Data AISI: Penjualan Motor pada Agustus 2026 Tumbuh 3,2 Persen

Foto: AISI

OTO Mounture — Penjualan sepeda motor di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan pada Agustus 2026. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor domestik mencapai 596.461 unit sepanjang Agustus 2026.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Agustus 2025, penjualan sepeda motor domestik tercatat sebanyak 578.041 unit. Dengan demikian, penjualan motor di Indonesia pada Agustus 2026 tumbuh sekitar 3,2 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Kenaikan tersebut menunjukkan pasar sepeda motor domestik masih memiliki daya serap yang cukup kuat, meski penjualan pada Agustus 2026 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pada Juli 2026, penjualan motor domestik tercatat sebanyak 636.030 unit. Artinya, secara bulanan, penjualan Agustus turun 6,2 persen.

Berdasarkan data AISI, penjualan sepeda motor domestik pada Agustus 2026 mencapai 596.461 unit. Jika dibandingkan dengan Agustus 2025 sebanyak 578.041 unit, terdapat tambahan penjualan sekitar 18.420 unit atau tumbuh 3,2 persen.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juli 2026 yang mencapai 636.030 unit, penjualan Agustus mengalami penurunan sebanyak 39.569 unit atau sekitar 6,2 persen.

BACA JUGA: IMHAX 2026: KYTA Kenalkan Produk Baru dan Perkuat Lini Performance Parts

Jika melihat performa sepanjang Januari hingga Agustus 2026, penjualan motor domestik Indonesia tercatat mencapai 4.362.078 unit. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan total periode Januari-Agustus 2025 yang mencapai 4.269.720 unit.

Dengan demikian, penjualan motor domestik secara kumulatif tumbuh sekitar 2,2 persen, atau bertambah sebanyak 92.358 unit. Pertumbuhan kumulatif tersebut memperlihatkan pasar sepeda motor nasional masih berada dalam tren positif hingga delapan bulan pertama 2026.

Selain pasar domestik, industri sepeda motor Indonesia juga mencatat aktivitas ekspor dalam beberapa bentuk, yakni Completely Built Up (CBU), Completely Knocked Down (CKD), serta Part by Part.

Untuk ekspor CBU, AISI mencatat sebanyak 50.254 unit pada Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang berada di angka 47.446 unit. Artinya, ekspor motor CBU tumbuh sekitar 5,9 persen secara tahunan.

Sementara secara kumulatif Januari-Agustus 2026, ekspor CBU mencapai 432.842 unit. Angka ini meningkat sekitar 15,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 375.231 unit.

Berbeda dengan CBU, ekspor dalam bentuk CKD mengalami tekanan jika melihat capaian kumulatif delapan bulan pertama. Pada Agustus 2026, ekspor CKD tercatat sebanyak 687.125 unit, naik sekitar 2,5 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 670.368 unit.

Namun, secara kumulatif Januari-Agustus 2026, ekspor CKD mencapai 5.293.234 unit. Jumlah tersebut turun sekitar 4,6 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025 sebanyak 5.547.053 unit.

Dengan demikian, meski ekspor CKD tumbuh pada Agustus secara tahunan, kinerja kumulatifnya masih berada di bawah capaian tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Jangan Asal Lap! Begini Cara Bersihkan Kendaraan yang Terkena Abu Vulkanik

Sementara itu, ekspor motor dalam bentuk Part by Part mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada Agustus 2026, ekspor Part by Part mencapai 14.955.490 unit. Angka ini meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang sebanyak 12.708.339 unit.

Dengan demikian, ekspor Part by Part tumbuh sekitar 17,7 persen secara tahunan, atau bertambah sekitar 2,25 juta unit. Secara kumulatif, Januari-Agustus 2026 ekspor Part by Part mencapai 113.947.396 unit.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 22,0 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 93.420.752 unit.

Secara keseluruhan, data AISI menunjukkan penjualan motor domestik sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 4.362.078 unit, meningkat 2,2 persen dibandingkan 4.269.720 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Untuk ekspor CBU, jumlahnya mencapai 432.842 unit, naik 15,4 persen dari 375.231 unit pada Januari-Agustus 2025. Sementara itu, ekspor CKD tercatat sebanyak 5.293.234 unit, turun 4,6 persen dibandingkan 5.547.053 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun ekspor Part by Part menjadi kategori dengan pertumbuhan paling tinggi. Sepanjang Januari-Agustus 2026, jumlahnya mencapai 113.947.396 unit, naik sekitar 22,0 persen dari 93.420.752 unit pada Januari-Agustus 2025.

Dengan demikian, dari empat kategori yang dicatat AISI, tiga di antaranya mengalami pertumbuhan secara kumulatif, yakni penjualan domestik, ekspor CBU, dan ekspor Part by Part. Sementara ekspor CKD menjadi satu-satunya kategori yang mengalami penurunan.

Capaian Agustus 2026 memperlihatkan pasar sepeda motor Indonesia masih mampu mempertahankan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya.

Penjualan domestik sebesar 596.461 unit membuat total penjualan Januari-Agustus 2026 mencapai 4,36 juta unit. Secara tahunan, angka tersebut masih tumbuh 2,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Meski demikian, terdapat fluktuasi penjualan sepanjang tahun. Setelah mencapai 636.030 unit pada Juli 2026, penjualan domestik kembali turun menjadi 596.461 unit pada Agustus.

Dengan memasuki periode akhir tahun, perkembangan penjualan dalam beberapa bulan berikutnya akan menjadi penentu seberapa besar pertumbuhan pasar sepeda motor nasional sepanjang 2026.

(om/ns)

 

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *