Cara Membedakan Busi Asli dan Palsu, Jangan Sampai Tertipu saat Membeli

Busi

OTO Mounture — Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia, khususnya sepeda motor, membuat kebutuhan suku cadang atau spare part ikut melonjak. Salah satu komponen yang paling sering dicari adalah busi motor.

Namun di balik tingginya permintaan tersebut, muncul pula peredaran busi palsu yang dijual dengan harga lebih murah. Banyak oknum memanfaatkan kondisi ini demi meraih keuntungan, sementara konsumen berisiko mendapatkan produk berkualitas rendah yang dapat merusak performa mesin.

Karena itu, pengendara perlu mengetahui cara membedakan busi asli dan palsu agar tidak tertipu saat membeli. Berikut beberapa ciri busi asli dan palsu yang wajib diperhatikan sebelum membeli.

1. Perhatikan Kode Produksi pada Busi

Perbedaan paling mudah terlihat ada pada kode produksi yang tercetak di bodi busi.

Pada busi asli, kode produksi dicetak rapi, presisi, dan jelas karena menggunakan standar pabrikan. Kode tersebut biasanya hanya dipahami oleh produsen pembuat busi.

Sementara pada busi palsu, cetakan kode umumnya tampak kurang rapi, buram, atau tidak presisi.

2. Ulir atau Drat Busi Lebih Rapi

Ciri berikutnya bisa dilihat dari bagian ulir atau drat busi.

Busi asli memiliki ulir yang lebih halus, rapi, dan presisi. Sedangkan busi palsu biasanya terasa kasar dan hasil finishing-nya kurang baik.

Saat membeli, tidak ada salahnya meminta penjual memperlihatkan beberapa merek atau tipe lain agar lebih mudah melakukan perbandingan.

BACA JUGA: Penjualan Isuzu April 2026 Melonjak 49 Persen, Wholesales Tembus 2.469 Unit

3. Warna Keramik dan Plating Metal Shell Berbeda

Busi memiliki bagian keramik yang berfungsi sebagai isolator. Pada busi palsu, warna keramik biasanya terlihat terlalu putih atau terlalu cerah. Sebaliknya, busi asli cenderung memiliki warna keramik yang sedikit lebih redup atau natural.

Selain itu, plating metal shell pada busi asli menggunakan material baja berkualitas yang kuat dan tahan karat. Sedangkan busi palsu umumnya lebih mudah berkarat. Bahkan dalam beberapa kasus, titik-titik karat sudah terlihat meski produk baru dibuka dari kemasannya.

4. Elektroda Busi Asli Lebih Presisi

Bagian elektroda merupakan komponen penting yang berfungsi menghasilkan percikan bunga api di ruang bakar. Pada busi asli, posisi elektroda terlihat lebih rapi dan presisi. Jarak gap antar elektroda juga konsisten.

Sebaliknya, busi palsu sering memiliki posisi elektroda yang tidak simetris, kurang presisi, bahkan ukuran gap antar busi bisa berbeda-beda.

5. Gasket atau Ring Busi Tidak Mudah Dilepas

Perhatikan juga bagian gasket atau ring pada busi. Busi asli memiliki gasket yang lebih halus dan terpasang kuat sehingga tidak mudah dilepas meskipun diputar mengikuti ulirnya.

Sedangkan pada busi palsu, bentuk gasket biasanya kurang rapi dengan bekas potongan yang terlihat kasar serta lebih mudah dilepas.

(om/pd)

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *