Baru Jual 7 Unit, Nasib SUV Terbaru Jetour Belum Secerah T2 di Indonesia

OTO Mounture — Kehadiran Jetour T1 di pasar otomotif Indonesia belum langsung menghasilkan penjualan yang signifikan. Berdasarkan data distribusi wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), SUV terbaru dari merek asal Tiongkok tersebut baru mencatatkan penjualan sebanyak tujuh unit pada Mei 2026.

Angka tersebut masih sangat jauh dibandingkan pencapaian model andalan Jetour, yakni Jetour T2, yang menjadi tulang punggung penjualan merek tersebut di Indonesia.

Meski tergolong wajar karena baru diperkenalkan ke pasar, capaian awal Jetour T1 menunjukkan bahwa model ini masih membutuhkan waktu untuk membangun popularitas dan kepercayaan konsumen di Tanah Air.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Jetour membukukan distribusi wholesales sebanyak 1.233 unit. Dari jumlah tersebut, Jetour T2 mendominasi dengan kontribusi mencapai 1.018 unit atau sekitar 83 persen dari total penjualan Jetour selama lima bulan pertama tahun ini.

Dominasi tersebut membuat model-model lain, termasuk T1, masih kesulitan mengejar popularitas SUV bergaya petualang tersebut.

Sementara itu, model lain dalam keluarga Jetour mencatat angka yang lebih rendah, yaitu Jetour Dashing Inspira: 128 unit, Jetour X70 Inspira: 80 unit, dan Jetour T1: 7 unit.

Data tersebut menunjukkan bahwa pasar Indonesia saat ini masih memberikan respons paling positif terhadap Jetour T2.

Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan bahwa performa positif T2 menunjukkan semakin tingginya minat konsumen terhadap SUV yang mampu menggabungkan ketangguhan dan kenyamanan dalam satu paket.

Menurutnya, Jetour T2 berhasil menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan kendaraan untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan jarak jauh dan petualangan.

“Konsistensi performa Jetour T2 sepanjang Januari hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa karakter SUV yang menggabungkan ketangguhan, kenyamanan, dan fleksibilitas semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA: Chery Makin Tertekan di Indonesia, Penjualan Anjlok Lebih dari 50 Persen pada Mei 2026

Rendahnya angka distribusi Jetour T1 bukan berarti model ini gagal di pasar. Sebagai produk yang baru masuk ke Indonesia, jumlah unit yang didistribusikan masih sangat terbatas.

Biasanya, produsen otomotif akan melakukan pengiriman awal dalam jumlah kecil untuk memenuhi kebutuhan unit display, test drive, maupun pengenalan produk kepada jaringan dealer.

Karena itu, performa penjualan Jetour T1 dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi indikator yang lebih relevan untuk melihat penerimaan pasar terhadap SUV tersebut.

Di tengah persaingan ketat merek-merek otomotif China, Jetour terus memperluas kehadirannya di Indonesia melalui pengembangan jaringan dealer dan peningkatan layanan purna jual.

Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan akan terus memperkuat pengalaman kepemilikan kendaraan bagi konsumen di berbagai wilayah.

Selain memperluas jaringan showroom, Jetour juga berupaya meningkatkan ketersediaan layanan servis dan suku cadang untuk mendukung pertumbuhan merek dalam jangka panjang.

BACA JUGA: Wuling EV Tampil dengan Nuansa Toy Story 5, Curi Perhatian Pengunjung Central Park Mall

Meski memiliki potensi di segmen SUV yang sedang berkembang, Jetour T1 menghadapi tantangan besar untuk keluar dari bayang-bayang T2 yang sudah lebih dulu mendapat perhatian konsumen Indonesia.

Dengan penjualan yang baru mencapai tujuh unit pada Mei 2026, SUV terbaru ini masih harus membuktikan kemampuannya bersaing di pasar yang semakin ramai oleh kehadiran berbagai model dari pabrikan China maupun merek Jepang.

Keberhasilan T1 nantinya akan sangat bergantung pada strategi pemasaran, harga yang kompetitif, serta kemampuan Jetour membangun kepercayaan konsumen terhadap produk barunya tersebut.

(om/pd)

 

 

 

, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *