Hino Gelar Program Pelatihan Virtual untuk 70 Guru

OTO Mounture — Hino Indonesia melalui PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pelatihan kepada 70 orang guru dari 43 SMK di Provinsi Banten secara online mengenai Hino common rail system.

Common rail system sendiri merupakan salah satu kurikulum pada mesin diesel yang ada pada SMK saat ini, untuk itu diharapkan dengan CSR pelatihan ini, guru-guru SMK mendapat referensi bahan belajar dan mengajar atau menjadi bahan acuan dalam proses pembelajaran khususnya secara online.

After Sales Services & Total Support Director HMSI, Irwan Supriyono, menuturkan bahwa Hino sangat mengedepankan pengembangan sumber daya manusia baik untuk internal, diler dan sekolah-sekolah khususnya SMK.

“Karena lulusan SMK kedepannya akan menjadi bagian dari kemajuan industri otomotif di Indonesia. Sehingga lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan ini nantinya siap memasuki dunia kerja,” tuturnya dalam keterangan resmi, Jumat, 23 Oktober 2020.

Pada kegiatan itu, para guru mendapat pelatihan mengenai dasar-dasar atau prinsip kerja dari Sistem Common Rail Hino, selain itu dilanjutkan dengan materi komponen Common Rail System di Hino, sensor common rail system, cara kerja dan diagnosis common rail system, serta penggunaan DX Tools atau alat canggih yang biasa digunakan pada seluruh workshop Hino di Indonesia untuk mengecek dan menganalisa mesin common rail kendaraan Hino.

Materi yang diberikan tidak hanya bersifat online training, namun guru-guru SMK dari provinsi Banten ini juga dibekali dengan video animasi yang dapat mereka pergunakan kembali sebagai bahan mengajar di sekolah nanti.

Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Arkani, mengatakan bahwa pelatihan oleh Hino melalui webinar sangat tepat dan harapannya dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk selalu peduli dan menjalin hubungan dengan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) walaupun dalam masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Sehingga pengetahuan para guru SMK terus bertambah, dan akan semakin banyak referensi saat mengajar ke siswa. Sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan mutu lulusan SMK yang siap kerja,” katanya. (OM/RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *