
OTO Mounture — Penjualan mobil Honda di Indonesia mengalami tekanan cukup serius sepanjang 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales maupun retail sales Honda kompak mengalami penurunan tajam dibanding tahun lalu.
Pada April 2026, penjualan wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler hanya mencapai 2.363 unit. Angka tersebut turun 42,8 persen dibanding Maret 2026 yang masih mencatatkan 4.129 unit.
Penurunan itu membuat Honda terlempar ke posisi keenam dalam daftar merek mobil terlaris nasional. Posisinya berada di bawah Toyota, Daihatsu, Mitsubishi Motors, Suzuki dan BYD.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan wholesales Honda juga turun 21,2 persen. Pada April 2025, Honda masih mampu mencatat distribusi sebanyak 3.000 unit.
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2026, Honda membukukan wholesales sebanyak 15.893 unit. Torehan ini turun 37,3 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 25.336 unit.
Tak hanya volume penjualan yang menurun, market share Honda juga ikut tergerus. Pangsa pasar wholesales Honda turun dari 9,8 persen menjadi hanya 5,5 persen.
BACA JUGA: Penjualan Wuling Motors Naik pada April 2026, Retail Sales Tumbuh Lebih dari 22 Persen
Penurunan penjualan juga terjadi pada sektor retail sales atau distribusi dari diler ke konsumen. Pada April 2026, Honda mencatat penjualan retail sebanyak 3.515 unit atau turun 13,8 persen dibanding Maret 2026 yang mencapai 4.080 unit.
Sementara jika dibandingkan April 2025, penjualan retail Honda turun 22,6 persen dari sebelumnya 4.539 unit.
Secara total selama Januari hingga April 2026, Honda hanya mampu menjual 16.516 unit secara retail. Angka tersebut merosot 43,5 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 29.215 unit.
Akibat penurunan tersebut, market share retail sales Honda juga ikut menyusut dari 10,9 persen menjadi 5,7 persen.
Turunnya penjualan Honda menunjukkan persaingan industri otomotif nasional semakin ketat, terutama dengan meningkatnya dominasi produsen kendaraan listrik asal Tiongkok seperti BYD atau Chery Group.
Selain itu, kondisi pasar otomotif yang belum sepenuhnya pulih juga membuat daya beli masyarakat cenderung lebih selektif dalam membeli kendaraan baru.
(om/ls)








