Jaecoo J5 EV Bermasalah, Battery Pack Rp195,5 Juta Kini Siap Dipasang

Jaecoo J5 EV
Foto: OTO Mounture/Luchito Sangsoko

OTO Mounture — Kasus Jaecoo J5 EV milik salah satu konsumen menjadi perhatian di komunitas pengguna setelah pemilik mengungkap pengalaman terkait kendala kendaraan yang baru digunakan kurang dari tiga minggu.

Pemilik kendaraan, Theodorus Herutomo Theo, sebelumnya membagikan pengalamannya melalui grup Facebook Jaecoo J5 Indonesia.

Dalam unggahannya, ia menyebut mobil yang memiliki BSTK (Berita Serah Terima Kendaraan) pada 1 Juli 2026 tersebut mengalami masalah ketika digunakan dalam perjalanan menuju Semarang.

Kasus tersebut kemudian berkembang setelah muncul klarifikasi yang disebut berasal dari perwakilan ATPM, disusul tanggapan langsung dari pemilik kendaraan mengenai kronologi komunikasi dengan pihak Jaecoo.

Menurut Theodorus, masalah bermula ketika mobilnya sedang digunakan dalam perjalanan menuju Semarang. Ia mengaku tiba-tiba mendengar suara seperti “pletak” dari bagian bawah kendaraan. Tidak lama kemudian, muncul indikator berbentuk kura-kura berwarna hijau pada panel instrumen.

Indikator tersebut membuat kendaraan mengalami pembatasan performa dengan kecepatan maksimal sekitar 30 km/jam.

Theodorus kemudian mendapat arahan dari customer service untuk mematikan kendaraan selama sekitar 30 menit hingga satu jam. Setelah mobil didiamkan sekitar 40 menit, kendaraan disebut kembali dapat berjalan normal.

Namun, sehari setelah tiba di Semarang, indikator kura-kura tersebut kembali muncul ketika kendaraan dinyalakan. Mobil kemudian dibawa ke bengkel resmi Jaecoo di Semarang untuk dilakukan pemeriksaan.

Tangkapan Layar

BACA JUGA: Chery Tertekan di Pasar Indonesia, Penjualan Turun 40% Saat BYD dan Geely Melaju

Setelah dilakukan pemeriksaan, Theodorus mengaku mendapatkan informasi mengenai adanya kerusakan pada bagian yang disebutnya sebagai “nepel”.

Menurut informasi yang diterimanya dari bengkel, kendaraan membutuhkan penggantian battery pack dengan estimasi biaya sekitar Rp195,5 juta. Nominal tersebut membuat pemilik mempertanyakan penanganan kendaraan, terlebih usia mobilnya masih relatif baru.

Theodorus kemudian menghubungi pihak Chery melalui email customer service. Ia mengaku mendapatkan balasan yang meminta dirinya mengisi data diri dan menyebut bahwa permasalahan akan dikoordinasikan dengan tim terkait.

Namun, menurut Theodorus, dua email berikutnya yang ia kirim tidak mendapatkan tanggapan. Pada saat dirinya membuat unggahan di Facebook, ia juga mengaku belum mendapatkan komunikasi lanjutan dari pihak ATPM.

Kondisi tersebut membuatnya merasa belum mendapatkan kepastian mengenai proses maupun waktu perbaikan kendaraannya.

Perkembangan komunikasi kemudian terjadi setelah unggahan mengenai kasus tersebut muncul di Facebook.

Dalam klarifikasi terbarunya, Theodorus mengatakan bahwa pada siang hari setelah membuat postingan tersebut, dirinya menerima pesan WhatsApp dari seseorang bernama Andy, yang mengaku mewakili ATPM.

Pada sore harinya, pihak ATPM kemudian meminta Theodorus datang ke showroom Jaecoo Karawaci sekitar pukul 18.00 WIB untuk membahas persoalan tersebut.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Theodorus bersama pihak ATPM, Kepala Cabang Jaecoo Karawaci, serta Service Advisor (SA) bengkel.

Menurut Theodorus, dalam pertemuan tersebut pihak ATPM menyampaikan permohonan maaf beberapa kali karena tidak memberikan respons terhadap dua email terakhir yang sebelumnya ia kirimkan.

Ia mengatakan terdapat sejumlah pembahasan lain dalam pertemuan tersebut yang akan disampaikan kepada manajemen ATPM. Namun, Theodorus memilih tidak mengungkapkan detail pembahasan tersebut kepada publik.

Tangkapan Layar

BACA JUGA: Penjualan Mobil Indonesia pada Juli 2026 Tumbuh, Tapi Selisih Wholesales dan Retail Perlu Dicermati

Sebelum tanggapan terbaru dari pemilik kendaraan, salah satu admin grup Facebook Jaecoo J5 Indonesia, Jimmy Wdx, sempat mengunggah informasi yang disebut berasal dari perwakilan ATPM.

Dalam unggahannya, Jimmy meminta Theodorus memberikan klarifikasi apabila terdapat informasi yang perlu diluruskan. Ia juga menyebut bahwa ketiadaan tanggapan dari pemilik terhadap unggahan tersebut sebelumnya dapat memunculkan berbagai opini mengenai persoalan garansi.

Informasi yang dibagikan Jimmy menyebut bahwa berdasarkan kronologi customer, kondisi kendaraan terjadi akibat insiden ketika kendaraan sedang digunakan, yakni adanya puing atau batu yang terlempar dan mengenai bagian bawah kendaraan.

Benturan tersebut disebut mengenai cover pelindung bagian bawah kendaraan serta komponen cooling pipe battery pack. Dalam informasi yang dibagikan tersebut, benturan pada bagian bawah kendaraan disebut menyebabkan kebocoran cairan pendingin.

Kondisi tersebut kemudian membuat sistem kendaraan secara otomatis melakukan pembatasan tenaga output untuk mencegah terjadinya overheat.

Penjelasan tersebut sejalan dengan munculnya indikator kura-kura yang sebelumnya diceritakan oleh pemilik kendaraan, meski penyebab teknis tersebut berasal dari informasi pihak ATPM yang dibagikan admin grup. Dealer Jaecoo Semarang disebut telah melakukan investigasi dan pemeriksaan sesuai prosedur.

Dalam klarifikasi yang dibagikan admin grup, Dealer Jaecoo Semarang juga disebut telah bekerja sama dengan pihak asuransi untuk proses penggantian komponen battery pack.

ATPM disebut telah mengirimkan komponen yang dibutuhkan untuk proses perbaikan ke Dealer Jaecoo Semarang.

Dengan demikian, berdasarkan informasi tersebut, estimasi penggantian battery pack sekitar Rp195,5 juta yang sebelumnya dikhawatirkan pemilik tidak serta-merta menjadi biaya yang harus ditanggung langsung oleh konsumen, karena proses penggantian disebut dilakukan melalui mekanisme asuransi.

Namun, detail mengenai cakupan perlindungan, nilai klaim, serta ketentuan asuransi tidak dijelaskan secara rinci dalam informasi yang beredar di grup.

Perkembangan terbaru dalam kasus tersebut datang langsung dari Theodorus. Ia mengatakan bahwa pada pagi hari dirinya telah mendapatkan informasi dari Kepala Cabang Jaecoo Semarang bahwa battery pack pengganti sudah tiba di bengkel.

Selanjutnya, battery pack tersebut direncanakan untuk dipasang atau di-install pada kendaraan pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Jika proses pemasangan berjalan sesuai rencana, langkah tersebut menjadi perkembangan penting dalam penyelesaian kendala yang dialami Jaecoo J5 EV milik Theodorus.

BACA JUGA: Hongqi Resmi Masuk Indonesia, Bawa E-HS9 sebagai Flagship SUV Listrik Mewah

Theodorus juga menjelaskan bahwa sebenarnya dirinya tidak merasa perlu memberikan tanggapan terhadap komentar admin grup.

Namun, karena menghormati pihak yang bersangkutan, ia memilih memberikan penjelasan agar kronologi kasus dan posisinya sebagai konsumen dapat dipahami secara utuh.

Inti klarifikasinya adalah bahwa ketika unggahan awal dibuat, menurut pengakuannya, belum ada komunikasi langsung dari ATPM, meski sebelumnya ia telah mengirimkan email.

Komunikasi baru terjadi setelah unggahan tersebut dibuat, dilanjutkan dengan pertemuan di Jaecoo Karawaci dan permintaan maaf dari pihak ATPM terkait keterlambatan respons email.

Kini, proses penanganan telah bergerak ke tahap penggantian komponen, dengan battery pack disebut sudah berada di bengkel Jaecoo Semarang.

Untuk diketahui, kasus tersebut menjadi perhatian komunitas karena berkaitan dengan battery pack, salah satu komponen penting sekaligus bernilai tinggi pada kendaraan listrik.

Di sisi lain, informasi yang dibagikan admin grup berdasarkan keterangan perwakilan ATPM menyebut kerusakan berkaitan dengan benturan benda dari jalan yang mengenai bagian bawah kendaraan dan cooling pipe battery pack.

Karena itu, kasus ini belum tepat jika langsung disimpulkan sebagai cacat produksi. Penyebab kerusakan yang beredar saat ini mengarah pada insiden benturan, sementara proses pemeriksaan dan perbaikan dilakukan oleh dealer.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya perlindungan bagian bawah kendaraan listrik, khususnya ketika digunakan di jalan dengan kondisi yang memiliki batu, puing, lubang, atau permukaan tidak rata.

Bagi konsumen, selain aspek teknis, respons layanan purnajual dan kepastian waktu perbaikan juga menjadi bagian penting dari pengalaman kepemilikan kendaraan.

Hingga informasi terbaru, battery pack pengganti disebut telah tiba di bengkel Jaecoo Semarang dan dijadwalkan dipasang pada 18 Agustus 2026. Perkembangan selanjutnya, termasuk hasil pemasangan dan kondisi kendaraan setelah diperbaiki, masih menunggu proses perbaikan selesai.

Sebagai catatan, artikel ini disusun berdasarkan unggahan pemilik kendaraan serta klarifikasi yang dibagikan admin grup Facebook Jaecoo J5 Indonesia berdasarkan informasi dari perwakilan ATPM.

Adapun penyebutan penyebab kerusakan dalam artikel ini merupakan keterangan dari pihak-pihak yang disebutkan di atas dan bukan hasil verifikasi independen OTO Mounture.

(om/ls)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *