Mahindra Genjot Infrastruktur Mobil Listrik, Gandeng HPCL Perluas Charger EV

fast charging mobil listrik di India.
Foto: Mahindra

OTO Mounture — Charge_iN, perusahaan pengisian kendaraan listrik yang merupakan anak usaha Mahindra, terus memperluas jaringan fast charging mobil listrik di India. Perusahaan kini telah mengoperasikan jaringan pengisian cepat di sejumlah lokasi strategis, termasuk salah satu koridor antarkota tersibuk di negara tersebut.

Salah satu pencapaian terbaru Charge_iN adalah mulai beroperasinya stasiun pengisian kendaraan listrik pertama hasil kerja sama dengan Hindustan Petroleum Corporation Limited (HPCL) di sepanjang jalur Mumbai-Pune Expressway.

Kerja sama Charge_iN dan HPCL sendiri diumumkan pada Maret 2026. Kolaborasi tersebut bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di India dengan memanfaatkan jaringan stasiun pengisian bahan bakar HPCL yang tersebar di berbagai wilayah.

Kehadiran stasiun di jalur Mumbai-Pune menjadi langkah penting karena koridor tersebut merupakan salah satu jalur transportasi antarkota dengan tingkat mobilitas tinggi di India.

BACA JUGA: Generasi Muda dan Teknologi Jadi Kunci Transformasi Secure Parking Indonesia

Charge_iN mengoperasikan jaringan ultrafast public EV charging dengan charger berdaya 180 kW. Setiap stasiun menggunakan konfigurasi dual-gun, sehingga dapat melayani pengisian kendaraan listrik melalui dua konektor.

Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung kendaraan listrik Mahindra, termasuk SUV listrik Mahindra XEV 9e dan sejumlah model lain yang menggunakan platform kendaraan listrik INGLO.

Pengembangan jaringan fast charging menjadi semakin penting seiring pertumbuhan penjualan mobil listrik Mahindra di pasar domestik India.

Charge_iN sendiri pertama kali diumumkan pada November 2025. Kehadirannya merupakan bagian dari strategi Mahindra dalam membangun ekosistem kendaraan listrik, tidak hanya melalui pengembangan mobil, tetapi juga infrastruktur pengisian daya.

Charge_iN menyebut jaringannya kini telah mencapai sekitar 200 stasiun pengisian kendaraan listrik yang tersebar di berbagai wilayah India. Sementara itu, pengguna mobil listrik Mahindra disebut dapat mengakses sekitar 35.000 titik pengisian publik di seluruh India.

Akses tersebut tidak hanya berasal dari jaringan milik Charge_iN. Pengguna juga dapat memanfaatkan berbagai jaringan pengisian yang tersedia melalui ekosistem aplikasi Me4U, termasuk HP eCharge Stations dan sejumlah operator pengisian lainnya.

Dengan demikian, pemilik mobil listrik Mahindra memiliki lebih banyak pilihan ketika melakukan perjalanan jarak jauh.

BACA JUGA: VinFast Limo Green, MPV Listrik 7 Penumpang untuk Armada Komersial

Kerja sama dengan HPCL menjadi salah satu strategi Charge_iN untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian EV.

HPCL merupakan salah satu perusahaan energi besar India dengan jaringan stasiun bahan bakar yang tersebar di berbagai wilayah. Pemanfaatan jaringan tersebut memungkinkan pengembangan fasilitas pengisian kendaraan listrik dilakukan di lokasi yang sudah memiliki infrastruktur pendukung dan mudah dijangkau pengguna jalan.

Bagi Mahindra, ekspansi ini juga dapat membantu mengatasi salah satu tantangan utama kendaraan listrik, yakni ketersediaan infrastruktur pengisian daya untuk perjalanan jarak jauh.

Terlebih, Mahindra terus memperluas jajaran kendaraan listrik berbasis platform INGLO. Kehadiran jaringan fast charging yang semakin luas diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus mendorong adopsi mobil listrik di India.

Dengan bertambahnya lokasi pengisian dan integrasi berbagai operator dalam satu ekosistem, Mahindra tidak hanya berupaya menjual mobil listrik, tetapi juga membangun infrastruktur pendukung yang dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan kendaraan listrik di India.

(om/pd)

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *