
OTO Mounture — Performa penjualan BYD di Indonesia mengalami penurunan tajam pada Mei 2026. Berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), baik distribusi dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun penjualan dari dealer ke konsumen (retail sales) menunjukkan pelemahan signifikan dibanding bulan sebelumnya.
Padahal, pada April 2026 BYD masih menjadi salah satu merek mobil Tiongkok dengan performa penjualan tertinggi di Indonesia. Namun hanya dalam waktu satu bulan, angka distribusi dan penjualannya turun cukup dalam.
Data Gaikindo mencatat wholesales BYD pada Mei 2026 hanya mencapai 895 unit. Angka tersebut turun drastis dibanding April 2026 yang mencapai 4.625 unit.
Jika dihitung secara persentase, penurunan wholesales BYD mencapai sekitar 80,6 persen secara bulanan (month-on-month).
Bahkan jika dibandingkan dengan Mei 2025 yang mencapai 2.799 unit, distribusi BYD pada Mei tahun ini masih turun sekitar 68 persen secara tahunan (year-on-year).
Penurunan sebesar ini menjadi salah satu koreksi bulanan terbesar yang dialami BYD sejak mulai menunjukkan pertumbuhan pesat di pasar Indonesia.
BACA JUGA: Daftar 10 Merek Mobil Terlaris Indonesia Mei 2026, Geely dan Jaecoo Bersinar
Tidak hanya distribusi ke dealer, penjualan langsung kepada konsumen juga mengalami penurunan signifikan.
Pada Mei 2026, retail sales BYD tercatat sebanyak 2.892 unit. Angka ini jauh lebih rendah dibanding April 2026 yang mencapai 6.274 unit.
Artinya, retail sales BYD mengalami penurunan sekitar 53,9 persen dibanding bulan sebelumnya.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan Mei 2025 yang berada di angka 2.639 unit, penjualan retail BYD masih mencatat pertumbuhan sekitar 9,6 persen secara tahunan.
Data tersebut menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap produk BYD masih relatif tinggi, meskipun terjadi perlambatan signifikan dibanding bulan sebelumnya.
Jika melihat tren sejak Maret 2026, fluktuasi penjualan BYD terlihat cukup tajam.
Pada Maret 2026, wholesales BYD tercatat sebanyak 2.941 unit. Angka tersebut meningkat menjadi 4.625 unit pada April sebelum akhirnya anjlok ke level 895 unit pada Mei.
Sementara itu, retail sales bergerak dari 4.153 unit pada Maret menjadi 6.274 unit pada April, lalu turun menjadi 2.892 unit pada Mei.
Pola ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam ritme distribusi dan penjualan kendaraan BYD selama kuartal kedua 2026.
BACA JUGA: Audi Q5 Sportback Terbaru Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp1,9 Miliar
Data Gaikindo hanya mencatat distribusi dan penjualan kendaraan sehingga tidak menjelaskan secara spesifik penyebab penurunan tersebut.
Namun dalam industri otomotif, penurunan wholesales yang sangat besar biasanya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti penyesuaian stok di jaringan dealer, strategi distribusi yang berubah, pengaturan jadwal pengiriman unit, persiapan peluncuran model baru, dan normalisasi permintaan setelah periode penjualan tinggi.
Menariknya, meskipun wholesales BYD pada Mei hanya 895 unit, retail sales masih mencapai 2.892 unit. Hal ini mengindikasikan bahwa dealer kemungkinan masih menjual kendaraan dari stok yang sudah tersedia sebelumnya.
(om/ls)








