua kali pemberian filter AC gratis.

Menurut keterangan konsumen, penawaran gratis servis tersebut sebelumnya mencakup tiga tahun. Sementara itu, nilai voucher yang ditawarkan dalam pertemuan terbaru disebut turun dibandingkan penawaran senilai Rp6 juta pada pertemuan daring 18 Agustus 2026.

Namun, konsumen menyatakan tidak menerima penawaran tersebut dan tetap meminta pengembalian dana.

Ia menyebut keputusan itu didasarkan pada sejumlah persoalan yang dialaminya selama menggunakan kendaraan, termasuk gangguan transmisi, AC yang diklaim mati total sebanyak tiga kali, serta hilangnya kepercayaan terhadap pihak Jetour akibat kesulitan komunikasi dan respons yang dinilainya tidak memadai.

Keluhan KOnsumen Jetour X70 Batam
Tangkapan Layar

BACA JUGA: Subsidi Mobil Listrik Jepang Dipangkas hingga 40 Persen Mulai 2027

Salah satu persoalan yang disorot konsumen adalah perilaku transmisi ketika tuas dipindahkan ke posisi R (Reverse) maupun D (Drive).

Dalam unggahannya, ia menyebut mobil terkadang bergerak maju ketika posisi transmisi dipilih ke R. Konsumen mempertanyakan penjelasan yang disampaikan pihak Jetour mengenai karakteristik transmisi dual-clutch transmission (DCT) tersebut.

Menurut rangkuman hasil pertemuan yang diunggahnya, pihak Jetour menjelaskan bahwa kendaraan dapat bergerak maju ketika posisi R dipilih dan sebaliknya ketika posisi D dipilih, sebagai bagian dari karakteristik transmisi.

Penjelasan tersebut menjadi salah satu hal yang dipertanyakan konsumen karena berkaitan dengan pengalaman berkendara dan aspek keselamatan.

Meski demikian, penyebab teknis perilaku kendaraan tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Untuk menilai apakah kondisi tersebut merupakan karakteristik pengoperasian, pengaruh prosedur pemindahan gigi, atau gangguan pada kendaraan, diperlukan pemeriksaan teknis serta penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

Dalam pembaruan kasusnya, konsumen juga menyampaikan bahwa pihak Jetour menjelaskan alasan tidak merespons dirinya berkaitan dengan unggahan di media sosial yang dinilai berpotensi merugikan perusahaan.

Menurut keterangan konsumen, pihak Jetour juga mempersilakan dirinya melanjutkan persoalan tersebut melalui jalur hukum lainnya. Konsumen menyatakan akan meneruskan proses sesuai tahapan yang tersedia dan tetap berharap mendapatkan penyelesaian yang adil.

Hingga pembaruan tersebut disampaikan, permintaan refund masih menjadi pokok persoalan antara konsumen dan pihak Jetour.

BACA JUGA: Chery Tiggo V Punya Deretan Fitur Premium yang Bikin SUV Ini Beda dari Rivalnya

Kasus ini sebelumnya mencuat melalui sejumlah unggahan akun Threads @korban.mobil.baru. Dalam pemberitaan terdahulu, pemilik akun mengaku membeli Jetour X70 Plus pada akhir November 2025 untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mengantar dan menjemput anak sekolah.

Namun, menurut kronologi yang disampaikan konsumen, mobil tersebut telah delapan kali masuk bengkel dalam beberapa bulan pemakaian. Persoalan yang dilaporkan meliputi gangguan kunci, suara pada transmisi, serta masalah AC yang disebut berulang kali terjadi.

Karena merasa persoalan kendaraannya belum terselesaikan, konsumen mengaku mengembalikan mobil kepada pihak marketing pada 4 Juni 2026.

Sejak pengembalian tersebut, ia menyatakan belum mendapatkan penyelesaian yang dianggap memadai, baik melalui penggantian kendaraan maupun pengembalian dana. Kondisi itu juga diklaim berdampak terhadap mobilitas keluarganya.

Pada sejumlah unggahan sebelumnya, konsumen mengaku telah meminta bantuan BPKN untuk menjembatani komunikasi dengan pihak Jetour Batam dan Jetour Indonesia.

Dalam perkembangan pada 23 Oktober 2026, konsumen menyatakan tetap meminta refund karena tidak lagi menginginkan unit pengganti dan merasa telah kehilangan kepercayaan terhadap merek tersebut.

Perkembangan kasus Jetour X70 Plus tersebut turut memancing beragam komentar dari pengguna Threads.

Akun @dsjyfr mempertanyakan kondisi transmisi yang diceritakan konsumen dan menilai perlu ada penjelasan mengenai kondisi kendaraan tersebut.

Sementara itu, akun @erwinsaptadi memberikan pandangan berbeda. Ia menyampaikan bahwa perilaku kendaraan ketika perpindahan posisi transmisi perlu dilihat dari prosedur pengoperasiannya, termasuk apakah pengemudi telah menginjak rem saat memindahkan posisi gigi. Ia juga menilai tambahan masa servis gratis dapat memberikan manfaat bagi konsumen.

Adapun akun @grevenparururuben mempertanyakan apakah kendaraan bergerak mundur sesaat ketika posisi D dipilih sebelum kembali maju. Ia juga menyampaikan dukungan agar konsumen memperoleh penyelesaian atas permintaan refund yang diajukan.

Beragam tanggapan tersebut menunjukkan bahwa persoalan transmisi menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian warganet. Namun, komentar pengguna media sosial tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan penyebab gangguan atau menentukan kondisi teknis kendaraan.

Hingga artikel ini dibuat, informasi mengenai penolakan refund, penawaran kompensasi, dan penjelasan transmisi masih merujuk pada unggahan pemilik akun Threads @korban.mobil.baru. Belum terdapat tanggapan resmi dari Jetour Batam maupun Jetour Indonesia dalam materi yang tersedia untuk pemberitaan ini.

Perkembangan selanjutnya, termasuk kemungkinan pemeriksaan teknis dan penyelesaian melalui jalur perlindungan konsumen atau hukum, akan menjadi bagian penting dari kelanjutan kasus tersebut.

(om/ls)

 

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *