
OTO Mounture — Raksasa ritel asal Jepang, Aeon, mengeluarkan klarifikasi resmi terkait pemberitaan mengenai kerja samanya dengan produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD.
Dalam pernyataan yang dirilis pada 22 Oktober 2025, Aeon menyebut adanya “kesalahan parsial” dalam informasi yang sebelumnya disampaikan ke publik.
Menurut penjelasan resmi, keterlibatan Aeon dengan BYD hanya sebatas pada kegiatan promosi sementara yang akan digelar pada November mendatang.
Dalam periode tersebut, Aeon hanya akan memfasilitasi pameran kendaraan dan bertindak sebagai perantara dalam kontrak pembelian, tanpa menjadi pihak utama dalam penjualan.
Melalui keterangan resminya, Aeon menegaskan bahwa tidak ada perusahaan dalam grup Aeon yang berencana untuk membuka gerai penjualan permanen atau memasuki bisnis impor dan penjualan kendaraan listrik dalam jangka panjang.
“Rencana kami terbatas pada kegiatan promosi sementara, bukan kerja sama penjualan permanen,” tulis Aeon dalam keterangannya.
BACA JUGA: Jaecoo J7 Jadi Mobil Terlaris Keempat di Inggris September 2025, Catat Penjualan 6.489 Unit
Perusahaan juga menyatakan akan meninjau ulang mekanisme penyebaran informasi internal untuk memastikan keakuratan dan ketepatan waktu komunikasi kepada publik di masa depan. Rincian lebih lanjut mengenai isi kegiatan promosi BYD di fasilitas Aeon akan diumumkan kemudian.
Klarifikasi ini muncul setelah laporan pada 21 Oktober menyebutkan bahwa Aeon dan BYD berencana menjalin kerja sama penjualan jangka panjang mulai 2025, dengan pembukaan 30 titik penjualan di pusat perbelanjaan Aeon di seluruh Jepang.
Laporan tersebut juga menyebutkan adanya strategi diskon khusus yang memungkinkan konsumen membeli mobil BYD dengan harga mulai 2 juta yen Jepang (sekitar 13.080 dolar AS atau setara Rp217 jutaan).
Dengan klarifikasi ini, Aeon menegaskan bahwa keterlibatannya dengan BYD bersifat promosional dan terbatas waktu, bukan langkah strategis menuju bisnis otomotif jangka panjang.
(om/ril)








