
OTO Mounture — PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membukukan 1.336 surat pemesanan kendaraan (SPK) selama sebelas hari penyelenggaraan GIIAS 2026.
Meski berhasil mengamankan lebih dari seribu pemesanan, angka tersebut mengalami sedikit penurunan dibandingkan capaian Suzuki pada pameran sebelumnya.
Sales 4W Department Head PT SIS, Rendy Anggadiputra, mengatakan penurunan terutama terjadi pada segmen kendaraan komersial.
“Di GIIAS 2026 kita kemarin membukukan angka SPK sampai dengan 1.336. Sebenarnya terjadi sedikit penurunan, kita melihat penurunan terbesar terutama di komersial,” ujar Rendy di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Suzuki mengaku belum melakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor yang menyebabkan penurunan tersebut. Kendati demikian, perusahaan menilai kondisi penjualan kendaraan penumpang maupun komersial Suzuki secara nasional masih tergolong baik.
BACA JUGA: Jaecoo J5 EV Bermasalah, Battery Pack Rp195,5 Juta Kini Siap Dipasang
Dari total SPK yang diperoleh selama GIIAS 2026, Suzuki Fronx menjadi model dengan kontribusi terbesar.
Rendy mengungkapkan, Fronx menyumbang sekitar 32 persen dari total SPK Suzuki selama pameran. Sementara itu, Suzuki XL7 memberikan kontribusi sekitar 17 persen dan menjadi salah satu model dengan permintaan tinggi.
“Proporsi di GIIAS 2026 kita paling besar Fronx di 32 persen, XL7 itu kontribusinya 17 persen di urutan ke-3,” jelasnya.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kendaraan penumpang masih memiliki peran penting dalam menopang penjualan Suzuki, meski Suzuki Carry tetap menjadi kontributor utama secara keseluruhan.
Di luar pencapaian selama GIIAS 2026, Carry masih menjadi model yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan Suzuki di Indonesia.
Menurut Rendy, kontribusi Carry saat ini mencapai lebih dari 50 persen atau sekitar 51-52 persen. Posisi berikutnya ditempati XL7 dengan kontribusi hampir 17 persen, sedangkan Fronx berada di kisaran 16 persen.
“Untuk kontribusi saat ini memang masih di Carry lebih kurang di atas 50 persen, 51-52 persen. Kemudian itu ada XL7 sekitar hampir ke 17 persen, dan Fronx itu 16 persen,” papar Rendy.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan komersial ringan masih menjadi fondasi penting bagi bisnis Suzuki di pasar Indonesia, sementara model seperti XL7 dan Fronx menjadi penggerak di segmen kendaraan penumpang.
BACA JUGA: Hyundai Makin Tertekan di Indonesia, Penjualan Turun Saat Merek Tiongkok Melaju
Dalam ajang GIIAS 2026, Suzuki turut memperkenalkan dua produk baru, yakni new XL7 dan new Fronx Kuro Edition.
New XL7 hadir sebagai penyegaran dari SUV keluarga Suzuki, sedangkan Fronx Kuro Edition menjadi varian baru yang memperkuat pilihan konsumen terhadap crossover tersebut.
Keduanya kemudian menjadi bagian dari strategi Suzuki untuk menjaga daya tarik produk di tengah persaingan pasar otomotif Indonesia yang semakin ketat.
Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang Januari-Juli 2026 Suzuki mencatat penjualan wholesales sebanyak 41.973 unit. Angka tersebut merupakan distribusi kendaraan dari pabrik ke jaringan diler.
Sementara berdasarkan penjualan retail sales, yakni distribusi kendaraan dari diler kepada konsumen, Suzuki membukukan 42.436 unit pada periode yang sama.
Dengan capaian tersebut, Suzuki berada di posisi tiga besar penjualan kendaraan roda empat atau lebih di Indonesia.
Secara pangsa pasar, Suzuki mencatat market share 8,1 persen berdasarkan wholesales dan 8,3 persen berdasarkan retail sales sepanjang Januari-Juli 2026.
Capaian tersebut menunjukkan posisi Suzuki masih cukup kuat di pasar otomotif nasional, meski persaingan antarmerek semakin ketat dan sejumlah pemain baru terus meningkatkan penetrasinya.
(om/pd)








