
OTO Mounture — GAC Indonesia mengungkap bahwa setiap mobil listrik GAC Aion dibangun di atas pengalaman hampir tiga dekade dalam riset dan pengembangan (Research & Development/R&D), didukung jaringan engineering global serta inovasi berkelanjutan yang telah dipercaya jutaan konsumen di berbagai negara.
Melalui pendekatan tersebut, GAC Indonesia tidak sekadar menghadirkan kendaraan listrik modern, tetapi juga membawa standar kualitas global yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Selama hampir tiga dekade, GAC Group secara konsisten membangun kapabilitas sebagai perusahaan otomotif berbasis teknologi melalui investasi besar pada sektor riset dan pengembangan.
Bagi GAC, inovasi bukan hanya menghadirkan teknologi baru, melainkan mencakup keseluruhan proses mulai dari pengembangan teknologi inti, desain kendaraan, proses manufaktur, hingga pengujian kualitas.
Pendekatan tersebut memastikan seluruh mobil listrik GAC Aion dikembangkan menggunakan standar engineering yang sama sehingga mampu menghadirkan kualitas, keselamatan, keandalan, dan pengalaman berkendara yang optimal.
BACA JUGA: Pemesanan VinFast MPV 7 Membludak, Produksi Masih Bertahap
Komitmen terhadap inovasi tercermin dari besarnya investasi yang dialokasikan perusahaan untuk penelitian dan pengembangan.
Sepanjang 2025, GAC menginvestasikan RMB 7,71 miliar, atau sekitar 7,98 persen dari total pendapatan perusahaan, guna memperkuat pengembangan teknologi kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).
Investasi tersebut digunakan untuk mengembangkan berbagai teknologi masa depan, di antaranya all-solid-state lithium battery, teknologi L3 Conditional Autonomous Driving, kendaraan mobilitas masa depan GOVY AirJet, dan pengembangan platform kendaraan listrik generasi terbaru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang GAC dalam membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman, cerdas, dan berkelanjutan.
Kekuatan teknologi GAC juga diperkuat melalui jaringan pusat riset global yang tersebar di berbagai negara. Pusat R&D tersebut berada di Guangzhou, Shanghai, Beijing, Silicon Valley, Los Angeles, serta Milan.
Seluruh pusat pengembangan tersebut terhubung melalui sistem inovasi global “1+5+X”, sehingga memungkinkan kolaborasi lintas negara dalam menciptakan berbagai teknologi otomotif terbaru.
Melalui ekosistem tersebut, GAC mengembangkan sejumlah teknologi inti yang kini menjadi fondasi seluruh lini produknya, antara lain AEP (Aion Electric Platform), Magazine Battery dengan standar keselamatan tinggi, ADiGO Intelligent System, ADiMOTION Hybrid Technology, dan X-SOUL Safety Architecture.
Teknologi-teknologi tersebut tidak hanya diterapkan pada satu model tertentu, tetapi menjadi basis pengembangan seluruh kendaraan GAC secara global, termasuk mobil listrik GAC Aion yang dipasarkan di Indonesia.
BACA JUGA: Chery Gelar General Check-Up dan Edukasi Teknis Chery J6, Perkuat Layanan Purnajual EV
Dengan strategi tersebut, konsumen Indonesia memperoleh kendaraan yang dikembangkan menggunakan standar engineering dan kualitas yang sama seperti yang dipasarkan di berbagai negara.
Bagi GAC, inovasi tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi.
Seluruh inovasi diterjemahkan ke dalam proses manufaktur, pengujian kualitas, hingga pengembangan produk yang berorientasi pada keamanan, efisiensi, keandalan, dan kenyamanan berkendara.
Pendekatan menyeluruh inilah yang menjadi fondasi perusahaan dalam membangun kepercayaan konsumen di pasar global.
Kepercayaan pasar terhadap teknologi GAC tercermin dari pertumbuhan penjualannya di berbagai negara. Hingga Mei 2026, GAC Group membukukan penjualan kumulatif lebih dari 628.200 unit kendaraan secara global.
Sementara itu, lini kendaraan listrik GAC Aion mencatatkan penjualan 144.100 unit, meningkat 62,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Saat ini GAC telah memperluas jangkauannya ke 102 negara dan wilayah, didukung oleh 696 jaringan penjualan dan layanan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas, teknologi, dan inovasi GAC telah diterima oleh konsumen dengan karakteristik pasar yang beragam di berbagai belahan dunia.
Indonesia menjadi salah satu pasar penting dalam strategi ekspansi global GAC di kawasan Asia Tenggara.
Melalui strategi “In Local, For Local” serta pendekatan One GAC, perusahaan menghadirkan standar teknologi dan kualitas global sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui beberapa langkah strategis, antara lain memperkuat portofolio produk, mengembangkan fasilitas perakitan lokal, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperluas jaringan penjualan, dan memperkuat layanan purna jual.
Dengan pendekatan tersebut, GAC berharap mampu memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang semakin nyaman bagi masyarakat Indonesia.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, mengatakan bahwa kekuatan utama sebuah kendaraan tidak hanya terletak pada produk akhirnya, tetapi juga pada fondasi engineering dan inovasi yang dibangun perusahaan selama bertahun-tahun.
Menurutnya, di balik setiap kendaraan yang dipercaya konsumen, selalu ada perusahaan yang memiliki fondasi engineering, inovasi, dan kualitas yang kuat.
Selama hampir tiga dekade, lanjut dia, GAC membangun fondasi tersebut melalui investasi yang konsisten dalam riset dan pengembangan sehingga mampu menghadirkan teknologi yang relevan sekaligus memenuhi standar kualitas global.
“Seluruh kapabilitas itulah yang kini kami hadirkan di Indonesia. Kami ingin masyarakat Indonesia tidak hanya mengenal GAC melalui produknya, tetapi juga memahami kekuatan engineering, inovasi, dan pengalaman global yang berada di balik setiap kendaraan GAC. Dengan demikian, setiap konsumen dapat merasa yakin bahwa mereka memilih kendaraan yang dikembangkan berdasarkan standar kualitas yang telah dipercaya oleh jutaan konsumen di berbagai belahan dunia,” tuturnya.
(om/ns)








