Penjualan Honda pada Mei 2026 Naik Tipis, Market Share Terus Menyusut

OTO Mounture — Penjualan Honda di Indonesia pada Mei 2026 menunjukkan perbaikan dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil Honda dari pabrik ke diler (wholesales) naik tipis dibanding April 2026.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, performa penjualan Honda masih mengalami tekanan cukup dalam. Baik wholesales maupun retail sales sama-sama mencatat penurunan lebih dari 20 persen secara tahunan.

Kondisi tersebut juga membuat pangsa pasar (market share) Honda di Indonesia terus mengalami penyusutan sepanjang lima bulan pertama 2026.

Data Gaikindo mencatat, wholesales Honda pada Mei 2026 mencapai 2.378 unit, sedikit meningkat dibanding April 2026 yang sebanyak 2.363 unit.

Secara bulanan, kenaikan tersebut hanya sekitar 0,6 persen. Namun, jika dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 3.166 unit, penjualan Honda masih turun 24,9 persen.

Secara kumulatif, selama Januari hingga Mei 2026, Honda membukukan wholesales sebanyak 18.271 unit. Angka tersebut turun 35,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 28.502 unit.

Akibat penurunan tersebut, market share wholesales Honda juga ikut menyusut menjadi 5,1 persen, dari sebelumnya 9 persen pada periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA: Mitsubishi Xforce: Compact SUV yang Relevan untuk Kebutuhan Konsumen Modern

Sementara itu, dari sisi penjualan ritel atau distribusi dari diler ke konsumen, Honda juga mencatat kenaikan dibanding bulan sebelumnya.

Retail sales Honda pada Mei 2026 mencapai 3.646 unit, naik 3,7 persen dibanding April 2026 yang sebanyak 3.515 unit.

Namun secara tahunan, angka tersebut masih lebih rendah 23,1 persen dibanding Mei 2025 yang mencatat 4.740 unit.

Selama Januari hingga Mei 2026, total retail sales Honda mencapai 20.162 unit, turun 40,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 33.955 unit.

Market share retail Honda pun ikut terkoreksi menjadi 5,6 persen, jauh di bawah capaian 10,3 persen pada periode Januari-Mei 2025.

Meski penjualan Honda pada Mei 2026 mulai menunjukkan pertumbuhan secara bulanan, peningkatan tersebut belum mampu mengimbangi penurunan yang terjadi dibanding tahun lalu.

Baik dari sisi wholesales maupun retail sales, Honda masih menghadapi tekanan yang cukup besar sepanjang 2026. Penurunan volume penjualan turut berdampak pada berkurangnya pangsa pasar merek tersebut di industri otomotif nasional.

Ke depan, berbagai strategi seperti peluncuran produk baru, program penjualan, hingga penawaran pembiayaan yang lebih menarik diperkirakan akan menjadi langkah penting bagi Honda untuk meningkatkan kembali performa penjualannya di pasar Indonesia.

(om/pd)

 

 

 

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *