
OTO Mounture — Penjualan kendaraan komersial di Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 menunjukkan pergerakan yang berbeda antar merek.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Mitsubishi Fuso, Hino, dan Isuzu berhasil mencatat pertumbuhan penjualan sekaligus memperkuat pangsa pasar.
Sebaliknya, UD Trucks mengalami penurunan signifikan, sedangkan Mercedes-Benz Commercial Vehicle (CV) mencatat pertumbuhan dari basis penjualan yang relatif kecil.
Data ini menggunakan angka wholesales, yakni penjualan kendaraan dari pabrikan atau distributor kepada dealer.
Mitsubishi Fuso menjadi salah satu merek dengan performa paling kuat sepanjang tujuh bulan pertama 2026.
Penjualan wholesales Mitsubishi Fuso mencapai 22.504 unit pada Januari-Juli 2026. Angka tersebut setara dengan pangsa pasar 4,3% dari total wholesales nasional.
Jika dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 13.313 unit, penjualan Fuso melonjak 69,0% secara year-on-year (YoY). Pertumbuhan tersebut sekaligus membuat pangsa pasar Fuso meningkat dari 3,0% menjadi 4,3%.
Kinerja positif juga terlihat pada Juli 2026. Penjualan Fuso mencapai 4.969 unit, naik 21,9% dibandingkan 4.076 unit pada Juli 2025.
Sementara itu, produksi Fuso sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 22.176 unit, tumbuh 62,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan produksi tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa peningkatan penjualan Fuso tidak hanya berasal dari perubahan stok dealer, tetapi juga diikuti peningkatan aktivitas produksi.
BACA JUGA: Pascagempa NTT, Elnusa Petrofin Siapkan Strategi Alih Suplai BBM di Reo
Hino juga mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang Januari-Juli 2026. Penjualan wholesales Hino mencapai 14.100 unit, dengan pangsa pasar sebesar 2,7%. Volume tersebut meningkat 45,9% dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 9.666 unit.
Pertumbuhan penjualan tersebut membuat pangsa pasar Hino naik dari 2,2% menjadi 2,7%. Pada Juli 2026, Hino membukukan penjualan sebanyak 3.440 unit, meningkat 48,3% dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 2.319 unit.
Dari sisi produksi, Hino mencatat 13.616 unit sepanjang Januari-Juli 2026 atau tumbuh 25,7% YoY. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas produksi seiring dengan menguatnya permintaan.
Sementara Isuzu mencatat pertumbuhan yang lebih moderat dibandingkan Fuso dan Hino, tetapi tetap berhasil meningkatkan pangsa pasarnya.
Sepanjang Januari-Juli 2026, wholesales Isuzu mencapai 16.906 unit, dengan pangsa pasar sebesar 3,3%. Angka tersebut tumbuh 25,6% dibandingkan 13.465 unit pada periode yang sama 2025. Pangsa pasar Isuzu juga meningkat dari 3,1% menjadi 3,3%.
Namun, performa Isuzu pada Juli 2026 sedikit melemah. Penjualan tercatat 3.016 unit, turun 1,8% dibandingkan 3.070 unit pada Juli 2025.
Di sisi lain, penjualan retail Isuzu sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 16.319 unit, dengan pangsa pasar 3,2%. Angka tersebut relatif berdekatan dengan capaian wholesales.
Sementara itu, ekspor Isuzu mengalami tekanan. Ekspor sepanjang Januari-Juli 2026 turun 40,6% YoY menjadi 3.456 unit. Dengan demikian, pertumbuhan Isuzu pada pasar kendaraan komersial tahun ini lebih banyak ditopang oleh pasar domestik.
BACA JUGA: Suzuki XL7 Terbaru Resmi Dikirim ke Konsumen, SPK Tembus 1.300 Unit
Berbeda dengan Fuso, Hino, dan Isuzu, UD Trucks justru mengalami tekanan cukup berat sepanjang Januari-Juli 2026. Penjualan wholesales UD Trucks hanya mencapai 528 unit, turun 57,2% dibandingkan 1.235 unit pada periode yang sama 2025.
Penurunan volume tersebut turut memangkas pangsa pasar UD Trucks dari 0,3% menjadi hanya 0,1%. Tekanan juga terlihat dari sisi produksi. Produksi UD Trucks Januari-Juli 2026 tercatat 579 unit, turun 40,9% secara YoY.
Meski demikian, terdapat sedikit perbaikan secara bulanan. Penjualan Juli 2026 naik 40% dibandingkan Juni, dari 80 unit menjadi 112 unit. Namun, jika dibandingkan secara tahunan, penjualan Juli 2026 masih turun 10,4% dibandingkan Juli 2025.
Artinya, kenaikan dari Juni ke Juli belum cukup untuk mengubah tren penurunan UD Trucks sepanjang tahun berjalan.
Sedangkan Mercedes-Benz Commercial Vehicle mencatat pertumbuhan penjualan sepanjang Januari-Juli 2026. Penjualan wholesales mencapai 722 unit, naik 32,5% dibandingkan 545 unit pada periode yang sama 2025.
Namun, pangsa pasar Mercedes-Benz CV masih berada di kisaran 0,1%. Pertumbuhan tersebut juga perlu dilihat dari basis volume yang relatif kecil, karena secara absolut kenaikannya sekitar 177 unit.
Pada Juli 2026, penjualan Mercedes-Benz CV mencapai 124 unit, meningkat 49,4% dibandingkan Juli 2025 yang berada di level 83 unit. Meski demikian, jika dibandingkan dengan Juni 2026, penjualan Juli justru turun 12,7%.
Jika melihat data Gaikindo, performa merek kendaraan komersial sepanjang Januari-Juli 2026 dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori.
Pertama, merek yang memperkuat posisi pasar, yakni Mitsubishi Fuso, Hino, dan Isuzu. Ketiganya berhasil meningkatkan volume penjualan sekaligus pangsa pasar. Fuso mencatat pertumbuhan paling tinggi sebesar 69,0%, disusul Hino 45,9% dan Isuzu 25,6%.
Kedua, merek yang mengalami tekanan, yaitu UD Trucks. Penjualan merek tersebut turun 57,2% dan pangsa pasarnya menyusut dari 0,3% menjadi 0,1%.
Ketiga, merek yang tumbuh dari basis rendah, yakni Mercedes-Benz Commercial Vehicle. Pertumbuhan 32,5% terlihat positif secara persentase, tetapi volumenya masih relatif kecil dibandingkan pemain utama di segmen kendaraan komersial.
(om/ls)








