
OTO Mounture — Meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi membuat biaya kepemilikan (total cost of ownership/TCO) menjadi salah satu faktor utama sebelum membeli mobil. Selain harga kendaraan, konsumen kini semakin mempertimbangkan biaya pengisian daya, konsumsi energi, hingga biaya perawatan berkala.
Menjawab kebutuhan tersebut, Geely Auto Indonesia menghadirkan Geely EX5 dan Geely Starray EM-i, dua model elektrifikasi yang menawarkan efisiensi biaya operasional sekaligus kemudahan penggunaan untuk aktivitas sehari-hari.
Dengan biaya servis yang terjangkau, konsumsi energi yang efisien, serta program purnajual yang lengkap, kedua kendaraan ini menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke mobil listrik maupun plug-in hybrid.
Pertumbuhan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data GAIKINDO, kendaraan elektrifikasi menyumbang sekitar 26 persen dari total penjualan kendaraan nasional sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap teknologi kendaraan ramah lingkungan, terutama karena menawarkan biaya operasional yang lebih hemat dibandingkan mobil konvensional.
Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, mengatakan konsumen kini semakin mempertimbangkan efisiensi biaya dalam penggunaan kendaraan sehari-hari.
Ia melanjutkan, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi, pihaknya melihat adopsinya di Indonesia terus berkembang.
“Konsumen kini semakin mempertimbangkan efisiensi dalam penggunaan sehari-hari. Melalui Geely EX5 dan Geely Starray EM-i, kami menghadirkan solusi mobilitas dengan biaya kepemilikan yang lebih terjangkau. Biaya perawatan berkala dimulai dari Rp120 ribu per bulan selama lima tahun kepemilikan,” ujarnya.
BACA JUGA: Rem Blong Saat Berkendara? Ini 7 Cara Mengatasinya agar Terhindar dari Kecelakaan
Sebagai SUV listrik murni (EV), Geely EX5 dirancang untuk memberikan biaya operasional yang rendah.
Mobil ini memiliki jadwal servis berkala hingga 100.000 kilometer atau sekitar lima tahun penggunaan. Jika dihitung secara rata-rata, biaya perawatannya hanya sekitar Rp122 ribu per bulan.
Hal tersebut membuat biaya kepemilikan Geely EX5 menjadi salah satu yang kompetitif di segmen SUV listrik.
Geely EX5 dibekali Short Blade Battery berkapasitas 60,22 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 495 kilometer (NEDC) dalam sekali pengisian penuh.
Dengan jarak tempuh tersebut, sebagian besar pengguna hanya perlu melakukan pengisian daya 1–2 kali setiap minggu.
Untuk penggunaan sekitar 1.000–1.500 kilometer per bulan, estimasi biaya pengisian daya berada di kisaran Rp290.000 per bulan untuk penggunaan ringan, dan Rp435.000 per bulan untuk penggunaan lebih intensif.
Nominal tersebut membuat biaya energi Geely EX5 jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin dengan jarak tempuh serupa.
BACA JUGA: Pemesanan VinFast MPV 7 Membludak, Produksi Masih Bertahap
Sementara bagi konsumen yang menginginkan kendaraan elektrifikasi tanpa khawatir mengenai jarak tempuh, Geely Starray EM-i hadir sebagai SUV plug-in hybrid (PHEV).
Mobil ini menggabungkan efisiensi berkendara menggunakan listrik dengan fleksibilitas mesin bensin sehingga cocok digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan antarkota.
Geely Starray EM-i memiliki jadwal servis berkala hingga 75.000 kilometer atau sekitar lima tahun penggunaan. Jika dirata-ratakan, biaya perawatan kendaraan ini sekitar Rp273 ribu per bulan, sehingga tetap kompetitif di kelas SUV hybrid.
Geely Starray EM-i menggunakan baterai 18,4 kWh dengan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik sejauh 105 kilometer (NEDC).
Untuk pengguna yang setiap hari menempuh perjalanan sekitar 40–60 kilometer, kendaraan dapat dioperasikan menggunakan Pure EV Mode dan cukup melakukan pengisian daya setiap empat hari.
Dengan tarif SPKLU sebesar Rp2.466 per kWh, estimasi biaya pengisian listrik selama 25 hari berada di kisaran Rp453.740 hingga Rp680.610 per bulan.
Sementara jika dikombinasikan dengan satu kali pengisian penuh bahan bakar dalam sebulan, total biaya operasional diperkirakan sekitar Rp655.240 hingga Rp982.860 per bulan, tergantung pola penggunaan.
Keunggulan lain Geely Starray EM-i adalah kemampuan menjelajah hingga lebih dari 1.000 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh.
Tangki bensin berkapasitas 51 liter membutuhkan biaya sekitar Rp828.750 jika menggunakan BBM RON 92 dengan harga Rp16.250 per liter. Sementara itu, pengisian penuh baterai hanya membutuhkan biaya sekitar Rp45.374 di SPKLU.
Dalam pengujian rute Jakarta–Bandung–Jakarta, SUV plug-in hybrid ini mencatat konsumsi bahan bakar mencapai 80,7 km per liter atau setara 1,24 liter per 100 kilometer saat menggunakan mode Hybrid, menunjukkan efisiensi yang sangat baik untuk perjalanan jarak jauh.
Selain menawarkan biaya operasional yang efisien, Geely Auto Indonesia juga memberikan berbagai layanan purnajual untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Fasilitas tersebut meliputi Emergency Roadside Assistance (ERA), garansi kendaraan, wall charger atau portable charger, garansi baterai seumur hidup untuk Geely EX5, dan garansi power battery 8 tahun atau 180.000 kilometer untuk Geely Starray EM-i.
Program aftersales tersebut dirancang agar pelanggan dapat menikmati kendaraan elektrifikasi dengan biaya kepemilikan yang lebih terukur sekaligus memberikan ketenangan selama masa penggunaan.
(om/ns)








