
OTO Mounture — Jenama otomotif asal Tiongkok, Chery mencatat penurunan penjualan di pasar otomotif Indonesia sepanjang awal 2026.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales dan retail sales Chery mengalami pelemahan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, pada April 2026 Chery masih mencatat kenaikan distribusi bulanan dibanding Maret 2026.
Data Gaikindo menunjukkan, wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer Chery mencapai 1.137 unit pada April 2026. Angka ini naik 14,3 persen dibanding Maret 2026 yang mencatat 995 unit.
Namun jika dibandingkan April 2025, penjualan wholesales Chery turun cukup dalam sebesar 29,8 persen dari sebelumnya 1.620 unit.
Secara kumulatif selama Januari hingga April 2026, PT Chery Sales Indonesia (CSI) membukukan wholesales sebanyak 4.348 unit. Jumlah tersebut turun 27,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 6.019 unit.
Market share wholesales Chery juga mengalami penurunan dari 2,3 persen menjadi 1,5 persen.
Dalam daftar penjualan mobil nasional secara wholesales, Chery berada di posisi ke-14 dan masih berada di bawah beberapa merek otomotif asal Tiongkok lainnya seperti BYD, Jaecoo, Wuling, dan Geely.
BACA JUGA: Penjualan Honda Ambruk di Indonesia, Pangsa Pasar Turun hingga Tinggal 5 Persen
Dari sisi retail sales atau distribusi dealer ke konsumen, Chery mencatat penjualan sebanyak 1.057 unit pada April 2026. Angka tersebut turun tipis 1,7 persen dibanding Maret 2026 yang mencapai 1.075 unit.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, retail sales Chery turun 31,8 persen dari sebelumnya 1.549 unit pada April 2025.
Secara kumulatif Januari hingga April 2026, penjualan retail Chery tercatat sebanyak 4.490 unit. Jumlah ini turun 19,7 persen dibanding periode Januari-April 2025 yang mencapai 5.595 unit.
Market share retail sales Chery juga turun dari 2,1 persen menjadi 1,6 persen.
Dalam daftar retail sales nasional, Chery berada di posisi ke-13 dan masih berada di bawah beberapa merek asal Tiongkok seperti BYD, Jaecoo, dan Wuling.
Persaingan merek otomotif asal Tiongkok di Indonesia kini semakin ketat, terutama di segmen kendaraan listrik dan SUV.
Sejumlah merek baru terus agresif menghadirkan produk dan memperluas jaringan penjualan di Tanah Air. Kondisi tersebut membuat persaingan market share antar merek China semakin kompetitif sepanjang 2026.
Meski mengalami penurunan penjualan, Chery masih memiliki peluang untuk memperkuat pasar melalui peluncuran produk baru dan strategi ekspansi jaringan dealer di Indonesia.
(om/ns)








