Insentif Mobil Listrik 2026 Tak Berlaku untuk Hybrid? Ini Penjelasan Pemerintah

GIIAS 2026

OTO Mounture — Pasar otomotif Indonesia masih menantikan kepastian mengenai insentif kendaraan listrik 2026 yang tengah disiapkan pemerintah. Namun, berdasarkan pernyataan sejumlah pejabat pemerintah, kebijakan tersebut tampaknya belum akan mencakup kendaraan dengan teknologi hybrid.

Sinyal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, saat mengunjungi ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurut Airlangga, kendaraan hybrid saat ini sudah menunjukkan pertumbuhan penjualan yang cukup positif. Teknologi tersebut juga dinilai menjadi solusi transisi sebelum masyarakat beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).

“Sekarang hybrid penjualannya naik karena dengan infrastruktur terbatas, teknologi ini jadi solusi bagi masyarakat sebelum masuk ke BEV (battery electric vehicle),” kata Airlangga.

BACA JUGA: Beli Mobil Jangan Cuma Lihat Cicilan, TAF dan OJK Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan

Airlangga menjelaskan, pemerintah saat ini lebih mengarahkan insentif untuk mendorong produksi kendaraan listrik di dalam negeri.

Sementara itu, kendaraan hybrid yang sudah diproduksi secara lokal dinilai telah mendapatkan dukungan insentif yang ada.

“Karena sudah jalan, insentifnya sudah full. Insentif itu diberikan untuk produksi nasional, dan ini produksinya sudah nasional,” lanjutnya.

Menurut Airlangga, salah satu tujuan utama pemberian insentif kendaraan listrik adalah meningkatkan produksi di dalam negeri. Dengan meningkatnya produksi nasional, penggunaan komponen lokal atau local content diharapkan ikut meningkat.

Untuk kendaraan hybrid, pemerintah menilai target tersebut mulai tercapai karena sejumlah model sudah diproduksi di Indonesia.

“Produksinya sudah bagus, penjualan juga sudah naik 45 persen dibandingkan tahun lalu. Jadi tujuan pemerintah untuk menaikkan local content sudah tercapai,” ujarnya.

Sinyal bahwa mobil hybrid belum mendapatkan insentif baru juga disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya mengatakan dirinya belum mendengar adanya rencana pemberian insentif baru untuk kendaraan hybrid. Teknologi yang saat ini masuk dalam pembahasan masih berfokus pada kendaraan listrik berbasis baterai.

“Saya belum dengar rencana itu (hybrid diberikan insentif). Yang saya dengar baru untuk BEV (battery electric vehicle), baik yang menggunakan baterai berbasis nikel maupun lithium,” kata Purbaya.

Artinya, apabila kebijakan tersebut diterapkan sesuai arah pembahasan saat ini, insentif kendaraan listrik 2026 lebih difokuskan kepada mobil BEV, sementara kendaraan hybrid belum termasuk di dalam skema baru tersebut.

BACA JUGA: Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulan Chery Tiggo V

Purbaya juga memberikan gambaran mengenai jenis teknologi elektrifikasi yang belum masuk dalam pembahasan insentif.

Selain mild hybrid dan strong hybrid, teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) serta range extended electric vehicle (REEV) juga disebut belum masuk dalam pembahasan insentif.

Dengan demikian, setidaknya berdasarkan pernyataan pemerintah tersebut, fokus kebijakan saat ini masih diarahkan pada kendaraan yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dari baterai.

Pertumbuhan penjualan kendaraan hybrid menjadi salah satu alasan pemerintah menilai teknologi tersebut sudah berkembang cukup baik di pasar Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah ingin memastikan insentif kendaraan listrik memberikan dampak terhadap industri dalam negeri, khususnya melalui peningkatan produksi dan penggunaan komponen lokal.

Kondisi ini membuat kendaraan BEV masih menjadi salah satu fokus utama kebijakan elektrifikasi pemerintah.

Meski begitu, keputusan akhir mengenai insentif mobil listrik 2026 masih menjadi perhatian pelaku industri otomotif dan konsumen. Kepastian mengenai bentuk, besaran, serta mekanisme insentif akan menjadi faktor penting bagi perkembangan pasar kendaraan listrik Indonesia ke depan.

(om/pd)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *